Terbitkan Protokol Kesehatan, Kemenag: Panduan Umat Beribadah dan Aman dari COVID-19 Umat muslim melaksanakan Ibadah Shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal Jakarta sebelum pandemi COVID-19 di Tanah Air. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

MerahPutih.com - Kementerian Agama menyebutkan penerbitan Surat Edaran Nomor 15 tahun 2020 tentang Panduan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Masa Pandemi bertujuan untuk membantu umat beragama agar dapat beribadah dan tetap aman dari risiko persebaran Corona.

“Oleh karenanya, tujuannya adalah bagaimana masyarakat, umat beragama khususnya bisa tetap melakukan kegiatan keagamaannya, tapi pada saat yang sama itu bukan berarti kelonggaran protokol kesehatan,” ungkap Juru Bicara Kementerian Agama Oman Fathurahman dalam keterangannya yang dikutip Selasa (2/6).

Baca Juga

New Normal di Sektor Pariwisata, Pelanggaran Protokol Kesehatan Disanksi Tegas

Menurut Filolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, kini pemerintah ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa pandemi global COVID-19 yang telah melanda dunia termasuk Indonesia bukanlah suatu hal yang dapat dilalui dalam waktu singkat.

Karenanya, masyarakat perlu melakukan penyesuaian dan pembiasaan baru dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari agar tetap aman dari wabah yang tengah melanda.

Warga Muslim melaksanakan shalat Jumat di Masjid Agung Al Barkah, kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/5/2020). ANTARA FOTO/Paramayuda/foc.
Warga Muslim melaksanakan shalat Jumat di Masjid Agung Al Barkah, kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/5/2020). ANTARA FOTO/Paramayuda/foc.

“Pandemi ini kan wabah, yang saya selalu menyampaikan, dalam lintasan sejarah ini kan sebagai sesuatu yang terus berulang atau siklus. Kalau kita melihat sejarah, (pandemi) itu tidak ada yang sebentar memang, sebulan, dua bulan, itu bahkan ada yang sampai setahun, bahkan lebih gitu ya,” papar Oman.

“Sehingga kita tidak mungkin terus-terusan menghindari situasi kehidupan bermasyarakat. Ketika kita sebagai bangsa memiliki kehidupan sosial, aktivitas, tidak mungkin kita hindari karena alasan ada wabah, termasuk kegiatan keagamaan,” sambungnya.

Di saat seperti ini menurut Oman, kemudian negara perlu hadir untuk memberikan panduan dalam beraktivitas di masa pandemi.

“Masyarakat perlu panduan kan untuk hidup membiasakan protokol kesehatan ini dalam kegiatan keagamaannya. Kita menciptakan budaya baru, yang sebelum ini agak kurang terbiasa untuk dilakukan,” tutur Oman.

Oman mencontohkan, misalnya dalam surat edaran menyebutkan dalam pelaksanaan praktek keagamaan penanggungjawab rumah ibadah berkewajiban menerapkan pembatasan jarak kurang lebih 1 meter. Hal ini perlu dipatuhi, meskipun misalnya umat muslim meyakini afdaliyah (keutamaan) salat berjemaah adalah merapatkan barisan.

“Kita ingin rumah ibadah itu harus menjadi contoh yang baik, dalam penanganan COVID-19 di dalam penegakan disiplin protokol kesehatan,” kata Oman.

Baca Juga

Harlah Pancasila di Tengah Corona, Negara Harus Hadir Urus Warga Terdampak

Untuk itu Oman menyampaikan, untuk teknis penerapan surat edaran tersebut Kemenag juga melakukan dua jalur sosialisasi. Pertama, jalur struktural, melalui Kantor-kantor Wilayah Kementerian Agama, Kankemenag Kota, hingga para penyuluh agama.

“Ini agar sampai kepada masyarakat khususnya ke para pengelola rumah ibadah. Kedua, jalur yang kami tempuh ya melalui upaya mendorong partisipasi masyarakat,” imbuh Staf Ahli Menteri Agama ini. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mendagri Tindak Lanjuti Dugaan Pelarangan Natal di Sumatera Barat
Indonesia
Mendagri Tindak Lanjuti Dugaan Pelarangan Natal di Sumatera Barat

Tito Karnavian sudah menghubungi Bupati Dharmasraya untuk memastikan toleransi di wilayahnya tetap dijaga.

Klaster Baru Jadi Penyebab Melonjaknya Kasus Positif Corona di Indonesia
Indonesia
Klaster Baru Jadi Penyebab Melonjaknya Kasus Positif Corona di Indonesia

Bentuk klaster ada beberapa macam, kegiatan sosial pertama awalnya kelompok masyarakat.

 Kebijakan PSBB Pilihan Paling Rasional di Tengah COVID-19
Indonesia
Kebijakan PSBB Pilihan Paling Rasional di Tengah COVID-19

Pertama, tentu saja, untuk menyelamatkan warga negara dari wabah Covid-19.

Ribuan Pasien Tanpa Gejala Masih Jalani Karantina di RS Darurat Wisma Atlet
Indonesia
Ribuan Pasien Tanpa Gejala Masih Jalani Karantina di RS Darurat Wisma Atlet

Jumlah pasien positif COVID-19 tanpa gejala di Tower 4 dan 5 tersebut terdiri dari 882 laki-laki dan 601 perempuan.

Update Corona DKI Senin (8/6): 8.042 Positif, 3.205 Orang Sembuh
Indonesia
Update Corona DKI Senin (8/6): 8.042 Positif, 3.205 Orang Sembuh

1.447 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit

Perhatikan Momentum Politik, Hasto: Paslon Surabaya dan Bali Masuk Gelombang IV
Indonesia
Perhatikan Momentum Politik, Hasto: Paslon Surabaya dan Bali Masuk Gelombang IV

PDIP menyatakan selalu menantikan momentum politik yang tepat untuk mengumumkan para calon kepala daerah.

Waspada, Jakarta Dilanda Hujan Deras Disertai Angin Kencang Sore Ini
Indonesia
Waspada, Jakarta Dilanda Hujan Deras Disertai Angin Kencang Sore Ini

BMKG mngeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Jakarta, Selasa (18/8) sore.

Penumpang KA Tetap Diwajibkan Tunjukkan Surat Bebas COVID-19
Indonesia
Penumpang KA Tetap Diwajibkan Tunjukkan Surat Bebas COVID-19

Penumpang yang akan naik kereta api jarak jauh tetap diharuskan menunjukkan surat bebas virus corona yang masih berlaku pada saat boarding.

Ekonomi Indonesia Merosot, Fadli Zon: Waspada Narasi Optimis Pemerintah
Indonesia
Ekonomi Indonesia Merosot, Fadli Zon: Waspada Narasi Optimis Pemerintah

Hanya soal waktu saja BPS nanti akan mengumumkan bahwa kuartal III-2020 juga ekonomi kita akan kembali minus

PPP Nilai Jokowi-Ma'ruf Berhasil Tunjukkan Proses Konsolidasi Politik
Indonesia
PPP Nilai Jokowi-Ma'ruf Berhasil Tunjukkan Proses Konsolidasi Politik

Dalam bidang hukum, masih ada tantangan penegakan supremasi hukum