Terapi Pasca Bencana untuk Sembuhkan Trauma pada Anak Bencana biasanya memberikan pengalaman buruk bagi kesehatan mental anak-anak. (Unsplash/Chandler Cruttenden)

TRAUMA bencana bisa begitu berdampak bukan hanya pada orang dewasa, tapi juga pada anak-anak kita? Bukan tak mungkin, ketika bencana alam itu menimpa, dampak psikis yang anak-anak derita justru lebih besar daripada luka-luka fisik yang dia alami.

Kejadian atau peristiwa darurat, seperti bencana, dapat memengaruhi mental korban yang menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, dibutuhkan trauma healing untuk para korban bencana, agar kondisi mental mereka membaik. Lalu apa yang harus kamu lakukan untuk membantu agar anak cepat sembuh dari trauma yang diderita? Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar anak tidak trauma karena bencana.

Baca Juga:

Pentingnya Mempersiapkan Anak Hadapi Bencana Alam

bencana
Anak-anak lebih berat menghadapi bencana daripada orang dewasa. (freepik/storyset)

Melansir laman Centers for disease Control and Prevention menyatakan bahwa menghadapi bencana bagi anak-anak akan lebih berat daripada orang dewasa, karena mereka masih kurang memahami apa yang terjadi. Anak-anak juga belum memilki pengalaman yang cukup untuk menghadapi kondisi-kondisi yang sulit.

Pertama, ajaklah anak untuk berdiskusi, mulai dari tentang apa yang mereka rasakan. Mengajak anak berdiskusi tentang apa yang terjadi dapat meringankan beban yang mereka alami. Anak akan merasa nyaman, terlebih lagi ketika orangtuanya yang mengajak bicara. Buat anak, orangtua adalah ruang paling hangat yang bisa mereka percayai.

Kamu juga bisa memberikan pesan terkait apa yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana. Dengan begitu, anak bisa lebih siap ketika hal yang tidak diinginkan terjadi.

Kedua, temanilah anakmu. Menemani anak pascabencana dapat membuat mereka merasa tenang dan aman. Usahakan untuk tidak meninggalkan anak-anak sendirian. Biarkan anak berada disekitar kamu atau orang dewasa yang sudah mereka kenal. Perasaan aman dan nyaman akan meningkatkan kepercayaan diri anak-anak. Rasa nyaman juga akan membuat trauma segera membaik.

Ketiga, batasi media berita selama proses trauma healing. Biasanya, setelah bencana terjadi akan banyak berita yang disiarkan di media, seperti televisi dan media sosial. Jauhkan sejenak anak-anak dari hal tersebut yang dapat membuat mereka mengingat kembali kenangan buruk tentang bencana. Sibukkan anak-anak dengan melakukan aktivitas lain.

Baca Juga:

Alasan Mengapa Anak-anak Belajar Lebih Cepat daripada Orang Dewasa

bencana
Beberapa anak membutuhkan pendampingan khusus atau waktu yang lebih lama tergantung kondisi yang dialaminya. (freepik/jcomp)

Keempat, bangun aktivitas yang menyenangkan. Ajak anak untuk melakukan aktivitas yang membuat mereka senang, seperti melakukan hobi atau kegiatan yang membuat mereka sibuk. Dengan adanya aktivitas menyenangkan yang bisa dikerjakan, anak-anak bisa lebih cepat melupakan pengalaman yang tidak menyenangkan pascabencana.

Kelima, ikut sertakan anak pada kegiatan sosial. Dalam kegiatan sosial yang berhubungan dengan penanggulangan bencana, kegiatan seperti ini dapat membantu mereka memahami kondisi pascabencana dengan lebih baik. Anak-anak juga akan memiliki pengalaman apa yang harus mereka lakukan ketika menghadapi bencana.

Lima upaya trauma healing tersebut dapat kamu lakukan untuk membantu anak pascabencana. Namun, apabila kamu melihat anak masih mengalami trauma, stres, atau cemas mungkin ada baiknya untuk minta bantuan pada tenaga profesional, seperti psikolog atau dokter anak.

Beberapa anak membutuhkan pendampingan khusus atau waktu yang lebih lama tergantung kondisi yang dialaminya. Telaah kondisi sebenarnya pada anakmu, ia akan membutuhkan tenaga profesional apabila mengalami 3 ciri sebagai berikut :

1. Emosi berlebihan.

2. Perilakunya telah merusak interaksi sosialnya.

3. Kondisi mentalnya semakin memburuk.

Bencana memang tidak dapat dihindari. Memastikan anak-anak aman secara fisik dan mental dengan melakukan trauma healing yang telah dijelaskan adalah kewajiban dari orangtua masing-masing. (DGS)

Baca Juga:

10 Cara Baik untuk Disiplin Anak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dinanti Warga +62, Seperti Apa Kehidupan Kantor Penuh Drama Percintaan di Crazy Love
Hiburan & Gaya Hidup
Dinanti Warga +62, Seperti Apa Kehidupan Kantor Penuh Drama Percintaan di Crazy Love

razy Love bisa menjadi cerita begitu lekat dengan keseharian warga +62 meski tidak seratus persen sama.

Kritik Wendi Putranto untuk Festival Berdendang Bergoyang
ShowBiz
Kritik Wendi Putranto untuk Festival Berdendang Bergoyang

Wendi menceritakan kejadian tersebut dalam sebuah utas di akun Twitter miliknya.

Spin-off 'Money Heist', Berlin Kenalkan Kelompok Perampok di Masa Lalu 
ShowBiz
Spin-off 'Money Heist', Berlin Kenalkan Kelompok Perampok di Masa Lalu 

Spin-off dari Money Heist akan berjudul Berlin.

Vino G Bastian Sempat ke Psikolog Demi Peran Disabilitas di 'Miracle In Cell No. 7'
ShowBiz
Vino G Bastian Sempat ke Psikolog Demi Peran Disabilitas di 'Miracle In Cell No. 7'

Vino G. Bastian mendalami peran di film 'Miracle In Cell No.7'.

Segway Rilis Super Scooter GT Series, Kecepatannya Tembus 70 Km/Jam
Fun
Segway Rilis Super Scooter GT Series, Kecepatannya Tembus 70 Km/Jam

Cuma butuh empat detik untuk mencapai 50 km/jam.

.Feast Gelar Tur Multisemesta untuk Rayakan Satu Dekade Bermusik
ShowBiz
.Feast Gelar Tur Multisemesta untuk Rayakan Satu Dekade Bermusik

.Feast gelar tur multisemesta di 8 titik Nusantara.

Dr. Oz itu Pergi untuk Selamanya
ShowBiz
Dr. Oz itu Pergi untuk Selamanya

Dokter Ryan Thamrin meninggal dunia karena maag akut.

Resso Hadirkan Nadin Amizah di RSL Edisi Terbaru
Fun
Resso Hadirkan Nadin Amizah di RSL Edisi Terbaru

Resso kembali hadirkan Resso Studio Live edisi keenam.

Bumijo Jualain Lewat Produk Ramah Lingkungan
Fun
Bumijo Jualain Lewat Produk Ramah Lingkungan

Unsur ramah lingkungan pun menjadi salah satu keunggulan dalam menjual produk