Terancam Kalah Pilkada dan Pilpres, Golkar Harus Segera Munaslub Ketua Umum Golkar Setya Novanto saat pengumuman formatur pengurus Partai Golkar periode 2016-2019, Senin (30/5). (MP/Yohanes Abimanyu)

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai bahwa Partai Golkar terancam kalah pada Pilkada Serentak 2018, Pileg, dan Pilpres 2019 pasca penetapan Ketua Umum Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP oleh KPK.

Untuk itu, menurut Ujang, Golkar harus segera mengambil langkah politik untuk menyelamatkan masa depannya, yaitu dengan menggelar musyawarah luar biasa (munaslub).

"Partai Golkar membutuhkan pemimpin baru untuk bisa selamat pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 nanti," ujar pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia itu di Jakarta, Selasa (18/7)

Lebih lanjut, Ujang mengatakan, Golkar pasti bergejolak pasca penetapan tersangka terhadap Setya Novanto. Apalagi, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golar sudah menyatakan bahwa Golkar membutuhkan pemimpin baru.

Selain itu, menurut Ujang, karena Novanto merupakan simbol partai, dengan status yang disandangnya sekarang tentu bisa membuat elektabilitas partai semakin terjun bebas.

"Untuk itu, jika tidak dilaksanakan munaslub untuk dapatkan ketum baru, maka semua calon yang diusung Golkar di pilkada nanti terancam kalah semua," tegas Ujang. (Pon)

Baca juga berita lain terkait Setya Novanto dalam artikel: Setnov Tersangka, Fahri Hamzah Tegaskan Kinerja DPR Tak Terganggu



Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE