Tensi Politik Makin Panas Jelang 22 Mei, Muhammadiyah Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Sekjen MUI Anwar Abbas

MerahPutih.com - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menilai semua pihak harus menahan diri dan tak memprovokasi selama pemilu berlangsung. Menurut Anwar, persatuan dan kesatuan bangsa adalah kekayaan disyukuri yang tidak ternilai harganya.

"Oleh karena itu segala hal yang akan merusak persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa harus kita hindari," kata Anwar kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (20/5).

 Sekjen MUI Anwar Abbas
Sekjen MUI Anwar Abbas

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengatakan, negara menyelenggarakan pemilu karena bagi sebuah negara demokrasi merupakan salah satu cara yang sudah disepakati untuk ditempuh di dalam mengatasi masalah kepemimpinan.

Sehingga lewat pemilu yang jujur dan adil serta transparan kita harapkan kita akan bisa mendapatkan pemimpin dan kepemimpinan yang konstitusional dan legitimate.

"Oleh karena itu kalau ada hal yang mengganggu yang menyangkut masalah penyelenggaraan pemilu terutama terkait dengan masalah penghitungan suara yang dianggap bermasalah, maka KPU hendaknya benar-benar bisa menyelesaikannya dengan baik. Agar kedua belah pihak bisa menerima hasil perhitungan tersebut dengan ikhlas dan legowo," jelas Anwar.

Hal ini, lanjut Anwar, menjadi sesuatu yang sangat penting agar persatuan dan kesatuan sebagai bangsa tidak terkoyak.

Demo tolak People Power. Foto: MP/Kanugrahan

"Karena kalau itu terjadi maka kerugian dan malapetaka besarlah yang akan menimpa bangsa dan negeri ini dan kita jelas tidak mau itu," pungkas Anwar Abbas.

Seperti diketahui, hingga kini salah satu kubu pasangan calon berencana mengerahkan massa untuk menolak hasil Pemilu 22 Mei mendatang. Massa yang sebagian besar berasal dari kubu Prabowo - Sandi itu menganggap Pemilu kali ini diwarnai kecurangan yang terstruktur, sistematis dan massif. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH