Temui Mendagri Jelang Pilgub Sulteng, Pasha Ungu: Sowan Sama Senior Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha (Youtube/Najwa Shihab)

MerahPutih.com - Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau akrab disapa Pasha mengisyaratkan keinginannya untuk kembali maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Hal ini diungkapkan Pasha setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di kantor Kementerian Dalam Negeri, Senin (12/8).

Baca Juga: Pasha Ungu Bertemu Mendagri, Bahas Apa?

"Insyallah mudah-mudahan doain, karena tahun depan bersamaan dengan pemilihan gubernur, wali kota dan beberapa bupati di kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah," kata Pasha.

Menurut Pasha, niatnya untuk maju dalam Pilkada 2020 masih dalam pertimbangan. Vokalis Bang Ungu ini mengaku akan meminta masukan dari para senior sebelum memutuskan maju dalam Pilkada 2020.

Pasha menjawab diplomatis saat ditanya terkait langkah maju ke tingkat yang lebih tinggi lagi, yakni kursi Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng). Pasha akan melakukan pertemuan serta diskusi terkait langkahnya dalam dunia politik.

"Mudah-mudahan kalau ada ruang, kalau ada jalan kita harus banyak duduk, diskusi, harus banyak bertanya, sowan dengan senior-senior kita," ujar Pasha.

Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said menyambangi kantor Kemendagri (MP/Ponco)

Pasha mengaku akan mulai aktif melakukan kunjungan setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pasalnya, setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, sejumlah partai mulai melakukan penjaringan terkait Pilkada 2020.

"Tahapannya insyallah setelah pelantikan presiden, baru mulai penjaringan. Siapa yang mau maju, siapa yang kira-kira sudah bergerak, siapa yang belum bergerak, siapa yang surveinya bagus, siapa yang belum laik gitukan. Yang pasti semua untuk kepentingan bangsa," ungkap Pasha.

Baca Juga: Mendagri Persilakan Para Tokoh Ijtima Ulama IV Bentuk Lembaga

Pasha melanjutkan, masih mempertimbangkan untuk maju pada tingkat yang lebih tinggi yakni Gubernur. Sebab, untuk duduk sebagai gubernur eskalasi politiknya tidak sederhana.

"Proses politik tidak sesederhana itu, saya kira dulu kita kan majunya Wali Kota. Tapi rezekinya jadi Wakil Wali Kota," tandasnya. (Pon)

Kredit : ponco


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH