Temui Kardinal Suharyo, Menteri Agama Sebut Perlu Ada Moderasi Beragama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berkunjung ke Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo di Gereja Katedral Jakarta. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berkunjung ke Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo di Gereja Katedral Jakarta.

Silaturahmi ini merupakan kali pertama sejak Yaqut Cholil Qoumas dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agama.

Gus Yaqut menuturkan, kunjungan ini sudah lama ia rencanakan. Namun karena padatnya kegiatan dan acara di Kemenag, baru sekarang bisa terwujud.

"Saya senang sekali bisa masuk ke sini. Sebelumnya saya hanya bisa melihat dari luar," kata Yaqut dalam keterangannya, Sabtu (23/1).

Baca Juga:

Menag: Mari Jadikan Agama Sebagai Inspirasi Pembangunan Bangsa dan Negara

Pertemuan dua tokoh ini mendiskusikan masalah penguatan moderasi beragama. Menag menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama sebagai salah satu prioritasnya.

"Visi kebangsaan dan moderasi beragama menjadi prioritas kami," ujar Gus Menteri, sapaan akrab Menag.

Menurut Gus Menteri, dukungan dari umat Katolik Indonesia sangat dibutuhkan dalam upaya mengemban tugas di Kementerian Agama. Apalagi, Gus Menteri berkomitmen untuk menjadikan Kemenag sebagai milik semua umat.

"Kami tengah membangun cita-cita peradaban manusia ke arah yang lebih baik dari masing-masing agama dan kami mohon bimbingannya," tutur Gus Menteri.

"Tatanan ke depan hubungan antarumat beragama semoga bisa semakin baik," sambungnya.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berkunjung ke Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo di Gereja Katedral Jakarta. (Foto: MP/Kanugrahan)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) berkunjung ke Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo di Gereja Katedral Jakarta. (Foto: MP/Kanugrahan)

Mewakili Keuskupan Agung Jakarta dan umat Katolik, Uskup Agung Suharyo Hardjoatmodjo menyampaikan terima kasih kepada Menag atas kunjungannya ke Gereja Katedral.

"Kami gembira saat Njenengan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Sebagai umat, kami mendokan semoga pelayanan yang Bapak Menteri Agama dan jajaran diberkati Tuhan sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia," ujar Suharyo Hardjoatmodjo.

Usai saling menyapa, Uskup Agung Jakarta Suharyo Hardjoatmodjo pun mengajak Menag Yaqut untuk meninjau dari dekat Gereja Katedral.

Sambil menyusuri Katedral, Uskup Agung Jakarta Suharyo Hardjoatmodjo menyatakan, gereja dengan kapasitas 800 jemaat itu kini hanya bisa diisi oleh 160 jemaat dalam menjalani peribadatan atau sekitar 20 persen, akibat pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Haji 2021 Belum Pasti, Kemenag Bikin Tim Manajemen Krisis

Di altar utama Gereja Katedral terpampang sebuah tulisan, "2021, Tahun Refleksi, Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat, Semakin Berkat". Ornamen-ornamen bergaya Neo Gotik yang dibangun oleh arsitek MJ Hulswit ini menambah keindahan bagian dalam Gereja Katedral.

Uskup Agung Suharyo Hardjoatmodjo mengatakan, lukisan-lukisan di dinding gereja menjelaskan tentang peristiwa jalan salib yang pernah dialami Yesus Kristus.

Ia menambahkan, di Indonesia, ada 37 keuskupan dari Medan hingga Merauke. Sejak tahun 2000, semua uskupnya adalah orang Indonesia di mana tahun sebelumnya ada yang berasal dari Belanda.

"Banyak teman-teman saya di Eropa yang ingin mengenal Islam di Indonesia, khususnya NU dan Muhammadiyah. Menurut mereka, Islam di Indonesia itu berbeda dengan sebagian negara di Timur Tengah," tandasnya. (Knu)

Baca Juga:

Wamenag Minta Masyarakat Hentikan Perdebatan soal Kehalalan Vaksin COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Erick Janji Sinergikan Program Ekonomi dan Penanganan Pandemi COVID-19
Indonesia
Erick Janji Sinergikan Program Ekonomi dan Penanganan Pandemi COVID-19

Nantinya, ada program Satgas COVID-19 yang dipimpin Doni Monardo dan Satgas Pemulihan Ekonomi yang dipimpin Budi Gunadi Sadikin yang disinergikan.

Djoko Tjandra Digarap Kejaksaan, Polri Fokus Bongkar Dugaan Keterlibatan Jenderal
Indonesia
Djoko Tjandra Digarap Kejaksaan, Polri Fokus Bongkar Dugaan Keterlibatan Jenderal

"Proses untuk saudara Djoko di Kejaksaan yang tentunya akan menindaklanjuti," kata Listyo

Pemprov DKI Pastikan Informasi Jakarta Disterilisasi Hoaks
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Informasi Jakarta Disterilisasi Hoaks

Warga diimbau hari berhati-hati dan tanyakan dahulu informasi itu kepada pihak berwenang.

Diksi Kurang Tepat, Perkap Pam Swakarsa Bisa Jadi Sumber Polemik
Indonesia
Diksi Kurang Tepat, Perkap Pam Swakarsa Bisa Jadi Sumber Polemik

Polri perlu menjelaskan lebih detail Peraturan Kapolri No 4 Tahun 2020 tentang Pam Swakarsa

BPPTKG Sebut Gunung Merapi Masuk Fase Erupsi
Indonesia
BPPTKG Sebut Gunung Merapi Masuk Fase Erupsi

"Sudah keluar magma berarti Gunung Merapi saat ini telah masuk fase erupsi 2021. EDM (electronic distance measurement) muncul karena ada desakan magma dari permukaan," kata dia

PAN: Wajar Presiden Marah, Kinerja Menterinya Belum Ada yang Memuaskan
Indonesia
PAN: Wajar Presiden Marah, Kinerja Menterinya Belum Ada yang Memuaskan

Kinerja para menteri belum ada yang memuaskan, bahkan jauh di bawah harapan.

Pengguna KRL Hari Ini Mulai Patuh, Pakai Pakaian Lengan Panjang
Indonesia
Pengguna KRL Hari Ini Mulai Patuh, Pakai Pakaian Lengan Panjang

Di Stasiun Bogor misalnya, pagi ini para pengguna terlihat tertib saat memasuki area stasiun

Polisi Tak Hadir Lagi, Hakim Praperadilan Kasus Rizieq Ancam Lanjutkan Persidangan
Indonesia
Polisi Tak Hadir Lagi, Hakim Praperadilan Kasus Rizieq Ancam Lanjutkan Persidangan

Alamsyah sempat meminta pada hakim agar sidang praperadilan kali ini tetap dilanjutkan tanpa kehadiran Termohon

Wawan: Saya jadi Pengusaha Sebelum Atut jadi Gubernur Banten
Indonesia
Wawan: Saya jadi Pengusaha Sebelum Atut jadi Gubernur Banten

Wawan dengan tegas menampik tudingan jaksa penuntut umum KPK

Dua Tersangka Dugaan Korupsi Asabri Pembobol Jiwasraya
Indonesia
Dua Tersangka Dugaan Korupsi Asabri Pembobol Jiwasraya

Para tersangka itu langsung ditahan oleh jaksa tim penyidik selama 20 hari ke depan sejak Senin 1 Februari 2021 hingga Sabtu 20 Februari 2021