Tempat Wisata Unik di Tanah Datar, Angkat Batu Angkek-angkek untuk Meramal Keinginan Pengunjung mencoba mengangkat batu angkek. (Foto: instagram.com/yogi_issigie)

WISATA budaya tak kalah menarik dari wisata alam atau sejarah. Kamu bisa belajar banyak dari kearifan lokal dan belajar mencintai budaya sendiri.

Nah, kalau kamu ke Sumatera Barat, kamu bisa mendatangai objek wisata angkek-angkek. Tempat wisata budaya ini tepatnya terletak di Nagari Tanjuang, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar. Batu angkek-angkek diyakini bisa meramal keinginan atau cita-cita seseorang tercapai atau tidak.

1. Batu dengan berat berubah-ubah

Batu angkek-angkek. (Foto: instagram.com/endbroto)
Batu angkek-angkek. (Foto: instagram.com/endbroto)

Objek wisata batu angkek-angkek berlokasi sekitar 11 kilometer dari pusat kota Batusangkar. Pengunjung yang hendak mencoba mitos tersebut harus duduk bersimpuh dan bersila di depan batu tersebut, kemudian mengangkat batu itu dan merangkulnya ke atas paha, dengan membacakan niat di dalam hati.

Kalau batu tersebut bisa diangkat hingga dipeluk di atas paha, tandanya niat yang diucapkan dalam hati akan terkabul. Begitu mitos yang disematkan kepada batu angkek-angkek.

Kalau dilihat, ukuran batu angkek-angek tersebut tidaklah lebih besar dari batu tempat gilingan cabai dan lebih mirip dengan punggung kura-kura. Namun batu itu memiliki berat yang berubah-ubah. Banyak juga orang yang memiliki badan besar namun kesulitan mengangkatnya dan bahkan ada yang tidak sanggup mengangkatnya.


2. Keberadaan batu angkek semakin populer

Batu angkek-angkek. (Foto: instagram.com/adli2x)
Batu angkek-angkek. (Foto: instagram.com/adli2x)

Alfi Putra, salah seorang pengelola objek wisata batu angkek-angkek mengatakan batu angkek-angkek bukanlah sebagai tempat memohon. Tapi batu angkek sebagai salah satu ciptaan Allah yang memiliki berat berubah-ubah.

Batu tersebut adalah turunan dari Datuak Bandaro Kayo salah seorang kepala kaum suku Piliang didaerah itu. Di belakang batu itu terdapat tulisan berlafadz Allah dan Muhammmad.

"Karena bertuliskan nama yang maha kuasa, sebelum mengangkat batu tersebut pengunjung dianjurkan membaca bacaan bismillah dan salawat nabi tiga kali," kata Alfi Putra di Batusangkar, seperti dikutip Antara. Ia juga mengajak agar fenomena tersebut dijadikan motifasi.

Semenjak batu angkek-angkek dijadikan sebagai salah satu objek wisata Tanah Datar, keberadaan semakin populer dan banyak didatangi oleh wisatawan.


3. Batu angkek-angkek bermula dari cerita seorang kepala suku

Batu angkek-angkek. (Foto: instagram.com/somaabdillah)
Batu angkek-angkek. (Foto: instagram.com/somaabdillah)

Konon keberadaan batu angkek-angkek diawali dari mimpi Datuak Bandaro Kayo salah seorang kepala kaum suku Piliang dulu di daerah itu.

Di dalam mimpinya ia didatangi oleh Syech Ahmad dan disuruh untuk mendirikan sebuah perkampungan yang sekarang dikenal dengan kampung Palangan.

Pada saat memulai pembangunan perkampungan tersebut saat itu mendirikan tonggak pertama terjadi gempa lokal dan hujan panas selama 14 hari 14 malam.

Karena adanya peristiwa itu di adakan musyawarah, dan saat musyawarah berlangsung terdengar suara ghaib dari lubang pemancangan bangunan bahwa di lokasi itu terdapat sebuah batu. (*)



Zulfikar Sy