Sidang Ungkap Lokasi Penyerahan Duit 'Amankan' Nama Azis Syamsuddin Azis Syamsuddin rampung menjalani sidang perdana kasus sidang dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Sidang kasus suap penanganan perkara dengan terdakwa Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (13/12) membuka fakta baru. Fakta itu diungkap Agus Susanto, mantan anggota polisi sekaligus sopir eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju.

Dalam persidangan, Azis disebut memberikan uang ke Robin untuk 'amankan' namanya di persidangan. Uang itu diberikan Azis ke Robin untuk menutup namanya dalam persidangan kasus korupsi yang diusut KPK.

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Didakwa Menyuap Eks Penyidik KPK Rp 3 Miliar dan 36 Ribu Dollar AS

Mulanya agus mengungkapkan diajak Robin berkunjung ke rumah Azis di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan. Agus menyebut Robin membawa uang yang dimasukkan ke dalam sebuah tas saat keluar dari rumah Azis.

"Ini yang didapat dari dalam rumah (Azis Syamsuddin) tadi," kata Agus.

Setelah dari rumah Azis, Robin langsung meminta Agus mengantarnya ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Di dalam perjalanan, Robin memisahkan uang dari Azis menjadi tiga bagian.

Setelah dibagi, uang itu diberikan kepada orang yang disebut Agus bernama Om Ale di parkiran basement Pengadilan Tipikor Jakarta. Om Ale adalah Maskur Husain, pengacara yang menjadi terdakwa bersama Robin dalam kasus suap penanganan perkara di KPK.

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Tak Ajukan Eksepsi

"Saat itu saya parkir di mobil, cuma ada komunikasi antara Pak Robin dengan Om Ale (Maskur) itu, kemudian Pak Robin turun menuju tempat yang dijanjikan itu, saya pribadi stand by di mobil, setelah selesai ke tempat penukaran," ujar Agus.

Saat menemui Maskur, Robin membawa satu bagian uang dari Azis. Uang itu diberikan untuk menutup nama salah satu pihak dalam persidangan. Agus menyebut Robin juga sempat menelpon orang untuk memastikan namanya tidak akan disebut dalam persidangan.

"Pokoknya aman bang, nama abang tidak akan disebut dalam persidangan," kata Agus menirukan percakapan telepon Robin.

Baca Juga:

Hakim Ultimatum Azis Syamsuddin: Jangan Berpikir Lakukan Pendekatan-Pendekatan

Jaksa kemudian memastikan nama orang yang akan diamankan Robin dalam kasus yang sedang diusut KPK. "Ada engga penyampaian Robin ini Azis kasih uang karena Azis sedang ada masalah di KPK" ujar Jaksa.

Agus mengamini uang itu diberikan untuk menutup nama mantan Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu dalam persidangan. Dia mengaku mendengar itu dari Robin. "Ada," jawab saksi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Usut Dugaan Suap di BPN Riau
Indonesia
KPK Usut Dugaan Suap di BPN Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka penyidikan baru terkait dugaan suap pada Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau.

Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Berlaku di DKI Jakarta
Indonesia
Penghapusan Sanksi Administrasi Pajak Berlaku di DKI Jakarta

DKI Jakarta kembali menggelar program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan jenis pajak lainnya.

PDIP Baru Putuskan Cagub DKI Setelah Status Jakarta Berubah
Indonesia
PDIP Baru Putuskan Cagub DKI Setelah Status Jakarta Berubah

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta menentukan siapa calon gubernur (cagub) 2024 mendatang.

Survei SMRC: Prabowo Sangat Dikenal Tapi Kurang Disukai
Indonesia
Survei SMRC: Prabowo Sangat Dikenal Tapi Kurang Disukai

Prabowo Subianto adalah bakal calon presiden yang sudah dikenal oleh hampir semua pemilih nasional tapi kurang disukai. Ini adalah salah satu temuan survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Prospek Capres 2024”.

Ukraina Darurat Militer, Kemlu Minta 138 WNI Kumpul di KBRI Kiev
Indonesia
Ukraina Darurat Militer, Kemlu Minta 138 WNI Kumpul di KBRI Kiev

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha meminta kepada 138 WNI di Ukraina untuk berlindung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kiev.

RUU TPKS Jadi Atensi Pimpinan DPR
Indonesia
RUU TPKS Jadi Atensi Pimpinan DPR

DPR akan memprioritaskan RUU TPKS untuk dibawa ke Badan Musyawarah (Bamus) agar dapat segera dibahas bersama pemerintah.

Pemerintah Janji Berdayakan dan Tingkatkan Keterampilan Penduduk Sekitar IKN
Indonesia
Pemerintah Janji Berdayakan dan Tingkatkan Keterampilan Penduduk Sekitar IKN

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara perlahan mulai berlangsung.

Pekan Depan Jokowi akan Umumkan Kenaikan Harga BBM
Indonesia
Pekan Depan Jokowi akan Umumkan Kenaikan Harga BBM

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga BBM pada minggu depan.

Sekjen PAN: Tidak Ada Inisiator Tunggal Terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu
Indonesia
Sekjen PAN: Tidak Ada Inisiator Tunggal Terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu

"Kalau dilihat aspek pertemuannya, tidak ada inisiator tunggal, itu inisiasi semua, jadi ini merupakan kesepakatan tiga ketum tersebut," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno, dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (14/5).

Jelang Mudik, Kementerian ESDM Klaim Antrean Kendaraan Isi BBM Sudah Terurai
Indonesia
Jelang Mudik, Kementerian ESDM Klaim Antrean Kendaraan Isi BBM Sudah Terurai

Pemerintah menyatakan akan berupaya mengendalikan penjualan solar dengan mengambil langkah tegas kepada siapapun yang menyelewengkan penggunaan BBM subsidi tersebut.