Tempat Minum Miras Zaman Ali Sadikin Ali Sadikin, Gubernur Jakarta, 1966-1977. (Foto: Wikipedia)

TEMPAT hiburan malam di Jakarta kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini Holywings, kedai modern minuman keras, menuai hujatan setelah iklan promosinya dianggap menistakan agama. Holywings mempromosikan minuman gratis bagi pemilik nama Muhammad dan Maria. Iklan itu berbuntut panjang. Pemprov Jakarta menemukan beberapa pelanggaran izin usaha Holywings.

Tempat hiburan malam bukan fenomena baru di Jakarta. Tempat ini telah berkembang sejak 1970-an saat gubernur Ali Sadikin menjabat. Beberapa jenis tempat hiburan tersebut antara lain pub, klub malam, diskotek, steam bath, dan massage parlour. Pub, klub malam, dan diskotek lazimnya menyuguhkan minuman keras sebagai sajiannya.

Baca juga:

Anggota DPRD Sebut Holywings Kerap Bikin Masalah

Bar yang lengang
Bar yang lengang. (unsplash.com)

Ali Sadikin mengatakan dia membuka tempat-tempat hiburan tersebut untuk mengisi kas pemerintah Jakarta. Dia melihat potensi ini setelah penanaman modal dalam dan luar negeri terbuka lebar. Dia juga menyadari banyak warga Jakarta menikmati wisata hiburan malam di luar negeri.

"Daripada uang dolar jatuh ke kota-kota Bangkok, Hongkong, atau Tokyo, lebih baik disedot di Indonesia sendiri," kata Ali Sadikin seperti dikutip Ekspres, 21 Desember 1970.

Ali bahkan mengajak pengusaha swasta untuk menanamkan modalnya di Jakarta. Ajakan itu disambut hangat oleh para pengusaha. Maka berbondong-bondonglah para pengusaha menanamkan modalnya di bidang usaha hiburan malam.

Tanamur, diskotek pertama di Asia Tenggara, berdiri di Jakarta pada November 1970. Diskotek ini berbeda dari klub malam yang lebih dulu muncul. Meski sama-sama menyajikan minuman keras, Tanamur tak menyediakan tari telanjang (striptease).

Pada beberapa kesempatan tertentu, Tanamur menggelar promo bagi pelajar dan wanita. Harga tiket masuknya (cover charge) lebih murah daripada hari-hari biasa. Biasanya tiket masuk dilengkapi dengan sajian miras seperti bir. Jika tak ingin miras, pengunjung dapat memilih minuman ringan (soft drink).

Fahmy al-Hadi, pemilik Tanamur, mengatakan bahwa diskoteknya ditujukan untuk kaum tongpes alias kantong kempes. Karena itu, sajian minuman yang dihadirkan juga tak terlalu mahal.

Baca juga:

Riwayat Miras Masa Kolonial

Warga memenuhi tempat hiburan malam (unsplash.com)
Warga memenuhi kedai minuman keras. (unsplash.com)

Klub malam, hiburan malam yang lebih dulu ada sebelum diskotek, telah berdiri di beberapa wilayah Jakarta. Satu yang terkenal adalah Miraca Sky Club yang terletak di Gedung Sarinah. Klub malam ini dimiliki oleh Haji Usmar Ismail, salah satu tokoh perfilman kesohor Indonesia.

Berbeda dari diskotek, minuman keras yang disajikan di klub malam jauh lebih mahal. Ini karena sasaran pengunjung klub malam lebih eksekutif. "Kebanyakan pengunjung night club itu orangtua, pejabat, atau pengusaha," kata almarhum Teguh Esha, kepada penulis suatu kali.

Sementara itu, pub atau bar di Jakarta, secara khusus memang ditujukan untuk meminum minuman keras. Salah satu yang tertua adalah Pub Jaya di belakang Gedung Jaya Jakarta.

Kehadiran tempat hiburan malam itu bukan tanpa tentangan. Ali Sadikin kerap dicemooh oleh para agamawan dan masyarakat karena pilihan kebijakannya. Tapi Ali menjawab bahwa banyak jalan di Jakarta yang dibangun dari pajak tempat hiburan malam, termasuk judi. Dia mempersilakan yang keberatan dengan kebijakannya agar tak berjalan di jalanan Jakarta.

Baca juga:

Ali Sadikin, Gubernur Kontroversial, Meninggal Dunia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tak Asal Sembelih, Ini Kisah Tukang Jagal Profesional
Tradisi
Tak Asal Sembelih, Ini Kisah Tukang Jagal Profesional

Bagi sebagian besar orang, menyembelih hewan ternak mungkin urusan sepele.

Melestarikan Warisan Budaya Lewat Metaverse
Tradisi
Melestarikan Warisan Budaya Lewat Metaverse

Mengenal warisan budaya Indonesia lewat metaverse.

Mengenang Eksotika Gunung Papandayan, Lokasi Favorit Pelancong Masa Kolonial
Indonesiaku
Mengenang Eksotika Gunung Papandayan, Lokasi Favorit Pelancong Masa Kolonial

Tak heran bila para biro perjalanan memasang tarif khusus kepada turis mancanegara

Probolinggo Menangi WLC 2022
Travel
Probolinggo Menangi WLC 2022

Probolinggo berhasil mengalahkan 63 kota dari 27 negara di dunia peserta WLC.

Tradisi Mencukur Rambut Bayi Ketika Bayi Berusia 40 hari
Tradisi
Tradisi Mencukur Rambut Bayi Ketika Bayi Berusia 40 hari

Dilakukan di berbagai adat dan negara.

Sadariah yang Selalu Dipakai Pria Betawi
Tradisi
Sadariah yang Selalu Dipakai Pria Betawi

Pakaian sadariah adalah baju polos tak bermotif dan hanya memiliki satu pilihan warna saja.

Menilik Lebih Jauh tentang Perbudakan Belanda di Indonesia
Tradisi
Menilik Lebih Jauh tentang Perbudakan Belanda di Indonesia

Perbudakan Belanda di Tanah Air bermula ketika Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC)/Kongsi Dagang Hindia Timur datang ke Kepulauan Banda di Maluku pada 1621.

Sepasaran, Tradisi Jawa untuk Menyambut Kelahiran Bayi
Tradisi
Sepasaran, Tradisi Jawa untuk Menyambut Kelahiran Bayi

Sepasaran bertujuan untuk memohon keselamatan bagi sang bayi.

Sambal Gami Bikin Ketagihan
Kuliner
Sambal Gami Bikin Ketagihan

memasak sambal secara langsung di atas cobek yang terbuat dari tanah liat.

Indonesia Jadi Negara Terindah di Dunia, Sandiaga Uno: Liburan Enggak Perlu ke Luar Negeri
Travel
Indonesia Jadi Negara Terindah di Dunia, Sandiaga Uno: Liburan Enggak Perlu ke Luar Negeri

Indonesia dinobatkan sebagai negara terindah di dunia oleh majalah Time Out.