Telusuri Dugaan Pungli Bansos di Tangerang, Polisi Periksa 12 Warga Pembagian bansos. (Foto: Antara)

Merahputih.com - Polres Metro Tangerang Kota masih mendalami dugaan pungutan liar (pungli) dana bantuan sosial (bansos) COVID-19 di Kelurahan Karang Tengah, Kota Tangerang. Saat ini, kasus tersebut sudah naik ke proses penyelidikan.

Lebih dari 10 saksi yakni warga penerima bantuan dan dua koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah tersebut sudah diperiksa polisi.

"Pemeriksaan terhadap dua kordinatornya sudah dilakukan. Dan hari ini, ada 12 warga penerima bantuan yang diperiksa," ujar Kasubag Humas Polres Kota Tangerang, Kompol Abdul Rochim saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/8).

Baca Juga:

Jokowi Perintahkan Daerah Segera Cairkan Bantuan Sosial

Menurut Abdul, hasil pemeriksaan masih akan terus ditindaklanjuti. Pasalnya, setiap harinya kerap ada pengaduan baik pengaduan lewat kepolisian maupun ke kantor wali kota.

Hingga saat ini, ada sekitar 47 aduan yang masuk. Namun, kepolisian belum menaikkan penyelidikan ke penyidikan, dan belum menetapkan tersangka.

"Kalau kelanjutannya penetapan tersangka belum. Saat ini masih tahap pemeriksaan-pemeriksaan," tutupnya.

Sekedar informasi, Polres Metro Tangerang Kota saat ini sedang menyelidiki 23 aduan masyarakat mengenai dugaan praktik pungutan liar (pungli) terkait dengan bantuan sosial (bansos) yang disalurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

"Saat ini, kami tengah mencari dan mengusut adanya indikasi terkait kasus tersebut. Ini masih proses penyelidikan, nanti untuk hasilnya akan kita sampaikan kembali," kata Kapolres Metro Kota Tangerang, Kombes Deonijiu de Fatima.

Bantuan Sosial Tunai. (Foto: Antara)
Bantuan Sosial Tunai. (Foto: Antara)

Menurut dia, dalam mengusut dugaan kasus tersebut pihaknya telah berkomunikasi dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Wali Kota Tangerang.

"Mereka-mereka yang namanya terlampir akan kita lakukan penyelidikan untuk mengkaji kasus ini lebih dalam," terangnya.

Dalam hal ini, Deonijiu mengimbau kepada masyarakat yang telah menjadi korban pungli bansos agar segera melapor ke pihak kepolisian. Ia menegaskan, pihaknya akan memproses oknum-oknum yang melakukan aksi pungli bansos dari pemerintah.

"Khususnya kepada masyarakat yang haknya diambil oleh pelaku pungli, agar tidak perlu takut, silakan melapor. Kalau ada yang mengetahui dan bahkan menjadi korban, silakan lapor saja, kita akan tegakkan hukum kepada mereka yang melakukan pelanggaran," tutupnya.

Sebelumnya, dugaan adanya pungli bansos terungkap usai Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan sidak di Karang Tengah, pada Rabu (28/) lalu.

Baca Juga:

Di Klaten, Penerima Dobel Bantuan Sosial Diminta Mengembalikan

Dana bansos yang harusnya diberikan senilai Rp600 ribu kemudian dipotong Rp50.00 oleh pihak pendamping yang memberikan dana bansos PKH.

Sampai dengan saat ini, sudah ada lima orang warga yang merupakan penerima bansos Program Keluarga harapan (PKH) dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kesaksian Penjual Petasan Berbungkus Lembaran Al-Qur'an di Tangerang
Indonesia
Kesaksian Penjual Petasan Berbungkus Lembaran Al-Qur'an di Tangerang

“Ini lagi pada diperiksa ya. Ini harus ditelusuri karena dia (penjual) tidak tahu menahu, terus didrop dari mana,” kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim

Pengurus HKTI Diminta Serius Perjuangkan Nasib Petani
Indonesia
Pengurus HKTI Diminta Serius Perjuangkan Nasib Petani

Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Oedang (Oso) meminta seluruh jajaran pengurus HKTI dari tingkat pusat dan daerah untuk serius memperjuangkan nasib petani.

KRL Anjlok Dekat Stasiun Sudimara, KAI Commuter Rekayasa Jalur Tanah abang-Serpong
Indonesia
KRL Anjlok Dekat Stasiun Sudimara, KAI Commuter Rekayasa Jalur Tanah abang-Serpong

KAI Commuter menghimbau para pengguna untuk senantiasa mengikuti informasi dari petugas di Stasiun dan KRL

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tiba di Tanah Air
Indonesia
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tiba di Tanah Air

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana beserta rombongan tiba di Indonesia pada Sabtu (2/7)

Para Mendag ASEAN Sepakat Perkuat Kolaborasi dan Hindari Rivalitas
Dunia
Para Mendag ASEAN Sepakat Perkuat Kolaborasi dan Hindari Rivalitas

Presiden Jokowi dalam KTT AS-ASEAN minggu lalu, memaparkan pentingnya menjadikan dokumen ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) sebagai acuan kerja sama ASEAN ke depan.

Survei Setara Institute: Jenderal Andika Unggul dari Laksamana Yudo dan Marsekal Fadjar
Indonesia
Survei Setara Institute: Jenderal Andika Unggul dari Laksamana Yudo dan Marsekal Fadjar

Indikator penilaian terhadap individu-individu calon Panglima TNI dalam riset Setara Institute ini, yaitu aspek integritas, akseptabilitas, kapabilitas, responsivitas dan kontinuitas

KPK Tetapkan Eks Dirjen Kemendagri Tersangka Kasus Suap Pengajuan PEN
Indonesia
KPK Tetapkan Eks Dirjen Kemendagri Tersangka Kasus Suap Pengajuan PEN

KPK juga menetapkan Bupati nonaktif Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Laode M Syukur Akbar selaku tersangka.

Demokrat Nilai Peleburan Eijkman ke BRIN Mirip Penyingkiran Pegawai KPK
Indonesia
Demokrat Nilai Peleburan Eijkman ke BRIN Mirip Penyingkiran Pegawai KPK

Partai Demokrat buka suara menyikapi peleburan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Prabowo Nyapres Lagi, PKS Pilih Usung Tokoh Sendiri
Indonesia
Prabowo Nyapres Lagi, PKS Pilih Usung Tokoh Sendiri

PKS buka suara menanggapi kabar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bakal maju kembali sebagai capres di Pilpres 2024.

Rusun Bagi Gelandangan dan Pengemis Dipastikan Rampung di Akhir Tahun
Indonesia
Rusun Bagi Gelandangan dan Pengemis Dipastikan Rampung di Akhir Tahun

Masa pelaksanaan pembangunan rusun ini 210 hari kalender mulai 21 Mei 2021 sampai 16 Desember 2021. Kontraktor pelaksana adalah PT Laris Trio Bersaudara dan konsultan pelaksana adalah PT Adhikara Mitracipta.