Telkom Dinilai Gagal Lakukan Mitigasi Teknis PPDB Jakarta PPDB Jakarta. (Foto: Tangkapan Layar)

MerahPutih.com - BUMN Telkom selaku provider penyelenggaran PPDB DKI tahun ajaran 2021/2022 dikabarkan salah prediksi sehingga pendaftaran PPDB online hari pertama menghadapi kendala. Telkom dinilai salah memperhitungkan kemampuan server dan bandwidth.

Hal itu dikemukakan Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya. Lembaga pemantau layanan ini telah meminta keterangan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) DKI, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan PT Telkom terkait dengan kendala yang dialami siswa dan para orang tua siswa untuk melakukan pendaftaran PPDB online tersebut.

Baca Juga:

Orang Tua Sulit Daftar PPDB, Anies Persilakan Datang ke Disdik

Hasil pemeriksaan itu menunjukan kegagalan Telkom dalam menyiapakan perangkatnya termasuk server dan bandwidth yang memadai dalam memenuhi kebutuhan Disdik DKI sebagaimana yang tertuang di dalam Service Legal Agreement yang disepakati bersama.

“Disdik telah menyampaikan kebutuhan mereka termasuk proses PPDB online 2021, juga proses pengintegrasian data dengan Disdukcapil dan Sidanira (Sistem Pendataan Nilai Raport ) yang tahun 2021 mengalami perubahan dari integrasi statis menjadi dinamis untuk menghindari kesalahan input manual yang dilakukan oleh para pendaftar,” ujar Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya, Teguh P Nugroho di Jakarta, Selasa (8/6).

Pihak Disdukcapil telah membuka line system data base mereka termasuk menyiapkan 3 server untuk mempermudah proses pengintegrasian data dengan sistem pendaftaran online dan Sidanira. Sementara Telkom telah menyediakan 65 server dan 14 server cadangan dengan bandwidth 10 Gigabyte untuk memenuhi kebutuhan PPDB online 2021.

Telkom sebelumnya telah menyanggupi kebutuhan tersebut termasuk perubahan pengintegrasian sistem pendaftaran dengan Sidanira yang tahun sebelumnya dilakukan secara statis menjadi dinamis.

Simulasi dan ujicoba telah dilakukan oleh Telkom sejak 1 bulan sebelum penyelenggaraan PPDB sampai Kamis tanggal 3 Juni 2021 lalu. Menurut Telkom, pada uji coba tersebut tidak terdapat kendala apapun.

Sayangnya, kata Teguh, Telkom gagal melakukan prediksi tersebut sehingga terjadi kendala dalam penyelenggaraan PPDB pada hari Senin 7 Juni 2021 yang merupakan hari pertama pembukaan pendaftaran PPDB.

Kendala pendaftaran dimulai pukul 08.00 WIB dan terjadi penutupan akun sementara dari pukul 16.00 sampai 18.00 WIB. Setelah penutupan dilakukan, mulai terjadi pergerakan dalam pembuatan akun, namun kembali melambat sejak pukul 20.00 WIB.

Uji coba sekolah tatap muka. (Foto: Antara)
Uji coba sekolah tatap muka. (Foto: Antara)

"Sampai dini hari Senin (8/6) belum ada perkembangan signifikan, maka penutupan akun kembali dilakukan sementara namun masyarakat masih bisa melihat hasil seleksi," terangnya.

Mitigasi yang dilakukan oleh Telkom selaku provider adalah dengan melakukan penambahan dua server untuk mempercepat proses, namun hal itu hanya sedikit membawa perubahan.

Mengantisipasi keterlambatan lebih jauh, pihak Disdik DKI kemudian memperpanjang waktu pendaftaran dan mengubah sistem integrasi data pendaftaran dengan Sidanira kembali ke statis. Perubahan ini memberi sedikit perbaikan pada percepatan proses pendaftaran.

"Telkom tidak mampu memberikan jalan keluar berupa mitigasi teknis untuk mengantisipasi kegagalan tersebut dan membuat Disdik DKI membuat mitigasi dalam alur proses," ucap Teguh. (Asp)

Baca Juga:

Anies Akui Pendaftaran PPDB Bermasalah

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Komunitas IDI keluarkan Pernyataan COVID-19 Hanya Sandiwara
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Komunitas IDI keluarkan Pernyataan COVID-19 Hanya Sandiwara

Klaim bahwa Swedia, Chechnya, dan Tajikistan sama sekali tidak memiliki kasus COVID-19 juga tidak benar. Terhitung hingga 23 Juni 2021, Swedia telah melaporkan 1.084.636 kasus COVID-19, Chechnya telah melaporkan 12.553 kasus, dan Tajikistan telah melaporkan 13.731 kasus.

PPKM Dimulai, PNS Keluyuran Kena Sanksi
Indonesia
PPKM Dimulai, PNS Keluyuran Kena Sanksi

Kerja dari rumah bagi para ASN Solo, sudah pernah diterapkan saat Pemkot Solo saat menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) COVID-19 pada 13 Maret 2020.

Sambangi Wisma Atlet, BP2MI Pastikan Jaminan Kesehatan Bagi Pekerja Migran Indonesia
Indonesia
Sambangi Wisma Atlet, BP2MI Pastikan Jaminan Kesehatan Bagi Pekerja Migran Indonesia

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menyambangi Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta Pusat, Rabu (19/5).

Indonesia Kembali Dapatkan 1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca
Indonesia
Indonesia Kembali Dapatkan 1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak semua pihak termasuk masyarakat terlibat dalam kegiatan vaksinasi karena Kementerian Kesehatan tidak bisa melakukan sendiri untuk menangani pandemi COVID-19.

Cuaca Jakarta Hari Ini Diprediksi Cerah Berawan
Indonesia
Cuaca Jakarta Hari Ini Diprediksi Cerah Berawan

"Memperkirakan cuaca cerah berawan akan mewarnai pagi hari di seluruh wilayah DKI Jakarta," tulis BMKG

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun Penjara
Indonesia
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun Penjara

Rizieq Shihab dituntut dua tahun penjara dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Debat Kedua, Gibran-Teguh dan Bajo Adu Strategi Penanganan COVID-19
Indonesia
Debat Kedua, Gibran-Teguh dan Bajo Adu Strategi Penanganan COVID-19

"Debat berlangsung delapan segmen. Ada sesi tanyajawab antar kedua paslon. Setiap segmen materinya berbeda-beda," kata Nurul

Kasus Dugaan Tipikor PT Asabri, Polisi Tunggu Laporan BPK
Indonesia
Kasus Dugaan Tipikor PT Asabri, Polisi Tunggu Laporan BPK

Setidaknya, ada tiga laporan dari masyarakat terkait dengan perusahaan pelat merah itu

Pengacara Djoko Tjandra Resmi Dijadikan Tersangka
Indonesia
Pengacara Djoko Tjandra Resmi Dijadikan Tersangka

Penetapan tersangka ini setelah 23 saksi yang diperiksa penyidik dalam kasus ini.