Telisik KPK Cari Kedekatan Azis dan Robin Lewat Wakasat Reskrim Agus Logo KPK. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kasus penerimaan suap mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dari Mantan Wakil Ketua DPR sekaligus Politikus Partai GolkarAzis Syamsuddin, terus didalami Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK telah merampungkan pemerikasaan Wakil Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Agus Supriyadi, dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah, Selasa (16/11).

Baca Juga:

KPK Dalami Aliran Duit Suap dari Azis Syamsuddin ke AKP Robin

Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mendalami kedekatan mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (AZ) dengan eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

"Tim penyidik kembali mendalami pengetahuan saksi di antaranya terkait dengan permintaan tersangka AZ agar Stepanus Robin Pattuju membantu dalam penanganan perkara yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK," kata Plt. Juru Bicara KPK, Ipi Maryati, Selasa (16/11).

Agus diduga, sebagai pihak yang mengenalkan Azis dengan Robin pertama kali. Perkenalan itu dimaknai Agus untuk mengurus perkara. Hal itu sebagaimana terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Agus Supriadi (Anggota Polri), yang bersangkutan hadir dan tempat pemeriksaan difasilitasi oleh Mabes Polri dengan dilaksanakan pada Divisi Propam Mabes Polri," ujar Ipi.

Azis Syamsuddin menjadi tersangka tunggal dalam kasus ini. Azis diduga mencoba menghubungi mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk menutup perkara yang menjerat Politikus Partai Golkar Aliza Gunado dan dirinya di KPK.

Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. (Foto: Antara)
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. (Foto: Antara)

Robin meminta uang ke Azis untuk membantunya menutup perkara di KPK. Robin dibantu Pengacara Maskur Husain dalam melancarkan aksinya.

Robin diduga berkali-kali menemui Azis untuk menerima uang. Duit itu diberikan tiga kali. Uang yang diberikan yakni USD 100 ribu, SGD 17.600, dan SGD 140.500.

Uang asing itu selalu ditukarkan ke rupiah usai diserahkan Azis ke Robin. Robin dan Maskur diduga telah menerima Rp 3,1 miliar dari Azis. Kesepakatan awalnya, Azis harus memberikan Rp 4 miliar untuk menutup kasus. (Pon)

Baca Juga:

KPK Periksa Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Terkait Kasus Azis Syamsuddin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satgas Nemangkawi Tangkap Buronan Separatis Papua Terlibat Pencurian Senjata
Indonesia
Satgas Nemangkawi Tangkap Buronan Separatis Papua Terlibat Pencurian Senjata

Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi menangkap satu daftar pencarian orang (DPO) kelompok separatis dan teroris (KST) Papua, Kopengga Enumbi.

Kemenag Diminta Sosialisasikan Prosedur Pelaksanaan Salat Tarawih dan Idul Fitri
Indonesia
Kemenag Diminta Sosialisasikan Prosedur Pelaksanaan Salat Tarawih dan Idul Fitri

Kemenag mengizinkan pelaksanaan Salat Tarawih dan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah berjamaah

Siswa Kembali ke Sekolah, Orang Tua Diingatkan Prokes COVID-19
Indonesia
Siswa Kembali ke Sekolah, Orang Tua Diingatkan Prokes COVID-19

Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria mengatakan, dengan diberikannya lampu hijau belajar mengajar di kelas, pihak sekolah dan orang wajib mengingatkan siswanya untuk menjalankan protokol kesehatan.

Anak Buah Juliari Ungkap Legislator PDIP Ihsan Yunus Dapat Jatah 400 Ribu Kuota Bansos
Indonesia
Anak Buah Juliari Ungkap Legislator PDIP Ihsan Yunus Dapat Jatah 400 Ribu Kuota Bansos

"Saudara saksi pak Ihsan Yunus, saya diperintah pak menteri untuk memberikan kuota 400 ribu," kata Adi

Tak Hanya Antarprovinsi, Mudik Dalam Satu Kabupaten/Kota Juga Dilarang
Indonesia
Tak Hanya Antarprovinsi, Mudik Dalam Satu Kabupaten/Kota Juga Dilarang

Maka silakan silahturahmi secara virtual saja

Anak Nia Daniaty Penuhi Panggilan Penyidik Polda Metro Jaya
Indonesia
Anak Nia Daniaty Penuhi Panggilan Penyidik Polda Metro Jaya

Anak penyanyi lawas Nia Daniaty, Olivia Nathania (Oi) memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penipuan CPNS di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/10).

Alasan Warga Positif COVID-19 Lebih Tepat Dirawat di Fasilitas Isolasi Terintegrasi
Indonesia
Alasan Warga Positif COVID-19 Lebih Tepat Dirawat di Fasilitas Isolasi Terintegrasi

Program FIT bekerjasama dengan lembaga pemerintah, Kementerian dan BUMN yang memiliki sarana gedung diklat.

Berkas Rizieq Dilimpahkan ke PN Jaktim, Pekan Depan Sidang Perdana
Indonesia
Berkas Rizieq Dilimpahkan ke PN Jaktim, Pekan Depan Sidang Perdana

Ada enam berkas perkara yang telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Selasa (9/3) lalu

Masyarakat Diminta Mengunduh Aplikasi e-Uji Emisi
Indonesia
Masyarakat Diminta Mengunduh Aplikasi e-Uji Emisi

Pemerintah daerah juga telah melibatkan 401 bengkel mobil

Bahas Tilang Pelanggar Uji Emisi, Pekan Ini Ditlantas Polda Metro Rapat dengan Dinas LH
Indonesia
Bahas Tilang Pelanggar Uji Emisi, Pekan Ini Ditlantas Polda Metro Rapat dengan Dinas LH

Penindakan tilang terhadap kendaraan bermotor tak lolos uji emisi gas buang ini harus digodok secara matang