Telat Daftar 14 Detik, Kanye West Gagal Nyapres Akan merilis lagu baru jika kontraknya sudah berakhir. (Foto: Page Six)

RAPPER Kanye West dikabarkan telah melewatkan tenggat waktu untuk mendaftarkan diri sebagai calon presiden di negara bagian Wisconsin. Hanya karena telat 14 detik, seorang hakim telah memutuskan untuk membuatnya tidak masuk dalam surat suara. Kejadian ini pun membuat penggemarnya sangat menyayangkan hal ini terjadi.

Mengutip laman Variety, hakim pengadilan Wisconsin John Zakowski turut serta dalam Komisi Pemilu Wisconsin pada Jumat (11/9). Komisi Pemilihan Umum setempat telah mengumumkan tenggat waktu terakhir untuk pendaftaran pada pukul 17.00. Sementara pihak West mengklaim mereka memiliki waktu hingga pukul 17.01 waktu setempat.

Baca juga:

Aktris Kamen Rider, Sei Ashina, Ditemukan Meninggal Dunia

“Fakta yang disayangkan adalah semua kisruh ini sebenarnya bisa saja dihindari jika perwakilan West datang lebih awal,” kata Zakowski.

Menjadi pendukung Trump dalam beberapa tahun terakhir. (Foto: The Telegraphs)
Menjadi pendukung Trump dalam beberapa tahun terakhir. (Foto: The Telegraphs)

Pihak West kini membawa permasalahan ini ke jalur hukum dan pengadilan Wisconsin memutuskan bahwa keputusan KPU mencoret namanya sudah tepat.

“Kandidat seharusnya membua perencanaan terlebih dahulu dan tiba tepat waktu untuk masuk ke dalam gedung dan menyerahkan persyaratanya di kantor komisi sebelum tenggat waktu,” tutur Zakowski.

Baca juga:

Joaquin Phoenix Dapat Tawaran USD50 Juta untuk Dua Film Joker

“Tak ada pengecualian dalam aturan itu,” lanjutnya.

Pemilik produk Yeezy ini sebenarnya sudah mencalonkan diri pada Juli 2020 dan telah ditolak dari pemungutan presiden di beberapa negara bagian. Hal itu disebabkan karena kurangnya tanda tangan pada petisi pencalonan dan kegagalan untuk memenuhi tenggat waktu yang diberikan.

Sudah mencalon diri menjadi presiden di beberapa negara bagian. (Foto: Billboard)
(Foto 1) Sudah mencalon diri menjadi presiden di beberapa negara bagian. (Foto Billboard)

West juga diketahui menjadi pendukung Presiden Trump dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, banyak yang mengira usaha West mencalonkan diri dari Presiden adalah upaya untuk mengambil suara dari Joe Biden.

Kabar yang baru-baru ini beredar adalah West mengatakan tidak akan merilis materi musik baru sampai kontraknya dengan Sony Music dan Universal berakhir. EMI, salah satu bagian dari Sony Music diketahui mengatur hak cipta karya-karya West sejak 2003. Namun pada Januari 2019, ia menggugat EMI dalam upaya untuk melepas kontrak yang telah mereka buat di 2003.

“Saya tidak mau merilis musik lagi sampai kontrak saya dengan Sony dan Universal berakhir,” ujar West mengutip laman NME. (and)

Baca juga:

Tagar RIP JK Rowling Ramai di Twitter, Ada Apa?



Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH