Telat Bikin Regulasi Skuter Listrik, Anies Dinilai Belum Siap Terima Perubahan Gubernur DKI Anies Baswedan saat peringatan Hari Sumpah Pemuda di Silang Monas, Senin (28/10). (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Ketua Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menyebut Pemprov DKI terlambat dalam membuat regulasi keberadaan skuter listrik atau escooter setelah terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa dan merusak fasilitas umum.

"Telat lah (membuat regulasi keberadaan skuter)," kata Gembong saat dikonfirmasi, Kamis (14/11).

Baca Juga

Penyewa GrabWheels Tewas, Grab Janji Tingkatkan Pengamanan

Menurut dia, Pemprov DKI lemah dalam pengawasan otopet listrik di Ibu Kota sehingga fasilitas yang bukan tempat mengaspal seperti Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dan trotoar dengan dilintasi transportasi bebas emisi itu.

"Begini, kita kembali ke fungsi lah. JPO fungsinya untuk apa? Gitu saja. Ketika pemanfaatan di luar fungsinya berarti ada masalah," papar dia.

Anggota Komisi A ini mendesak Pemprov DKI untuk mengerahkan petugas untuk berjaga difasilitas tersebut agar pengguna tak leluasa bermain. Ketika pengguna skuter ada yang mencoba melintas peran petugas diperlukan untuk melarangnya.

Gembong juga berharap Pemprov DKI menyiapkan lokasi bermain bagi pengguna otopet listrik agar tidak beroperasi di JPO dan trotoar yang dapat mengganggu para pejalan kaki.

"Artinya penanganan khusus itu bagaimana dia mendapatkan tempat yang baik juga bagi para pengguna skuter juga. Di satu sisi memberi fasilitas kepada mereka, tapi di sisi lain juga jangan sampai merusak barang yang ada," tuturnya.

Pengguna jalan menggunakan otopet atau skuter listik di Jakarta, Rabu (16/10/19). Pemprov DKI Jakarta berencana membuat regulasi untuk penggunaan skuter dan sepeda listrik yang sedang marak di Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Pengguna jalan menggunakan otopet atau skuter listik di Jakarta, Rabu (16/10/19). Pemprov DKI Jakarta berencana membuat regulasi untuk penggunaan skuter dan sepeda listrik yang sedang marak di Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

Disamping itu, Gembong menilai, pemerintahan Anies belum siap menerima keberadaan skuter listrik yang saat ini tengah digandrungi anak muda di Ibu Kota.

"Woh iya. Belum siap menerima perubahan-perubahan seperti itu sehingga gagap dalam mengantisipasi," tutupnya.

Seperti diketahui, Dua orang pemuda meninggal dunia bernama Ammar (18) dan Wisnu (18) saat menggunakan skuter listrik layanan Grab merek Grabwheels. Keduanya meninggal ditabrak mobil berjenis sedan di kawasan Gate 3 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu (10/11), 03.29 dini hari.

Baca Juga

GrabWheels Makan Korban Jiwa, Polisi dan Anies Diminta Bertanggung Jawab

Sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka yaitu Bagus, Fajar, Wanda, dan Wulan. Mereka menyewa otopet di kawasan FX Sudirman.

Fenomena keberadaan skuter listrik ini juga menyebabkan fasilitas umum JPO di Jakarta rusak. Karena para pengguna escooter bermain di lokasi itu. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH