Telah Jual Rp 800,93 Triliun, Kemenkeu Batalkan Sisa Lelang SUN di 2021 uang rupiah. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pemerintah memutuskan untuk membatalkan lelang rutin surat utang negara (SUN) dan sukuk negara atau surat berharga syariah negara (SBSN) di pasar perdana domestik yang masih terjadwal di sisa tahun 2021.

Alasan pembatalan tersebut karena target pembiayaan APBN dari penerbitan surat berharga negara (SBN) sudah tercapai. Selain itu, lelang terjadwal tersebut ditiadakan dengan mempertimbangkan outlook penerimaan dan belanja negara pada akhir 2021 yang diperkirakan mampu menjaga kinerja defisit APBN dalam posisi yang aman.

Baca Juga:

Utang Garuda Capai USD 7 Miliar, Rute Internasional Dilayani Emirates

Sisa lelang penerbitan SUN dan SBSN yang ditiadakan di sisa 2021 adalah lelang SUN pada 9 November, 23 November dan 7 Desember serta lelang SBSN pada 16 November, 30 November dan 14 Desember.

Terkait rencana pembiayaan selanjutnya, pemerintah dimungkinkan untuk melakukan penerbitan SBN pada kuartal IV 2021 dalam rangka memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2022 atau prefunding.

Namun, dalam keterangnya, pemerintah akan memantau kondisi makro ekonomi dan pasar keuangan kuartal IV 2021 serta kebutuhan kas negara di awal tahun 2022 untuk pelaksanaan prefunding tersebut.

Mata uang dolar. (Foto: Antara)
Mata uang dolar. (Foto: Antara)

Pembiayaan negara melalui penerbitan SUN dan SBSN untuk APBN 2021 hingga awal November, pemerintah telah menyerap dana masing-masing Rp576,74 triliun dan Rp224,19 triliun dengan total mencapai Rp800,93 triliun.

Salah satu penawaran tertinggi investor yang masuk untuk lelang SUN terjadi pada 3 Agustus 2021 yaitu Rp 107,78 triliun atau tertinggi kedua sepanjang sejarah penerbitan SUN. (Asp)

Baca Juga:

Utang Garuda Capai USD 7 Miliar, Rute Internasional Dilayani Emirates

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polda Metro Ringkus 2 Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Tes COVID-19
Indonesia
Polda Metro Ringkus 2 Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Tes COVID-19

Polda Metro Jaya meringkus dua orang pelaku pemalsuan dokumen hasil tes COVID-19 masing-masing berinisial MI dan NFA.

Selama Pandemi, 52 Pegawai Kejaksaan Agung Gugur Akibat COVID-19
Indonesia
Selama Pandemi, 52 Pegawai Kejaksaan Agung Gugur Akibat COVID-19

Dia pun meminta agar para anggotanya tetap berjuang maksimal agar bisa sembuh dari COVID-19

Bareskrim Polri Tetapkan 57 Tersangka Kasus Pinjol Ilegal
Indonesia
Bareskrim Polri Tetapkan 57 Tersangka Kasus Pinjol Ilegal

"Kita sudah mengungkap 13 kasus dengan 57 tersangka yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," jelas Kepala Bareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto

Mantan Anggota FPI Diduga Terlibat Penganiayaan Muhammad Kece
Indonesia
Mantan Anggota FPI Diduga Terlibat Penganiayaan Muhammad Kece

Irjen Napoleon Bonaparte diduga menganiaya tersangka kasus dugaan ujaran kebencian Muhammad Kece.

Mahfud MD Sampaikan Penghargaan Pada KSAD Andika
Indonesia
Mahfud MD Sampaikan Penghargaan Pada KSAD Andika

TNI sudah melaksanakan tugas sesuai dengan pesan sejarah dan amanat konstitusi, termasuk membantu penanganan COVID-19.

Gegara Listrik Padam, Jateng Kehilangan Cadangan Oksigen 60 Ton
Indonesia
Gegara Listrik Padam, Jateng Kehilangan Cadangan Oksigen 60 Ton

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov) Jawa Tengah kehilangan cadangan oksigen medis sebanyak 60 ton.

[HOAKS atau FAKTA] Foto Fadli Zon Minta Ditembak Mati Saja
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Foto Fadli Zon Minta Ditembak Mati Saja

“Saya minta di tembak mati saja”

Ridwan Kamil Pastikan RSUD di Jawa Barat Siap Lakukan Vaksinasi Booster
Indonesia
Ridwan Kamil Pastikan RSUD di Jawa Barat Siap Lakukan Vaksinasi Booster

"Kita monitor fatalitasnya yang memang menurut kajiannya Omicron ini fatalitas dan hospitalisasinya rendah," tuturnya.

Istana Sebut Pesan Jokowi Terkait Penceramah Radikal Bukan Mengada-ada
Indonesia
Istana Sebut Pesan Jokowi Terkait Penceramah Radikal Bukan Mengada-ada

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penceramah radikal yang disampaikan dalam rapat pimpinan TNI -Polri beberapa pekan lalu memunculkan pro dan kontra.

Polemik Celeng Vs Banteng di PDIP, Aria Bima: Kader Jangan Kebablasan
Indonesia
Polemik Celeng Vs Banteng di PDIP, Aria Bima: Kader Jangan Kebablasan

"Dinamika politik itu hal biasa, tetapi jangan kebablasan," kata dia.