Tekan Laju Penularan COVID-19 Perlu 3K Disiplin menjalankan protokol kesehatan mencegah penyebaran COVID-19. (Foto: Unsplash/Nick Fewings)

PERLU dilakukan pendekatan secara pentahelix untuk mencegah melonjaknya kasus COVID-19. Yakni melibatkan unsur pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, dan masyarakat. Satgas menekankan prinsip 3K (Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi) dengan pemerintah dan satuan tugas penanganan COVID-19 di daerah serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Demi menekan laju peningkatan COVID-19, pemerintah juga kembali meningkatkan operasi yustisi untuk mengawasi penegakan protokol kesehatan dan pembatasan mobilitas masyarakat. Jumlah testing dan tracing terus ditingkatkan dan mengoptimalkan peran pos komando (posko) desa/kelurahan untuk memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro.

Baca Juga:

Kini, Vaksinasi Gotong Royong Bisa Gunakan Merek Vaksin COVID-19 yang Digratiskan

prokes
Perlunya kerja sama antar elemen masyarakat mencegah penularan COVID-19. (Foto: KPCPEN)

Seperti yang dikatakan oleh Mohammad Idris, Wali Kota Depok, di wilayahnya telah dibuat sejumlah peraturanuntuk menangani COVID-19. Ada 13 Peraturan Wali Kota, 43 Surat Keputusan, 8 Surat Edaran, dan 4 Instruksi Wali Kota. “Kita juga membentuk Kampung Siaga berbasis RW yang kita beri stimulus dana Rp 3 juta supaya mereka bergerak mencegah penularan COVID-19 di hulu,” terangnya dalam Dialog Produktif KPCPEN yang ditayangkan di FMB9ID_IKP, Kamis (17/6).

Pemerintah Kota Depok juga menstimulasi tingkat Kecamatan dan Lurah untuk menangani COVID-19. Selain itu, kerja sama dengan TNI juga efektif dalam menekan mobilitas warga di tingkat kelurahan. Pendekatan masyarakat dilakukan dengan cara-cara persuasif dengan menempatkan masyarakat sebagai subjeknya.

“Pembimbing rohani di masa COVID-19 ini kami minta menggerakkan masyarakat dengan cara menyisipkan pesan protokol kesehatan dalam ceramah agama,” tambah M. Idris.

Kendati begitu, diakui oleh M. Idris, kesadaran warga Depok masih rendah dan perlu terus diingatkan agar tidak lalai menjalankan protokol kesehatan. “Apalagi RT-RT yang masuk zona hijau karena tidak ada kasus merasa aman,” ungkapnya.

Sementara Sonny B. Harmadi, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 menyampaikan, “Kita tahu lonjakan kasus saat ini terjadi karena adanya libur panjang yang diikuti laju perjalanan penduduk yang masif. Ketika mobilitas naik, kepatuhan protokol kesehatannya turun. Inilah pemicu utama meningkatnya kasus. Kita sebenarnya pernah berhasil menurunkan kasus pada Februari 2021, dari 176.500 lebih menjadi 87,662 kasus aktif karena kepatuhan protokol kesehatan naik dan mobilitas penduduk turun.”

Baca Juga:

Dinkes DKI Temukan 33 Kasus COVID-19 Varian Baru Masuk Jakarta

covid
Masyarakat diharapkan membatasi mobilitas. (Foto: Unsplash/Mufid Majnun)

Menurut Sonny, Satgas saat ini mempertimbangkan agar tidak lagi ada libur panjang. Selain itu mereka tengah mendorong kepatuhan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya klaster kantor. “Harus ada upaya keras kita bersama agar tidak terjadi kerumunan. Memakai masker jadi kewajiban. Kemudian ada pembatasan mobilitas dan aktivitas. Karenanya, di zona merah, bekerja di kantor itu dibatasi hanya sampai 25%,” ungkapnya lebih lanjut.

Dari sisi tenaga kesehatan, dr. Tirta menyarankan agar pemerintah mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. “Jadi edukasi bukan dari dokter lagi tapi dari kader-kader kesehatan di posyandu-posyandu. Kader-kader ini harus kita tingkatkan untuk mengedukasi kesadaran masyarakat mengenai penyakit menular seperti COVID-19 ini,” sarannya.

Klarifikasi hoaks terkait penanganan COVID-19 dan vaksinasi COVID-19, menurut dr. Tirta, perlu dipercepat lagi. “Kebanyakan yang mengklarifikasi biasanya teman-teman tenaga kesehatan juga. Saat ini sedang kita usulkan agar hoaks-hoaks ini bisa diklarifikasi dengan segera,” ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat jangan lengah. Meski sudah divaksinasi, tetap menjaga protokol kesehatan. “Jadi kami mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari perjalanan, apalagi bulan depan juga akan ada momen Idul Adha. Jadi kita fokus mencegah agar peningkatan ini tidak terulang kembali di bulan depan,” tegasnya. (psr)

Baca Juga:

Dinkes DKI Sebut Kasus COVID-19 pada Anak Meningkat Tajam

Penulis : P Suryo R P Suryo R
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
ASI yang Seret Bisa Jadi Karena Hal ini
Fun
ASI yang Seret Bisa Jadi Karena Hal ini

Sedikitnya produksi ASI tidak selalu berkaitan dengan masalah kesehatan fisik sang ibu.

Siapa Rapper Terkaya di Dunia?
ShowBiz
Siapa Rapper Terkaya di Dunia?

Intip juga total kekayaan mereka.

Aston Martin Pamerkan Motor Perdana
Hiburan & Gaya Hidup
Aston Martin Pamerkan Motor Perdana

Setelah sukses menjadi salah satu produsen mobil ternama, Aston Martin mulai merambah lini sepeda motor.

Anak Bungsu Juga Pemuda Tangguh
Fun
Anak Bungsu Juga Pemuda Tangguh

Jangan remehkan anak bungsu.

Tampil Perdana setelah Melahirkan, Cardi B Memukau di Paris Fashion Week
ShowBiz
Tampil Perdana setelah Melahirkan, Cardi B Memukau di Paris Fashion Week

Mengenakan busana ketat berpayet warna merah rubi dengan bulu-bulu berwarna senada.

Jalan-Jalan ke Machu Picchu Melalui Pengalaman Virtual
Fun
Jalan-Jalan ke Machu Picchu Melalui Pengalaman Virtual

Boca Raton Musseum of Art di Florida akan meluncurkan ekshibisi bertajuk Machu Picchu and the Golden Empires of Peru.

Toko Fesyen Daring Hadirkan Diskon 90 Persen Pada 11.11
Fashion
Toko Fesyen Daring Hadirkan Diskon 90 Persen Pada 11.11

Berbagai produk fesyen berkualitas siap meramaikan 11.11.

4 Rasa Yogurt Wajib Kamu Coba
Fun
4 Rasa Yogurt Wajib Kamu Coba

Varian rasa yogurt ini siap memberikan keceriaan pada hari-harimu.

Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Nonton ‘Tjoet Nja’ Dhien’
ShowBiz
Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Nonton ‘Tjoet Nja’ Dhien’

Merupakan program Kemenparekraf dalam #KembaliKeBioskop.

Gaji Pebalap F1 Sampai Ratusan Miliar Rupiah
Fun
Gaji Pebalap F1 Sampai Ratusan Miliar Rupiah

Gaji pebalap papan atas mencapai ratusan miliar rupiah.