Tekan Angka Pelanggar Lalu Lintas, Pengamat: 'Electronic Traffic Law Enforcement' Inovasi Jitu Ilusrasi. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

MerahPutih.com - Pengamat transportasi, Darmaningtyas menilai, penggunaan teknologi dalam pengawasan dan penegakan hukum di bidang lalu lintas sudah tak dapat dihindari lagi.

Pasalnya, ini merupakan sebuah tuntutan dan kebutuhan zaman yang mau tak mau harus dijawab agar tak usang alias kuno.

"Sekarang eranya teknologi, pengawasan dan penegakan hukum di bidang lalu lintas juga harus bisa berkembang. Hal ini tidak dapat dihindarkan lagi," kata Darmaningtyas kepada wartawan, Kamis (11/7).

Dokumentasi pengendara melintas di dekat rambu tilang elektronik di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (9/11/2018). (ANTARA FOTO/Rivan Lingga)
Dokumentasi pengendara melintas di dekat rambu tilang elektronik di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (9/11/2018). (ANTARA FOTO/Rivan Lingga)

Baca Juga: Ratusan Pelanggar Lalu Lintas Terekam Kamera Tilang Elektronik

E-TLE atau Electronic Traffic Law Enforcement merupakan inovasi jitu Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dalam menurunkan angka pelanggaran lalu lintas yang menjadi penyebab kecelakaan.

"Ini inovasi jitu yang patut dikembangkan guna mengawas dan menindak pelanggar demi mensukseskan tahun keselamatan berlalu lintas, jadi penggunaan E-TLE itu sudah tepat," ucapnya.

Ia menjelaskan, alat tersebut sanggat berguna untuk membuat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. Jika sistem ini dilakukan tegas dan konsisten kepada para pelanggar maka ketertiban berlalu lintas akan makin maju.

"Jika tegas dan konsisten sanksinya maka kecenderungan masyarakat untuk tertib dalam berkendara di jalan raysa dapat terus didorong," pungkasnya.

Tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan membuatnya prihatin dan terus getol mendukung program keselamatan secara masif.

Baca Juga: Pengamat: Kalau Ingin Terbit Tilang Elektronik, Harus Semua Jenis Kendaraan Bermotor

"Kami sangat mendukung dan mengapresiasi setiap program pemerintah melalui Kepolisian demi mendukung tercapainya budaya selamat dalam berlalu lintas," tegasnya.

Darmaningtyas optimis inovasi ini dapat memangkas keberadaan anggota Polantas di jalan raya. "Jika di Malaysia itu gak ada kita lihat polisi berdiri di jalan, lalu lintasnya dibangun secara sistematis dan didukung oleh tenologi canggih," jelasnya.

Menurutnya, penggunaan E-TLE bukan kali ini saja masuk ke Indonesia. "Tahun 2017 lalu E-TLE sudah masuk di Indonesia yaitu di Semarang, waktu itu saya naik angkutan umum pas saya minta lewati sebuah jalur si sopir langsung ngomong jika di rute tersebut sudah terpasang kamera E-TLE," tutur Darmaningtyas.

Ia optimis, E-TLE dapat memberikan perubahan sikap dan perilaku positif para pengendara di jalan raya. "Saya optimis dengan inovasi ini (E-TLE) demi membangun budaya tertib berlalu lintas di Jakarta dan Indonesia," tutupnya. (Knu)

Baca Juga: Nyetir Sambil Main HP, Siap-Siap Kena Tilang Elektronik



Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH