Tegur Ratusan Pemda, Jokowi Minta Kabar Baik COVID-19 Digenjot Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto:Biro Pers Setpres)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar penyampaian berita baik soal penanganan COVID-19 dapat ditingkatkan demi mendorong rasa optimisme masyarakat. Kepala Negara juga menegur ratusan pemerintah daerah (Pemda) karena belum memiliki kesamaan visi dengan pusat.

"Jangan sampai banyak berita yang baik tidak bisa disampaikan sehingga rasa optimis masyarakat cenderung masuk ke hal-hal yang tidak positif," kata Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (14/4).

Baca Juga:

Perintahkan Sehari 10.000 Tes PCR, Jokowi Tuntut Data Jangan Dimanipulasi

"Lakukan komunikasi yang efektif, yang memberikan penjelasan-penjelasan secara transparan kepada media harus dilakukan dengan detail dan baik," imbuh Kepala Negara dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna melalui konferensi video itu.

Presiden juga meminta dukungan aparat penegak hukum agar masyarakat punya kedisiplinan untuk melakukan physical distancing dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi COVID-19.

warga saat pandemi
Warga masih beraktivitas secara normal di tengah wabah COVID-19. Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Tak hanya itu, Jokowi meminta agar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegur ratusan daerah yang belum mengubah anggarannya untuk mengatasi pandemi COVID-19.

"Saya melihat saya cermati saya catat, masih ada beberapa daerah yang APBD-nya 'business as usual', saya minta Menteri Dalam Negeri, saya minta Menteri Keuangan agar mereka ditegur," tutur Jokowi.

Baca Juga:

Jokowi Teken Perppu Tambahan Anggaran COVID-19 Rp400 Triliun Lebih!

"Ada 103 daerah yang belum menganggarkan jaring pengaman sosial. Ada 140 daerah yang belum menganggarkan penanganan dampak ekonomi dan bahkan ada 34 daerah yang belum menyampaikan data anggaran untuk penanganan COVID-19," sesal mantan Gubernur DKI itu.

Jokowi mengkritik ratusan daerah-daerah tersebut belum satu visi dengan pemerintah pusat. Padahal dikutip Antara, Presiden sudah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa pada 20 Maret 2020.

Tujuannya adalah agar kementerian dan pemerintah daerah melakukan "refoccusing" kegiatan dan realokasi anggaran untuk mempercepat penanganan COVID-19 baik terkait isu-isu kesehatan maupun bantuan sosial untuk mengatasi persoalan ekonomi. (*)

Baca Juga:

Cegah Virus Corona, Jokowi Minum Jamu Tiga Kali Sehari

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dicokok KPK, Bupati Sidoarjo: Saya Tidak Tahu Kasus Apa
Indonesia
Dicokok KPK, Bupati Sidoarjo: Saya Tidak Tahu Kasus Apa

Bupati Sidoarjo dua periode itu keluar dari ruangan Subdit III Tipikor Polda Jatim sekitar pukul 04.30 WIB dengan memakai jas menuju bus.

PT KAI Daop 3 Cirebon Prediksi Lonjakan Penumpang Naik 5 Persen Saat Libur Nataru
Indonesia
PT KAI Daop 3 Cirebon Prediksi Lonjakan Penumpang Naik 5 Persen Saat Libur Nataru

"KA tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 134 perjalanan KA," tuturnya.

 Gelar Event Esport untuk Ribuan Anak Muda, Gibran: Ini Bukan Kampanye Pilwalkot Solo
Indonesia
Gelar Event Esport untuk Ribuan Anak Muda, Gibran: Ini Bukan Kampanye Pilwalkot Solo

"Event kompetisi Esport Free Fire ini tidak ada kaitanya dengan kampaye. Ini murni acara anak muda untuk menyalurkan minat bakat geme," ujar Gibran

Dapat Kucuran Rp3 Triliun, BNPB Diminta Sediakan Alat PCR dan Rapid Test dalam Jumlah Banyak
Indonesia
Dapat Kucuran Rp3 Triliun, BNPB Diminta Sediakan Alat PCR dan Rapid Test dalam Jumlah Banyak

Termasuk menyediakan alat dan kebutuhan kesehatan lainnya, terutama untuk alat pelindung diri (APD) yang masih banyak kekurangan di sejumlah daerah Indonesia.

Ini Jadwal Masuk Sekolah Tatap Muka di Yogyakarta
Indonesia
Ini Jadwal Masuk Sekolah Tatap Muka di Yogyakarta

Pembukaan sekolah tatap muka di seluruh Yogyakarta menunggu hasil evaluasi risiko penularan COVID-19 di perguruan tinggi.

[FAKTA Atau HOAKS]: Sniper TNI Tembak Pesawat Tempur Israel
Indonesia
[FAKTA Atau HOAKS]: Sniper TNI Tembak Pesawat Tempur Israel

Beredar di media sosial (medsos) yang diunggah akun Facebook Roni Situmeang terkait sniper TNI menembak target pesawat tempur Israel di udara.

Diperiksa Soal 'Red Notice' Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte Diberondong 40 Pertanyaan
Indonesia
 Hasto Sebut Tren Elektabilitas Gibran dan Bobby Terus Meningkat
Indonesia
Hasto Sebut Tren Elektabilitas Gibran dan Bobby Terus Meningkat

Begitupun dengan Gibran, yang menurut Hasto, juga memperlihatkan tren elektabilitas yang terus meningkat.

Aksi Mahasiswa Long March di Tangerang
Foto
Aksi Mahasiswa Long March di Tangerang

Ribuan mahasiswa melakukan long march untuk menolak penetapan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI di jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Banten,

Letusan Gunung Merapi Diprediksi Seperti 14 tahun Silam
Indonesia
Letusan Gunung Merapi Diprediksi Seperti 14 tahun Silam

Erupsi kali ini diperkirakan akan bersifat efusif atau lelehan dan diprediksi memiliki kesamaan dengan erupsi 2006.