Tega Mutilasi Pacar Sendiri, Prajurit TNI Mewek di Sidang Militer Ilustrasi mutilasi. Foto: NET

MerahPutih.com - Terdakwa pembunuhan dan mutilasi Prajurit Dua Deri Permana banjir air mata saat menjalani sidang kasus pembunuhan Vera Oktaria, pacarnya yang bekerja sebagai kasir minimarket di Pengadilan Militer I-04 Jakabaring, Palembang

Pantauan di gedung pengadilan, Kamis (1/8) pagi, terdakwa tiba menggunakan mobil tahanan dengan berseragam PDH TNI. Agenda sidang perdana ini mendengarkan keterangan tujuh dari 14 saksi.

Baca Juga: Hendardi Dorong Panglima TNI Mendatang Reformasi Pengadilan Militer

Prajurit TNI itu menangis dengan tertunduk saat mendengar keterangan saksi ketiga yang merupakan kakak kandung korban, Putra, ketika menceritakan awal mula hilangnya korban.

mahkamah militer
Terdakwa saat mendengarkan keterangan saksi kakak korban pada sidang perdana di Pengadilan Militer I-04 Militer Palembang, Kamis (1/8). (ANTARA/Aziz Munajar)

"Keluarga tersangka pernah ke rumah kami mencari tersangka sebelum kejadian adik saya (korban) meninggal, keluarga terdakwa cerita Prada DP melarikan diri dari sekolah TNI di Baturaja," kata kakak kandung korban dalam persidangan.

Pascakorban menghilang, kata Putra, keluarga korban langsung ke rumah terdakwa untuk mencari kejelasan termasuk kemungkinan korban di bawa kabur terdakwa, saksi menyebut sebelum peristiwa pembunuhan korban dan tersangka sudah tidak punya hubungan (putus) karena terdakwa bersikap kasar pada korban.

"Setelah mayat korban di RS Bhayangkara Palembang barulah saya yakin itu adik saya lewat beberapa tanda tubuh," imbuh dia dalam kesaksiannnya.

Terdakwa pun semakin terisak. Bahkan, Letnan Kolonel Muhammad Hasyim selaku ketua majelis hakim sampai menanyakan kesanggupan terdakwa untuk terus menjalani sidang. "Terdakwa masih sanggup?" tanya dia.

"Siap masih yang mulia," jawab terdakwa masih dengan sesenggukan. Prada Permana pun memberikan jawaban yang sama ketika ditanya ulang lagi oleh hakim, sebelum sidang kembali dilanjutkan.

Baca Juga: Polri dan Interpol Lakukan Penyidikan Bersama Kasus Mutilasi WNI di Malaysia

Dikutip dari Antara, terdakwa Permana didakwa memutilasi seorang kasir minimarket Vera Oktaria di suatu penginapan kawasan Sungai lilin Kabupaten Musi Banyuasin pada 10 Mei lalu. Pelaku memutilasi korban karena kalut saat korban meminta dinikahi dengan pengakuan sedang hamil.

Permana yang terkejut karena tidak siap menikahi sontak membekap korban sampai meninggal dunia. Lalu dia berusaha menghilangkan jejak dengan mencari-cari alat di dalam kosan, pelaku menemukan gergaji lantas memotong tangan korban dan berupaya memasukan mayat ke dalam koper.

Usai memutilasi mayat pacarnya, prajurit TNI itu kabur meninggalkan mayat Vera di dalam penginapan menuju Lampung dan buron selama satu bulan. (*)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Tetap Produktif Meski di Rumah Saat Pandemi COVID-19
Indonesia
Tetap Produktif Meski di Rumah Saat Pandemi COVID-19

“Rutinitas yang terus menerus dilakukan di rumah tentunya dapat membuat kejenuhan. Salah satu cara untuk mengatasi kejenuhan dengan cara melakukan hal positif dan bermanfaat," ujar Taqy

Pemerintah Kekeh Tak Buka Riwayat Perjalanan Pasien Corona
Indonesia
Pemerintah Kekeh Tak Buka Riwayat Perjalanan Pasien Corona

Pemerintah telah mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan kontak dengan penderita corona

Korupsi Proyek Fiktif, KPK Periksa Direktur Keuangan dan SDM Wàskita Wado Energi
Indonesia
Korupsi Proyek Fiktif, KPK Periksa Direktur Keuangan dan SDM Wàskita Wado Energi

Fathor dan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif

Hampir 6.000 Orang Daftar Jadi Relawan Penanganan COVID-19
Indonesia
Hampir 6.000 Orang Daftar Jadi Relawan Penanganan COVID-19

Relawan non medis yang telah mendaftar sebanyak 4.008 relawan

Haris Azhar Minta KPK Bongkar Rute Pelarian Nurhadi
Indonesia
Haris Azhar Minta KPK Bongkar Rute Pelarian Nurhadi

Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT

[HOAKS atau FAKTA]: Omnibus Law Disahkan, Pabrik Mobil Nissan Bakal Tutup
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Omnibus Law Disahkan, Pabrik Mobil Nissan Bakal Tutup

Cuitan yang diunggah pada 26 Oktober 2020 telah mendapat respons sebanyal 517 retweet, 318 balasan, dan 3,346 suka.

Dukung Kemerdekaan Palestina di Sidang PBB, Jokowi: No One, No Country Should Be Left Behind
Indonesia
Dukung Kemerdekaan Palestina di Sidang PBB, Jokowi: No One, No Country Should Be Left Behind

Hingga kini, prinsip Dasa Sila Bandung masih sangat relevan

Satu Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan Divonis 2 Tahun Penjara
Indonesia
Satu Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan Divonis 2 Tahun Penjara

Rahmat dinyatakan bersalah karena melakukan penganiayaan berat terhadap Novel

Dua Orang Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan akibat Bansos Corona di Jakarta Utara
Indonesia
Dua Orang Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan akibat Bansos Corona di Jakarta Utara

Awal mula keributan terkait bansos ini terjadi karena warga berinisial NA tadi menanyakan sembako kepada RT.

Gegara Edhy Prabowo, Elektabiltas Prabowo dan Gerindra Turun
Indonesia
Gegara Edhy Prabowo, Elektabiltas Prabowo dan Gerindra Turun

Melainkan yang paling terkena dampaknya adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang digadang-gadang bakal maju menjadi calon presiden 2024.