Tebing-Tebing nan Cantik, Destinasi Wisata Kekinian Tebing-tebing nan cantik kini jadi tujuan wisata baru di Tanah Air. (foto: Instagram @ceciliapramono)

BENTANG alam Indonesia amatlah beragam. Dari gunung hingga pantai, semua indah untuk dieksplorasi. Yang terbaru, wisata tebing mulai dilirik pelancong. Beberapa kawasan di Tanah Air memang memiliki tebing atau ngarai yang megah dan unik. Meskipun merupakan gugusan batu-batu menjulang tinggi, tebing-tebing tersebut justru cantik jadi spot foto.

Berikut 5 tebing nan cantik yang jadi destinasi wisata kekinian.


1. Ngarai Sianok

ngarai sianok
Ngarai Sianok, Sumbar. (foto: Instagram @indtravel)

Terletak di perbatasan Kota Bukittinggi di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Ngarai Sianok merupakan sebuah lembah curam yang memanjang dan berkelok. Ngarai ini menjadi batas Kota Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku, dan berakhir di kecamatan Palupuh.

Keindahan Ngarai Sianok membuatnya jadi destinasi wisata andalan provinsi Sumbar. Dengan bentangan sepanjang 15 km, jurang ini sebenarnya merupakan patahan yang memisahkan Pulau Sumatra menjadi dua bagian memanjang. Patahan itu membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah yang hijau.


2. Tebing Koja

tebing koja
Tebing Koja dijuluki Kandang Godzilla. (foto: Instagram @fransxaverei)

Tak jauh dari Ibu Kota, ada tebing indah yang berpadu dengan area persawahan. Tebing Koja namanya. Tebing Koja berada di Desa Cisuka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten. Banyak orang menjuluki tebing itu dengan nama Kandang Godzilla. Di sana, kamu dapat menemukan panorama tebing-tebing eksotis menyerupai tembok besar. Pagi atau sore hari jadi waktu paling pas untuk berkunnjung. Selain karena cuacanya tidak terlalu terik, saat pagi dan sore kamu akan menemukan sinar matahari yang indah.


3. Tebing Breksi

tebing breksi
Tebing Breksi, destinasi wisata baru Yogyakarta. (foto: Instagram @maymaya13)

Pahatan abstrak tinggalan aktivitas tambang jadi ornamen unik di tebing Breksi ini. Sesuai dengan namanya, tempat wisata ini merupakan perbukitan batuan breksi. Sebelum menjadi tempat wisata, lokasi Taman Tebing Breksi merupakan tempat penambangan batuan alam. Kegiatan penambangan dilakukan masyarakat sekitar. Di sekitar lokasi penambangan bahkan terdapat tempat-tempat pemotongan batuan hasil penambangan untuk dijadikan bahan dekorasi bangunan.

Terletak tak jauh dari pusat Kota Yogyakarta, tebing ini merupakan wisata alam yang terbentuk dari batu berusia ratusan tahun. Lokasi itu baru resmi dibuka sebagai objek wisata pada Mei 2015 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Peresmian itu dilakukan setelah tambang ditutup pada 2004. Masyarakat berinisiatif mendekorasi lokasi bekas pertambangan itu menjadi tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Kalau kamu tertarik berkunjung, temukan Tebing Breksi di dekat Candi Ijo di Desa Sambirejo, Desa Prambanan, Kabupaten Sleman.


4. Kelabba Maja

kelaba maja
Kelabba Maja yang warna-warni. (foto: Instagram @aldi_amran)

Gradasi warna yang terdapat di tebing-tebing Kelabba Maja membuatnya jadi tujuan wisata yang amat menarik. Kelabba Maja terletak di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Di sini kamu dapat menemukan pilar-pilar batu berwarna merah muda dengan puncak berbentuk mirip jamur berwarna merah tua.

Oleh penduduk setempat, terutama warga Desa Gelanalalu, Kelabba Maja dianggap sebagai tanah dewa. Mereka percaya bukit-bukit penuh warna itu merupakan tempat berdiamnya Dewa Maja. Di sana juga terdapat batu yang digunakan sebagai altar pemujaan bagi sang dewa.

Walaupun perjalanan menuju ke lokasi mengharuskan kamu mengeluarkan tenaga ekstra, semuanya akan terbayar ketika mencapai Kelabba Maja. Pemandangannya yang indah dijamin akan membuat kamu terkagum.

5. Bukit Jamur Bungah

bukit jamur bungah
Bukit Jamur Bungah. (foto: Instagram @aryasaputra)

Sama seperti Tebing Breksi, Bukit Jamur Bungah juga merupakan bekas area tambang yang beralih jadi destinasi wisata. Tebing ini berada pada tempat bekas tambang batu kapur di Kecamatan Bungah, Gresik. Bentuk mirip jamur pada bebatuan di Bukit Jamur terjadi karena fenomena alam pengikisan batu oleh angin dan air hujan. Ukuran batu yang ada di perbukitan ini beragam, bahkan ada yang memiliki tinggi hingga 7 meter.(*)

Kredit : dwi


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH