Team Spirit Juara The International 2023, Bawa Pulang Hadiah Rp 22 Miliar

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 30 Oktober 2023
Team Spirit Juara The International 2023, Bawa Pulang Hadiah Rp 22 Miliar
Team Spirit berhasil menyaingi posisi OG. (Foto: Instagram@team_spirit)

TEAM Spirit berhasil memenangi turnamen The International (TI) DOTA 2 Championship 2023 setelah menaklukkan Gaimin Gladiators dengan skor 3-0. Dengan begitu, Yatoro dan kawan-kawan berhasil membawa uang sebesar USD 1,418 juta atau sekitar Rp 22 miliar.

Di game pertama, Yatoro berhasil mendapatkan 18 kill menggunakan hero Weaver dengan total 47 persen damage secara keseluruhan. Yatoro pun kembali mengangkat Team Spirit di game kedua menggunakan Faceless Void.

Pada game ketiga, pertahanan Team Spirit sedikit rapuh setelah Gaimin berhasil mendominasi early game. Meski sudah mengantungi dua poin kemenangan, Team Spirit tetap bermain serius agar Gaimin Gladiators tidak meroleh satu poin. Sebab jika Team Spirit kalah, maka akan berlanjut ke game keempat.

Baca juga:

Juara di TI 10 Dota 2, Team Spirit Bawa Pulang Rp 253 Miliar

Team Spirit Juara The International 2023, Bawa Pulang Hadiah Rp 22 Miliar
Momen kemenangan Team Spirit di TI12. (Foto: Youtube@NoobFromUA)

Di game ketiga menit 40, Team Spirit mulai beraksi untuk menembus base Gaimin Gladiators. Posisi Yatoro yang menyimpan Aegis lewat Chaos Knight, sangat dilindungi oleh teman-temannya. Collapse terlihat percaya diri dengan serudukan Spirit Breaker dan memiliki darah yang cukup tebal.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Gaiming Gladiators yang melindungi posisi tOfu (Muerta) dan dyrachyo (Spectre). Kedua hero ini memiliki peranan yang cukup penting untuk melindungi base. Sayangnya, Spectre mampu dikunci oleh tim lawan sehingga tidak bisa bergerak sedikit pun. Tidak ada buyback dari dyrachyo dan harus menunggu 111 detik untuk respawn.

Baca juga:

The International 10 Dota 2 Digelar di Rumania

Team Spirit Juara The International 2023, Bawa Pulang Hadiah Rp 22 Miliar
Menjadi kemenangan kedua Team Spirit. (Foto: Youtube@NoobFromUA)

Permainan semakin menegangkan dan kemenangan tampak jelas di depan mata ketika Quinn tersisa sebagai last man standing. Pangolier-nya tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya terdiam di Fountain sambil mengeluarkan skill Swashbuckle. GG called pun terjadi di menit 42.

Dengan kemenangan ini, Team Spirit berhasil menjadi tim DOTA 2 kedua yang pernah mengangkat Aegis sebanyak dua kali, menyamai rekor OG (TI8 dan TI9).

Ini menjadi kemenangan kedua Team Spirit yang sebelumnya juara di TI 2021 kala melawan PSG.LGD di Bucharest, Rumania. Momen itu menjadi prize pool terbesar TI, yakni mencapai USD 40 juta atau sekitar Rp 634 miliar. Team Spirit resmi menjadi juara TI10 dan berhasil membawa pulang USD 18 juta atau sekitar Rp 253 miliar.

Tahun ini, Team Spirit mampu mendapatkan gelar keduanya tanpa midlaner mereka, TORONTOTOKYO. Posisi TORONTOTOKYO digantikan oleh Larl yang mengangkat Aegis of the Champion. Tahun depan, persaingan DOTA 2 tidak lagi menerapkan sistem DPC. Sistem yang dibuat sejak 2017 itu resmi dinyatakan tidak akan digunakan di tahun depan sejak September lalu. (and)

Baca juga:

Tembus Rp506 Miliar, Dota 2 The International 10 Jadi Turnamen dengan Hadiah Terbesar di Dunia

#DOTA2 #Esports #Game
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Bagikan