Tawuran Kursi di Kongres PAN Bukti Cacat Demokrasi Pengaman suasana Kongres ke V PAN di hotel Clarion Kota Kendari z Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/20). (ANTARA/Harianto)

Merahputih.com – Pengamat politik Muhammad AS Hikam menyayangkan aksi lempar kursi di Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari. Ia justru menilai bahwa peristiwa saling lempar kursi itu justru cacat etika dalam menjalankan demokrasi.

“Bukti sebuah praktik berdemokrasi yang cacat etika,” kata Hikam dalam keteranganya, Rabu (12/2).

Baca Juga:

Bentrok Pecah! Kursi Hingga Botol Air Mineral 'Melayang' di Kongres PAN

Ia menambahkan, aaksi lempar kursi antar pendukung calon Ketua Umum DPP PAN akan memberikan dampak berlanjut hingga dalam kepemimpinan partai berlambang bintang kejora itu.

“Hasil kongres semacam itu barangkali secara legal formal dan politik tak dianggap cacat. Tetapi secara etik, legitimasi hajatan politik seperti itu jelas rendah,” jelasnya.

Menteri Riset dan Teknologi era Presiden Gus Dur itu juga menyayangkan ketika ada pihak yang justru menyebut insiden aksi lempar kursi itu adalah sesuatu yang wajar.

“Kalau ada pihak yang bilang bahwa fenomen itu adalah hal yang wajar, maka kudu dipertanyakan integritas nalar dan nuraninya,” ujarnya.

“Bukan tidak mungkin pasca kongres nanti parpol yang bersangkutan akan mengalami degradasi baik dalam kualitas organisasi, penerimaan publik, maupun kapasitas dalam berkontestasi,” imbuhnya.

Suasana kericuhan Kongres ke V PAN (ANTARA/Harianto)
Suasana kericuhan Kongres ke V PAN (ANTARA/Harianto)

Hikam berujar, berdemokrasi tidak bisa dipandang hanya sekedar maraih kursi kekuasaan saja. Dalam menggapai sebuah kemenangan politik, seluruh aspek harus dipenuhi baik itu legal formil, maupun legal moril.

"Bagaimana meraih kemenangan, tetapi soal bagaimana kemenangan itu punya legitimasi yang tinggi dari aspek legal, politik, dan moral,” imbuhnya.

Perlu diketahui, bahwa di dalam kongres PAN di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara, ada empat calon yang maju untuk merebut jabatan pucuk partai berlambang bintang kejora itu.

Mereka antara lain ; Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Dradjad Wibowo, serta dua Wakil Ketua Umum Mulfachri Harahap dan Asman Abnur. Zulhas sendiri memenangkan pertarungan menuju kursi Ketua Umum.

Baca Juga:

Dua Kali Mangkir, KPK Panggil Lagi Zulhas di 'Jumat Keramat'

Sayangnya, di tengah rapat pleno di Kongres tersebut, ada aksi kontak fisik antar pendukung calon ketua umum. Bahkan Ketua DPD PAN Banyuwangi Sugiarto sampai mengalami luka di kepala.

Polisi dari Polda Sulawesi Tenggara kini tengah menyelidiki dugaan pidana dalam kasus ini. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pimpinan KPK Akui Anak Buahnya Sempat Diamankan di Mapolsek Saat Akan OTT
Indonesia
Pimpinan KPK Akui Anak Buahnya Sempat Diamankan di Mapolsek Saat Akan OTT

"Pada saat itu memang ya namanya menggunakan sistem tertutup petugas kami tidak menunjukkan identitas sebagai KPK karena memang silence," kata Ghufron menambahkan.

[HOAKS atau FAKTA]: Video Ini Gambarkan Detik-detik Kecurangan Pemilu AS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Ini Gambarkan Detik-detik Kecurangan Pemilu AS

Akun Twitter @ThePushpendra_ (Pushpendra… In the same way, there are many more.), menulis cuitan yang diunggah pada 6 November 2020.

Keluarga Ungkap Penyebab Meninggalnya Saksi Penting Kasus Edhy Prabowo
Indonesia
Keluarga Ungkap Penyebab Meninggalnya Saksi Penting Kasus Edhy Prabowo

Perwakilan keluarga menjelaskan bahwa Deden meninggal pada Kamis (31/12) pukul 16.35 di Rumah Sakit Ciputra Tangerang setelah dirawat sejak 19 Desember 2020.

Update Kasus Corona DKI Kamis (17/9): 59.472 Positif, 1.513 Orang Meninggal Dunia
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Kamis (17/9): 59.472 Positif, 1.513 Orang Meninggal Dunia

Pemprov DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini kasus corona di ibu kota, Kamis (17/9).

Pengamat Nilai Sindiran Megawati Bentuk Kritik ke Lawan Politik
Indonesia
Pengamat Nilai Sindiran Megawati Bentuk Kritik ke Lawan Politik

Butuh kematangan secara politik melalui pengalaman yang ditempa selama menjadi pengurus partai

 Seorang Anggota TNI-AD Tewas Terinjak Gajah
Indonesia
Seorang Anggota TNI-AD Tewas Terinjak Gajah

Korban datang ke lokasi setelah mendapat kabar

Anggota DPRD DKI 'Suspect' Corona, PKS Jadikan Celah Tunda Pemilihan Wagub
Indonesia
Anggota DPRD DKI 'Suspect' Corona, PKS Jadikan Celah Tunda Pemilihan Wagub

"Direncanakan 23 Maret. Tapi, korban wabah corona di jakarta semakin bertambah bahkan di DPRD pun sudah ada yang jadi suspect," kata Suhaimi

Pasien COVID-19 di Gedung 6 dan 7 RSD Wisma Atlet Merosot Jadi 1.133 Orang
Indonesia
Pasien COVID-19 di Gedung 6 dan 7 RSD Wisma Atlet Merosot Jadi 1.133 Orang

12.649 orang pasien isolasi mandiri yang terdaftar menjalani isolasi mandiri di RSD Wisma Atlet, 11.775 orang pasien sudah dinyatakan sembuh

Wilayah Ini Bakal Dilanda Cuaca Buruk Dalam Sepekan, Masyarakat Diminta Waspada
Indonesia
Wilayah Ini Bakal Dilanda Cuaca Buruk Dalam Sepekan, Masyarakat Diminta Waspada

Prediksi tersebut didasarkan pada hasil analisis dinamika atmosfer terkini

234 Tempat Makan dan Minum Terjaring Opersi Yustisi
Indonesia
234 Tempat Makan dan Minum Terjaring Opersi Yustisi

Petugas memberikan saksi sosial berupa menyapu jalan dan membersihkan sampah kepada pelanggar sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 79 Tahun 2020.