Tatung, Tradisi Ekstrem Masyarakat Singkawang untuk Meriahkan Cap Go Meh Pertunjukan seorang Tatung di Cap Go Meh. (Foto: instagram@yoowed_)

SUARA gong bertalu-talu memecah keheningan di Singkawang, Kalimantan Barat. Suaranya sungguh riuh bercampur semerbak wangi dupa. Di tengah jalan tampak sekelompok orang berpakaian khas Tionghoa dikerumuni ribuan masyarakat.

Menyimak sedikit lebih dekat, pemandangan mengerikan mulai terlihat. Di wajah sekelompok orang itu tertancap benda-benda tajam. Namun wajahnya tetap biasa, tak sedikitpun rasa sakit yang dilukiskan. Hal ini sudah biasa dilakukan setiap tahun dalam atraksi Tatung.

"Tatung merupakan atraksi ekstrem yang dilakukan masyarakat Singkawang dengan menusuk-nusuk anggota tubuh dengan benda-benda tajam. Tradisi ini sangat erat kaitannya dengan perayaan Cap Go Meh," tulis Antara.

1. Tatung dalam tradisinya

Seorang Tatung di Cap Go Meh Singkawang. (Instragram/@safirmakki)
Seorang Tatung di Cap Go Meh Singkawang. (Foto: Instragram@safirmakki)

Tatung dalam bahasa Hakka adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur. Tak sembarang orang bisa menjadi Tatung. Kemampuan itu bisa dimiliki melalui keturunan atau peristiwa tertentu. Tapi ada juga yang mempelajari untuk menjadi Tatung, melalui tuntunan seorang suhu atau guru.

Namun pada umumnya, seseorang menjadi Tatung karena telah ditakdirkan sejak lahir atau mendapat 'panggilan' dalam perjalanan hidupnya. Tua muda, pria wanita tak bisa menolak jika 'panggilan' itu datang.

2. Pantangan sang Tatung

Pertunjukan Tatung di Cap Go Meh. (Instagram/@busur_angin)
Pertunjukan Tatung di Cap Go Meh. (Foto: Instagram@busur_angin)

Seorang Tatung sebelum pertunjukannya harus melakukan beberapa ritual. Diantaranya adalah puasa memakan daging atau sejenisnya, seorang Tatung harus menjadi vegetarian di hari pertunjukan tersebut.

Konon, jika para tatung melanggar peraturan tersebut, maka ia dapat terluka saat memeragakan keahliannya. Sebelum pertunjukan, biasanya Tatung melakukan ibadah khusus terlebih dahulu.

3. Tatung dalam Pertunjukan

Pertunjukan seorang Tatung di Cap Go Meh. (Instagram/@edutravel.indonesia)
Pertunjukan seorang Tatung di Cap Go Meh. (Foto: Instagram@edutravel.indonesia)

Dalam peragaannya, para Tatung tak menusukkan benda-benda tajam itu di sembarang tempat. Mereka biasanya sudah siap dengan benda yang telah tertusuk di tubuhnya sebelum turun ke jalan. Dengan kondisi yang telah tertusuk mereka mulai mengelilingi kampung dalam perayaan Cap Go Meh.

Selain itu, selama prosesi pertunjukan sang Tatung harus tetap didampingi mediatornya. Hal ini bertujuan agar mediator bisa mengontrol roh yang merasuki para Tatung yang ikut dalam pertunjukan unik ini. (zaim)

Baca Juga: Ketika Atraksi Barong Sai Meriahkan Pesta Rakyat Budaya Cap Go Meh

Kredit : zaimul


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH