KETIKA kamu meminta izin buat tato atau hanya sekedar membahas ingin buat tato, seringkali responnya cenderung negatif di kalangan orang yang lebih tua. Berbagai nasihat akan diutarakan, termasuk kesulitan mendapatkan pekerjaan atau bagaimana tatoan bisa menghambat kesempatan karier di masa depan.
Mendengar hal ini, mungkin kamu akan menganggap mereka sebagai orang yang memiliki pemikiran yang kuno. Di sisi lain, masih ada beberapa perusahaan yang masih melihat tato sebagai tanda tidak profesionalan. Ada pandangan personal dari orang-orang maupun perusahaan yang berpendapat lain soal tato yang terlihat saat bekerja.

Meskipun bagi sebagian orang tato dianggap sebagai bentuk pengekspresian diri, masih ada sebagian lainnya yang berpendapat bahwa tato sebagai simbol rebellion atau pemberontakan, orang yang tidak bertanggung jawab, dan merasa bahwa hal tersebut bisa membuat imej perusahaan atau brand menjadi negatif.
Dikutip dari laman Authority Tattoo, banyak tempat kerja yang memiliki aturan mengenai mana pakaian atau perhiasan yang tidak boleh digunakan di kantor atau lingkungan kerja, sama halnya dengan tato.
Baca juga:
Tidak sedikit perusahaan enggan memperkerjakan seseorang karena memiliki tato, atau memintamu untuk menutup tato dengan pakaian ketika sedang bekerja. Ada pula perusahaan yang memperbolehkan tato untuk ditampilkan di tempat kerja. Meski begitu, ada pula pertimbangan desain dan peletakkan tato yang menjadi bahan pertimbangan.
Lantas, mengapa tato sering dikaitkan dengan tidak profesional? Zaman dahulu, tato dilihat sebagai simbol pemberontakan yang biasanya terlihat pada orang-orang yang tidak bertanggungjawab, kriminal, atau anggota geng. Di sisi lain, opini orang-orang telah berubah secara drastis seiring dengan waktu. Kini kita menemukan setidaknya satu orang bertato setiap hari di muka umum.
Beberapa desain atau gambar tato yang dianggap tidak profesional antara lain yang mengandung kata-kata kasar, gambar kartun, atau gambar-gambar tidak senonoh yang bisa memberikan kesan kekanak-kanakan bagi orang lain, terutama di tempat kerja.
Baca juga:Piercing dan Tato Dianggap Nakal? Ini Tanggapan Mike Marjinal
Tidak hanya itu, tato yang terlalu menyeramkan dan berkaitan dengan geng juga bisa menimbulkan rasa takut terhadap pelanggan dan rekan kerja. Dikutip dari Authority Tattoo, beberapa peletakan tato yang dianggap riskan di tempat kerja antara lain yang terletak di wajah, leher, dan kepala.

Di seluruh dunia, ada beberapa profesi yang sebagian besar tidak cocok dengan tato, beberapa diantaranya adalah pekerjaan di bidang militer atau penegakan hukum negara. Kamu membutuhkan izin khusus untuk mendapatkan tato.
Beberapa profesi seperti perawat kesehatan profesional, bankir, atau pemodal tingkat tinggi juga biasanya menutupi tato yang terlihat oleh orang lain ketika sedang bekerja.
Lantas, apakah peraturan ketat yang melarang tato di tempat kerja masih relevan? Meski stigma buruk tentang tato mungkin sulit dihilangkan, rasanya saat ini mengaitkan tato dengan berbagai hal negatif sudah tidak lagi relevan.
Tato adalah sebuah karya seni dan tidak semua orang yang memiliki tato adalah pelaku tindakan kriminal. Bahkan, sangat banyak orang bertato yang memiliki prestasi luar biasa dengan attitude yang baik. Pepatah populer mengatakan: don't judge a book by its cover. Jangan terlalu cepat menilai seseorang hanya dari penampilanya, apalagi langsung memberikan stigma. (SHN)
Baca juga:
5 Stereotip 'Nakal' Tentang Tato yang Kini Sudah Tidak Relevan