Tari Ronggeng Blantek, Hiburan Para Tuan Tanah Tari Ronggeng Blantek sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan masih dilestarikan hingga kini (Foto: machwindabrilianti.blogspot)

JIKA Anda mengenal Tari Ronggeng dari Sunda, Betawi juga punya. Namanya adalah Tari Ronggeng Blantek. Kata blantek ini diambil dari suara musik pengiring yang berbunyi "blang blang tek tek" khas rebana biang dan rebana kotek. Musik ini dimainkan untuk pertunjukan Topeng Blantek. Sedangkan pada tarian, alat musik trompet, trombon, tanji, gendang, gong, dan simbal yang mengiringi.

Dahulu, tari kreasi ini memang menjadi pembuka pertunjukan Topeng Blantek, yang biasa dipentaskan sebagai hiburan para tuan tanah kala itu. Seni teater rakyat ini menceritakan kehidupan masyarakat Betawi, yang dikemas dengan humor.

Sekitar 4-6 orang perempuan menarikan ronggeng Betawi ini. Mereka mengenakan kostum serba cerah, dihiasi payet dan manik-manik, lengkap dengan selendang. Warna-warna terang seperti kuning, hijau, merah, dan biru ini merupakan pengaruh dari kebudayaan Tionghoa. Pengaruh Tionghoa juga terlihat dari hiasan kepala para penari ronggeng, yang berbentuk seperti topi dengan buntut dan rumbai.

Para penari melakukan gerakan tarian dengan luwes dan cepat. Gerakan yang mereka lakukan memiliki nama tersendiri. Ada gerakan rapat tindak, selancar tindak, puter goyang, geol, kewer kanan, dan gerakan lainnya. Untuk menarikan Ronggeng Blantek, sedikitnya ada sekitar 30 gerakan yang harus dihafal.

Sampai saat ini pementasan Tari Ronggeng Blantek masih dapat terlihat di acara kebudayaan Betawi dan penyambutan tamu. Selain itu, tarian yang ada sejak zaman penjajahan Belanda ini juga menjadi pelengkap pada pertunjukan seni Betawi lainnya, yakni Jipeng (Tanji dan Topeng). (*)

Baca juga artikel tarian tradisional Indonesia lainnya Tari Melinting, Ciptaan Ratu Penguasa Labuhan Meringgai.



Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH