Target Menang di DKI Jakarta, Jokowi: Caranya Lawan Hoaks dan Fitnah Calon Presiden Joko Widodo di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang Selatan, Banten, Minggu (7/4) malam. (ANTARA News/Joko Susilo)

MerahPutih.Com - Capres petahana Joko Widodo menargetkan kemenangan dengan meraih 55 persen suara di wilayah DKI Jakarta.

Target kemenangan itu disampaikan Jokowi dalam silaturahmi dengan para pendukungnya di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (10/4) malam.

Menurut Jokowi, melawan hoaks dan fitnah menjadi utapa utama untuk mencapai target kemenangan di Ibu Kota. Apalagi Jakarta memiliki latar belakang masyarakat yang heterogen dan kosmopolitan.

"Jakarta semua suku ada, ada suku Sunda, sampurasun ada dari Jawa, sugeng dalu, ada juga dari Batak ada, horas, majua jua, ada dari Bugis Makasar, apa kareba. Inilah Jakarta dan jangan lupa, di Jakarta suku Betawi adalah milik kita semuanya," kata Jokowi, Rabu (10/4).

Capres petahana Jokowi bersama masyarakat
Capres petahana Jokowi bersama masyarakat (Foto: Antara/Djoko Susilo)

Jokowi mengingatkan bahwa saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia pernah mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap masyarkat Betawi.

"Saya keluarkan Pergub yang mewajibkan saat itu setiap hari Jumat harus memakai pakaian sadariah dan kebaya encim. Itu tahun 2012 dan alhamdulliah masih dipakai terus sekarang enggak tau masih hari Jumat atau sudah lindah harinya," terangnya.

"Kenapa saat itu kita keluarkan PNN kita birokrasi kita memakai pakaian sadariah? Karena kita bingin budaya betawi ditengah modernisasi jakarta tetap kita rawat dan jaga," tambah Jokowi.

Jokowi juga mengajak pendukungnya untuk menngikuti pesta demokrasi yang penuh kegembiraan.

"Jangan sampai pesta demokrasi diisi dengan ketakutan. Jangan sampai diisi dengan ancaman intimidasi harus kita isi dengan kegembiraan karena memilih pemimpin," jelas dia.

BACA JUGA: Saat Kampanye Akbar, Jokowi Jangan Ikuti Gaya Tempramen Prabowo

TKN: APBN Bocor Penyakit Zaman Soeharto, Susut di Era Jokowi

Dikirab Para Pendukungnya Naik Andong, Jokowi Bagi-Bagi Kaos

Termasuk menghalau dan tak mempercayai hoaks atau berita bohong di media sosial.

"Ini mulai ini di pintu-pintu di media sosial adzan akan dilarang jelas tidak akan karena cawapres kita ketua majelis ulama. Ada isu nanti Jokowi menang pendidikan agama dihapus. Hati-hati. Kalau ada pikirannya yang mulai berubah tolong diluruskan, tolong diluruskan," ajak Jokowi.

Jokowi juga menyerukan pendukungnya dan masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan dan tidak terpancing hoaks serta fitnah.

"Tugas kita sampai 17 April ini menjaga lingkungan kita agar tidsk terjadi kabar bohong atau hoaks dan fitnah sehingga menggoyangkan pilihan yang telah ditentukan. Tugas kita itu," pungkas Jokowi.(Knu)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH