Target Jangkau Seluruh Jakarta, DPRD Setujui Anggaran Air Bersih Rp3 M DPRD DKI Jakarta menyetujui anggaran Rencana Induk Sistem Pengembangan Air Minum (RISPAM) sebesar Rp3 miliar. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - DPRD DKI Jakarta menyetujui anggaran Rencana Induk Sistem Pengembangan Air Minum (RISPAM) sebesar Rp3 miliar usulan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dalam KUA-PPAS tahun 2020.

Sekretaris Komisi D DPRD DKI Syarif menuturkan anggaran tersebut perlu direalisasikan mengingat pelaksanaan RISPAM berurusan dengan pembangunan pengelolaan air limbah.

Baca Juga:

DPRD Minta Pemprov DKI Evaluasi Anggaran Konsultan Rumah Kumuh Rp556 Juta Per RW

“Karena memang masterplan harus dibuat dulu, dan itu mendesak. Ini berkaitan dengan rencana-rencana Dinas SDA dan masterplan dibutuhkan, jadi tidak ada perdebatan dan kita setujui," ujar Syarif di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (4/11).

Sejumlah pekerja konstruksi ITF (Intermediate Treatment Facility) melakukan pengetesan tanah di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (1/8/2019). ITF Sunter merupakan salah satu tempat pengolahan sampah dalam kota yang diproyeksikan menjadi energi listrik. (ANTARA/Livia Kristianti/aa)
Sejumlah pekerja konstruksi ITF (Intermediate Treatment Facility) melakukan pengetesan tanah di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (1/8/2019). (ANTARA/Livia Kristianti/aa)

Syarif berharap dalam pelakaanaannya, Dinas SDA menginventarisir wilayah prioritas yang membutuhkan jaringan tersebut sehingga masterplan yang dibuat tepat sasaran, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan air minum dapat sesuai kebutuhan.

"Dengan membuat masterplan ini tentu kita tahu titik di mana yang perlu dibangun dalam Sistem Pengolahan Air Limbah-nya, dan sudah ada beberapa usulan yang berkaitan dengan rencana induk ini. Jadi dengan rencana masterplan itu dibuat, kita bisa menjaga konservasi tanah yang tidak tercemar," jelasnya.

Baca Juga:

Pemprov DKI Anggarkan Konsultan Penataan Kampung Kumuh Rp556 Juta Per RW

Sementara itu, Kepala Dinas SDA DKI Juaini Yusuf menuturkan, pihaknya akan segera mengeksekusi perencanaan RISPAM 2020. Khususnya, dalam perumusan kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang akan dipetakan secara komprehensif di seluruh DKI Jakarta.

"Jadi seluruh DKI Jakarta kita akan siapkan saluran-saluran air bersihnya itu. Karena itu kan buat pengelolaan air minum, jadi nanti selain AMDAL akan ada di mana titik-titik peletakan pipa-pipanya di mana, itu yang akan kita rencanakan," terangnya.

Warga antre mengambil air bersih dari tangki penampungan air yang dikirim oleh BPBD DKI Jakarta sejak 29 Oktober 2019 ke RW 10 Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (3/11/2019) (ANTARA/HO/Dok. LMK RW 10 Kelurahan Manggarai)
Warga antre mengambil air bersih dari tangki penampungan air yang dikirim oleh BPBD DKI Jakarta sejak 29 Oktober 2019 ke RW 10 Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (3/11/2019) (ANTARA/HO/Dok. LMK RW 10 Kelurahan Manggarai)

Ia menegaskan, rencana induk SPAM nantinya akan difokuskan kepada wilayah-wilayah pelosok DKI Jakarta yang belum tersentuh oleh jangkauan saluran air bersih, seperti Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada sejumlah wilayah lain berdasarkan intensitas kebutuhan air bersih warga sekitar.

“Karena selama ini PAM belum bisa menjangkau kebutuhan air minum seluruh DKI, baru sekitar 60 persen, dan 40 persen belum, jadi masyarakat ambil dari air tanah maupun air beli. Nah dari yang 40 persen itu nanti kita rencanakan supaya dapat (air bersih),” tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Buntut Anggaran Lem Aibon Kontroversial, TGUPP Bentukan Anies Dinilai Tak Berguna



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH