Target Enam Jam Tak Berhasil, Anies Evaluasi Penanggulangan Banjir Kebon Pala Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Riza Patria di Balai Kota. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Bencana banjir yang merendam wilayah Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur selama 3 hari menjadi bahan evaluasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam penanganan banjir di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama ini jajaran Pemprov DKI sudah bekerja keras menanggulangi banjir dengan program-program yang dibuatnya.

Lantas perlu ada perbaikan dari sistem penangan banjir itu sendiri, sehingga nantinya daerah yang jadi langganan banjir seperti Kebon Pala tidak terendam lagi.

Baca Juga:

Anies Klaim Banjir di Jakarta Bisa Kering Sehari

"Ini bagian dari usaha kita untuk terus menerus kita akan evaluasi dan dengan bahan evaluasi itu perbaikan akan terus menerus kita lakukan," ucap Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (2/11).

Orang nomor satu di DKI ini menegaskan, anak buahnya bersiap terjun ke lapangan ketika ibu kota terendam banjir, dengan mengerahkan segala cara agar target 6 jam surut bisa tercapai.

Maka kata Anues, hal itu selalu berkaitan dengan volume air hujan dan volume air sungai.

"Jadi kita menetapkan target setelah hujan berhenti bila hujannya di atas 100 milimeter (mm) per hari maka harus dipompa, dikeringkan, diberikan target 6 jam," ucap Anies.

Sejumlah anak-anak bermain di tengah genangan air saat curah hujan tinggi di Jalan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (27/10). ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan
Sejumlah anak-anak bermain di tengah genangan air saat curah hujan tinggi di Jalan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (27/10). ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan

Ia pun menyakini, jika air hujan yang turun di bawah 100 mm, maka Jakarta tidak akan terjadi banjir. Bila ini terjadi, Anies menduga, ada sesuatu yang salah di dalam manajemen.

"Begitu juga dengan aliran sungai sudah kembali titik normal, maka 6 jam setelahnya kalau air sungainya tidak turun-turun maka banjirnya akan terus terjadi," paparnya.

Baca Juga:

BMKG: Sejumlah Provinsi Masuk Kategori Waspada Banjir

Anies mengungkapkan, baru mulai 1 tahun ini Pemerintah DKI menetapkan ukuran di dalam penanganan banjir. Sebab kalau tidak memiliki ukuran target, maka Pemprov DKI bekerja tanpa ada ukuran capaian.

Tapi yang paling penting menurut Anies, tidak boleh ada korban jiwa dalam bencana banjir ini. Semua jajaran harus siap turun ke lapangan bila Jakarta diguyur hujan dan air kiriman.

"Kedua sesudah kembalinya garis normal sesudah itu 6 jam tapi kalau belum kembali ya masih terus jadi genangan sama seperti air 100 mm per hari, bila di atas itu otomatis akan terjadi apabila di bawahnya harus segera," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga:

PDIP Nilai Anies Hanya Berteori Atasi Banjir, Begini Respons Wagub Riza

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Luncurkan Beras Sehat
Indonesia
Anies Luncurkan Beras Sehat

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meluncurkan beras fortifikasi FS Nutri Rice. Hal itu sebagai upaya peningkatan gizi dan percepatan penurunan stunting di Ibu Kota.

Jokowi Kehilangan Sosok Mentor Bisnis Mebel dan Politik
Indonesia
Jokowi Kehilangan Sosok Mentor Bisnis Mebel dan Politik

"Almarhum Miyono itu yang mendorong Jokowi terjun ke politik hingga sukses menjadi Wali Kota Solo," kata Teguh.

Warga di 22 Wilayah Berubah Nama Jalan Tak Wajib Ganti STNK
Indonesia
Warga di 22 Wilayah Berubah Nama Jalan Tak Wajib Ganti STNK

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengubah nama beberapa nama jalan di wilayah ibu iota.

Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Indonesia
Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Tetap Tenang

"Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Idul Adha bulan depan, jangan khawatir," katanya

Polres Klaten Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga di Lereng Merapi
Indonesia
Polres Klaten Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga di Lereng Merapi

Polres Klaten pun berinisiatif memberikan bantuan air bersih pada warga lereng Gunung Merapi yang terjadi selama dua pekan ini

JHL Group Berikan Bantuan bagi Warga Korban Banjir Desa Panimbang
Indonesia
JHL Group Berikan Bantuan bagi Warga Korban Banjir Desa Panimbang

Menerobos sisa banjir seolah bukan halangan bagi tim JHL Group untuk memberikan bantuan dan pelayanan air bersih untuk warga Desa Citereup, Panimbang, Pandeglang, Banten, Minggu (6/3) pagi.

[HOAKS atau FAKTA]: Bea Cukai Minta Biaya Pengaktifan Jaringan dan Garansi Apple iBox
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bea Cukai Minta Biaya Pengaktifan Jaringan dan Garansi Apple iBox

Beredar pesan WhatsApp yang berisi biaya pengaktifan jaringan dan garansi resmi Apple iBox sebesar Rp 500 ribu yang mengatasnamakan Bea Cukai.

Forum Parlemen Dunia Akan Digelar di Nusa Dua Bali
Indonesia
Forum Parlemen Dunia Akan Digelar di Nusa Dua Bali

Keberhasilan DPR dalam menyelenggarakan event besar ini juga akan mengangkat nama Indonesia di kancah internasional.

Omicron Tembus 1000 Kasus, Jakarta Tarik Rem Darurat?
Indonesia
Omicron Tembus 1000 Kasus, Jakarta Tarik Rem Darurat?

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI pada Kamis (20/1), penambahan kasus harian pun kini sudah menembus angka 1.000 kasus dalam dua hari terakhir.

Dilaporkan Dosen UNJ Ke KPK, Gibran: Korupsi Opo?
Indonesia
Dilaporkan Dosen UNJ Ke KPK, Gibran: Korupsi Opo?

"Korupsi opo?, soal itu coba nanti saya tak tanya pada Kaesang," ujar Gibran, Senin (10/1).