Tarakan, Invasi Pertama Militer Jepang di Indonesia Pendaratah Pasukan Jepang di Tarakan. (Gahetna)

PESAWAT tempur Jepang, termasuk Zeke, menusuk langit Tarakan memuntahkan berkali-kali bom tertuju kapal-kapal Belanda, pada 9 Januari 1942.

Di lautan, kapal penyebar ranjau Paris van Oranje milik Belanda, compang-compang tak bisa menandinigi serang. Di luar dugaan, serang Jepang melumpuhkan pertahanan laut Belanda. “Jepang menyerah dari arah sanga tidak terduga oleh komandan KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger),” tulis Iwan Ong dalam Tarakan Pearl Harbour Indonesia 1942-1945.

Sehari berselang, sekira sepuluh mil arah timur Tarakan, kapal-kapal pengangkut militer Jepang mulai mendaratkan pasukan. Menyusul kemudian pasukan payung, dan pasukan penerjun.

Jumlah pasukan gabungan Jepang, sebesar 20.000 anggota, tentu jauh menjulang dibandingkan kekuatan KNIL nan 1.300 dari infanteri ke-7, serta beberapa unit artileri anti serangan udara, di bawah komando Letnan Kolonel de Wall.

Setelah beroleh laporan pendaratan pasukan Jepang, Letnan Kolonel de Wall memutuskan untuk menghancurkan semua fasilitas perminyakan dan seluruh ladang minyak milik Bataafsche Petroleum Maatschapij (BPM).

Siasat tersebut bak senjata makan tuan. Kobaran api justru menuntun pasukan Jepang merangsek ke jantung pertahanan Belanda. Mereka pun saling berhadapan. Pertempuran berlangsung singkat. Garis depan pasukan Belanda sangat lemah.

Letnan Kolonel de Wall menyerah. Jepang berhasil menduduki Tarakan pada 12 Januari 1942. Wilayah Hindia Belanda pertama yang berhasil diduduki Jepang. (*)



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH