Tantangan Petugas Saat Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca Ilustrasi: Tim mempersiapkan teknologi modifikasi cuaca membuat hujan buatan. Foto: Antara

Merahputih.com - Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC-BPPT) Tri Handoko Seto mengaku tim berhadapan dengan berbagai pesoalan saat melakukan Tekonologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan hari ini.

"Tantangannya kita berhadapan dengan cuaca, dengan alam, dengan puncak musim hujan yang memang awalnya sangat banyak sehingga kita harus perhitungan dengan cermat," kata Seto, Jumat (3/1).

Baca Juga

Anies Tanggapi Pernyataan Jokowi Penyebab Banjir karena Sampah

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi hari ini mulai menerapkan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan melepaskan dua sortie penerbangan.

Dua sortie penerbangan itu membawa bahan semai garam dari Bandara Halim Perdana Kusuma ke barat dan barat laut DKI Jakarta serta Jawa Barat.

Operasi itu untuk mengurangi curah hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sebagai bagian dari upaya penanggulangan banjir di wilayah tersebut.

Petugas TMC memasukkan garam ke dalam pesawat Cassa 212 TNI AU sebelum melakukan operasi hujan buatan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Rabu (27/2). ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Selain dua sortie penerbangan pada pagi hari ini, direncanakan diterbangkan dua sortie penerbangan lagi yang mambawa bahan garam untuk pelaksanaan Operasi TMC, Jumat, sekitar pukul 14.00 WIB.

Operasi TMC untuk mempercepat penurunan hujan. Hujan ditargetkan turun sebelum memasuki wilayah Jabodetabek sehingga menanggulangi banjir di wilayah itu. "Targetnya sampai dengan Jakarta dan sekitarnya aman dari ancaman banjir," ujar Seto.

Baca Juga

Jumlah Korban Tewas akibat Banjir di Jabodetabek Capai 30 Orang

Hingga saat ini, 22 ton bahan semai berupa garam telah disiapkan untuk mendukung Operasi TMC dalam rangka penanggulangan banjir di Jabodetabek.

Pelaksanaan operasi tersebut melibatkan BPPT, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tentara Nasional Indonesia, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. "Personelnya banyak total lebih dari 50 orang untuk keseluruhan," ujarnya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH