Tangkap Mahasiswa Papua saat Demo, Polisi Dinilai Langgar Kebebasan Berpendapat Demonstrasi di depan Kedubes Amerika Serikat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (30/9). Foto: MP/Kanugrahan

MerahPutih.com - Tim Advokasi Mahasiswa Papua mengecam langkah Polres Metro Jakarta Pusat yang menangkap belasan anggotanya saat melakukan aksi di depan Kedubes Amerika Serikat.

Anggota Advokasi Michael Hilman mengkritik penindakan terhadap, aksi yang menuntut pembatalan New York Agreement, pembebasan semua Tahanan Politik Papua dan penarikan Militer dari Papua itu.

Baca Juga

Belasan Pemuda Diamankan Polisi di Depan Kedubes AS

"Pembubaran massa aksi dilakukan secara paksa dan tanpa dasar, massa aksi didorong masuk ke dalam mobil lalu dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat," kata Michael kepada wartawan, Jumat (1/10).

Michael menuturkan, massa aksi harus berdesakan di dalam mobil tahanan karena pintu terkunci dari luar. Berdasarkan hasil pendampingan tim advokasi diketahui bahwa para korban dimintai keterangan yang dituangkan dalam Berita Acara Klarifikasi.

"Tim Advokasi menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Hukum Acara Pidana," jelas Michael.

Demonstrasi di depan Kedubes Amerika Serikat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (30/9). (Foto: MP/Kanugrahan)
Demonstrasi di depan Kedubes Amerika Serikat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (30/9). (Foto: MP/Kanugrahan)

Tim Advokasi juga menilai pembubaran secara paksa dengan cara kekerasan yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian merupakan bentuk pelanggaran kebebasan berpendapat dan berekspresi. Padahal hal itu dijamin dan dilindungi oleh Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

"Termasuk Kovenan Internasional Tentang Hak-hak Sipil dan Politik, Undang-undang No. 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia, dan Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum," sebutnya.

Michael mendesak Polri meminta maaf kepada masyarakat Papua atas kejadian pelanggaran penangkapan dan penahanan terhadap masa aksi.

"Kami meminta Kapolres Metro Jakarta Pusat (Kombes Hengki Haryadi) melepaskan 17 orang Papua yang ditangkap secara Paksa," tutup Michael.

Sekedar informasi, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) bersama Front Rakyat Indonesia untuk West Papua yang menggelar aksi.

Aksi itu memperingati Roma Agreement di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Kamis (30/9) dibubarkan paksa polisi. Bahkan, sebagian massa aksi ada yang langsung diangkut ke mobil Dalmas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengklaim, penangkapan itu karena aksi tersebut tanpa pemberitahuan dan melanggar protokol kesehatan. (Knu)

Baca Juga

Ribuan Aparat Disiagakan Amankan Aksi Bela Palestina di Kedubes AS hingga Kantor PBB

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Miliki KIP Kuliah, Peserta SBMPTN Dilarang Bayar Uang Daftar
Indonesia
Miliki KIP Kuliah, Peserta SBMPTN Dilarang Bayar Uang Daftar

Jika sudah telanjur membayar biaya pendaftaran, maka biaya pendaftaran tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.

Artidjo Alkostar Dikebumikan di Kompleks Pemakaman UII Yogyakarta
Indonesia
Artidjo Alkostar Dikebumikan di Kompleks Pemakaman UII Yogyakarta

Artidjo Alkostar akan dikuburkan di Kompleks Pemakaman Kampus Terpadu Universitas Indonesia (UII), Jalan Kaliurang Km 14,5, Sleman, Yogyakarta.

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Baca Buku Strategi Ngeles
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Baca Buku Strategi Ngeles

Gambar Anies yang sedang membaca buku bercover “101 cara ngeles” merupakan hoaks lama yang kembali beredar.

Jelang Nataru, Penumpang KRL di Jakarta dan Yogya Melonjak
Indonesia
Jelang Nataru, Penumpang KRL di Jakarta dan Yogya Melonjak

Peningkatan volume juga disumbang oleh para pengguna yang mulai kembali menggunakan KRL setelah beberapa waktu beraktivitas dari rumah

Pemimpin Media di Papua Jadi Korban Teror dan Intimidasi, Diduga Terkait Pemberitaan
Indonesia
Pemimpin Media di Papua Jadi Korban Teror dan Intimidasi, Diduga Terkait Pemberitaan

Aksi intimidasi dan teror terhadap insan pers kembali terjadi di tanah Papua.

Pendaftaran CPNS Ditunda
Indonesia
Pendaftaran CPNS Ditunda

BKN masih menunggu usulan revisi penetapan kebutuhan (formasi) oleh beberapa instansi, sehingga jadwal pelaksanaan rekrutmen CPNS batal berlangsung pada akhir bulan ini.

Pemkot Jakpus Vaksinasi COVID-19 Lansia Tahap Pertama, Seminggu Dievaluasi
Indonesia
Pemkot Jakpus Vaksinasi COVID-19 Lansia Tahap Pertama, Seminggu Dievaluasi

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi kelompok lanjut usia (lansia) di tiga sekolah di wilayah Menteng, Senen, dan Johar Baru.

Merah Putih Kasih Foundation Beri Bantuan Rp 3 Miliar untuk RSA dr Lie yang Karam
Indonesia
Merah Putih Kasih Foundation Beri Bantuan Rp 3 Miliar untuk RSA dr Lie yang Karam

Donasi diserahkan langsung kepada dr Lie Dharmawan di kantor DoctorSHARE di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat

Ketua Komisi IX DPR: Soal Gaji Bukan Untuk Diumbar ke Publik
Indonesia
Ketua Komisi IX DPR: Soal Gaji Bukan Untuk Diumbar ke Publik

"Di luar pernyataan itu benar semua, saya tetap menyayangkan sikap Krisdayanti yang merupakan anggota Komisi IX DPR RI, tidak bisa menjaga etika," kata Felly.

Awal Pekan, Jumlah Pengguna KRL Tembus 175 Ribu Orang
Indonesia
Awal Pekan, Jumlah Pengguna KRL Tembus 175 Ribu Orang

Jumlah pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) mengalami lonjakan pada Senin (7/6) pagi.