Tangkap Djoko Tjandra, Polisi Dinilai Solid Buronan Djoko Tjandra saat ditangkap. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Keberhasilan Polri menangkap pelarian terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Djoko Tjandra, patut diapresiasi. Hal ini sekaligus membantah adanya gesekan antar petinggi Polri jelang pergantian Kapolri.

Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan, keberadaan suatu organisasi sosial tak terkecuali di Kepolisian adalah suatu hal yang tak terbantahkan.

Dalam konteks penegakan hukum atas Djoko Tjandra, Emrus justru melihat kekompakan di internal Polri.

"Dalam konteks penegakan hukum saya kira mereka harus menyatu mengabaikan ciri-ciri daripada in group out group," kata Emrus kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (1/8).

Baca Juga:

Pengacara Kondang Otto Hasibuan Bakal Jadi Pembela Djoko Tjandra

Emrus menilai, keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergisitas antara Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam melacak keberadaan Djoko Tjandra.

Menurutnya, dalam proses memburu pelarian terpidana suatu kasus, Polri tentu menggunakan berbagai informasi dari berbagai pihak termasuk informasi intelijen.

"Telah terjadi suatu kerja sama yang baik antara Polri dan intelijen. Polri berhasil menyimpan dan mengolah informasi yang bersifat rahasia itu sehingga bisa menangkap Djoko Tjandra," tutur Emrus.

Ia menjelaskan, sebagai lembaga yang bertugas menegakkan hukum dengan moto Promoter (Profesional, Modern, dan Terbuka), adanya diksi in group dan out group dalam Kepolisian sudah harus dikesampingkan demi berjalannya penegakan hukum di Indonesia.

Kabareskrim
Kabareskrim Komjen Listyo. (Foto: Antara).

Kepolisian adalah lembaga yang eksis di Undang-Undang Dasar. Artinya lembaga ini tidak bisa dibubarkan meski presiden berganti. Oleh karena itu marwah lembaga Kepolisian ini harus tetap dijaga.

"Seluruh anggota Polri dari tingkat terendah hingga teratas harus mengesampingkan kelompok in group atau out group," ujar Emrus.

Polri berhasil menangkap Djoko Tjandra di Malaysia pada Kamis (30/7). Penangkapan Djoko Tjandra merupakan instruksi langsung Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Idham Azis. Atas instruksi tersebut, Kapolri membentuk Tim Khusus Bareskrim untuk mencari keberadaan Djoko Tjandra yang berdasarkan penyelidikan berada di Malaysia. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Tidak Tahan Tersangka Penghina Keluarga Ahok


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH