Tangkal Hoax, Politisi PDIP Dorong Minat Baca di Masyarakat Ilustrasi hoax. Foto: net

MerahPutih.com - Berita hoax dengan mudahnya ditemukan di media sosial. Dengan kecepatan dunia informasi sekarang ini, masyarakat cenderung mudah mempercayai hal-hal yang belum tentu kebenarannya.

Untuk mencegah berkembangnya hoax, dibutuhkan minat membaca dengan ketelitian yang tinggi oleh masyarakat.

Politisi PDI Perjuangan, Stella Dia Tatung, mengatakan bahwa tingkat minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah sehingga bisa membuat orang dengan mudah terpercaya dengan berita-berita bohong.

Ilustrasi hoax. (Foto: Pexels/rawpixel.com)

"Orang kadang mudah langsung percaya meski baru membaca judulnya saja. Padahal, isi tulisan atau beritanya seringkali tidak memenuhi unsur kebenaran atau kaidah jurnalistik," kata Stella dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (6/12)

"Jadilah seperti teori propaganda kebohongan yang dikerjakan berulang-ulang akan diterima sebagai kebenaran," ungkapnya.

Untuk itu, ia mendorong semangat minat baca yang tinggi di kalangan masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak lagi terkontaminasi informasi hoax.

Dengan menyebarkan berita hoax, lanjut Stella, masyarakat bisa dirugikan karena dapat dipidana dengan Undang Undang No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terutama Pasal 27 ayat 1 dan 3.

Ilustrasi hoax. Foto: net

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengeluarkan pernyataan geramnya terkait isu hoax, terutama soal tuduhan dirinya aktivis Partai Komunis Indonesia (PKI).

Bahkan Presiden pernah berujar "ingin tabok" pelaku penyebar hoax, terutama ketika viral di platform sosial media ada foto DN Aidit pidato tahun 1955 dan foto Presiden ada dibawahnya. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH