Tangkal Hoaks, Gunakan Media Sosial Tidak Boleh Fanatik Media Sosial (Foto: Thomas Ulrich/Pixabay).

MerahPutih.com - Masyarakat yang rukun dan saling pengertian diyakini akan membuat berita bohong atau hoaks tidak akan mudah beredar.

Ketua Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho mengatakan, hoaks, misinformasi, dan disinformasi hanya akan tumbuh subur di tengah ketidakpercayaan, di tengah kecurigaan, dan di tengah ketidakrukunan.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Uang Tutup Mulut Rp100 Juta untuk 6 Keluarga Laskar FPI yang Tewas

"Kalau masyarakatnya rukun, saling pengertian maka secara umum hoaks itu juga tidak akan mudah beredar," kata Septiaji dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/12).

Di tengah masa pandemi COVID-19, kata Septiaji, media sosial harusnya diisi dengan konten yang menyejukkan, meneduhkan, dan mendamaikan.

Menurut dia, sangat fatal jika medsos justru digunakan untuk menyebar hoaks, provokasi, kebencian, dan memecah belah masyarakat.

Akan tetapi, pandemi yang sesungguhnya dihadapi bangsa ini adalah sebaran narasi yang dapat merusak persatuan melalui medsos.

Septiaji mengatakan, media sosial adalah teknologi yang memungkinkan untuk mudah bersosialisasi dengan orang lain, dengan teman ataupun saudara.

Internet
Selancar di internet. (Fixabay)

Namun, lanjut dia, media sosial juga bisa membuat orang-orang menjadi berkelompok yang mengarah ke homogen.

"Maka, ketika sebuah kelompok menjadi sangat homogen, dia akan cenderung menjadi tidak toleran terhadap yang berbeda, baik itu suku, agama, maupun pilihan politik. Hal ini menjadi masalah ketika fanatisme itu menjadi tumbuh subur dalam kelompok-kelompok itu," tuturnya.

Oleh karena itu, jika ingin damai dalam bermedia sosial, tidak boleh fanatik, baik itu kepada tokoh politik maupun kepada siapa pun yang berpotensi membuat tidak toleran terhadap yang berbeda. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Empat Orang Alami Kelumpuhan Wajah Setelah Disuntik Vaksin Corona

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Pakai Masker Bikin Infeksi
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Pakai Masker Bikin Infeksi

sSebagian orang adalah pembawa Staph pada saluran hidung sehingga orang tersebut berpotensi untuk lebih banyak infeksi staph dari pemakaian masker, secara potensial tetapi tidak secara keseluruhan.

12 Persen Tenaga Kesehatan DKI Penyitas COVID-19
Indonesia
12 Persen Tenaga Kesehatan DKI Penyitas COVID-19

Sebagian nakes yang telah disuntikan, sudah menerima vaksin dosis kedua. Pasalnya, vaksin Sinovac harus disuntikkan 2 dosis dalam selang waktu 14 hari.

Kadiv Propam Polri Irjen Ignatius Sigit Meninggal Dunia
Indonesia
Kadiv Propam Polri Irjen Ignatius Sigit Meninggal Dunia

Kadiv Propam Irjen Ignatius Sigit, meninggal dunia

Kapolsek dan 11 Anggotanya Diciduk Karena Diduga Pakai Narkoba
Indonesia
Kapolsek dan 11 Anggotanya Diciduk Karena Diduga Pakai Narkoba

Erdi A. Chaniago menegaskan, siapa pun anggota yang terbukti melakukan tindak penyalahgunaan narkoba bakal ditindak tegas.

Fakta Ini Patahkan Isu Taliban Hingga 'Kadrun' di Tubuh KPK
Indonesia
Fakta Ini Patahkan Isu Taliban Hingga 'Kadrun' di Tubuh KPK

Sementara satu pegawai KPK beragama Budha yang juga dibebastugaskan yakni seorang penyelidik, Rieswin

Siswa Positif COVID-19, Pemkab Gunung Kidul Hentikan Sekolah Tatap Muka
Indonesia
Siswa Positif COVID-19, Pemkab Gunung Kidul Hentikan Sekolah Tatap Muka

"Kedua murid itu tertular dari guru di sekolah mereka," jelas Bahron

Selalu Dikaitkan dengan Kelompok Teroris, Eks FPI Heran
Indonesia
Selalu Dikaitkan dengan Kelompok Teroris, Eks FPI Heran

Aziz Yanuar berkomentar tentang pengakuan terduga teroris yang disebut-sebut sebagai anggota FPI.

Jalani Program Deradikalisasi, Eks Napi Terorisme Kini Sukses Jadi Pengusaha Kuliner hingga Perkebunan
Indonesia
Jalani Program Deradikalisasi, Eks Napi Terorisme Kini Sukses Jadi Pengusaha Kuliner hingga Perkebunan

Boy Rafli Amar melakukan monitoring program deradikalisasi di satu mitra Deradikalisasi BNPT Produksi "Calyna Candy" milik eks napi terorisme.

Kadiv Propam Polri Temui Danpuspom TNI AD
Indonesia
Kadiv Propam Polri Temui Danpuspom TNI AD

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo bersama jajaran bersilaturahmi dengan mengunjungi Komandan Puspom (Danpuspom) TNI AD Letjen Chandra W Sukotjo.

Pemkab Sleman Terima Bantuan 20 Konsentrator Oksigen
Indonesia
Pemkab Sleman Terima Bantuan 20 Konsentrator Oksigen

Seluruh Konsentrator oksigen tersebut nantinya akan disalurkan ke Rumah Sakit Daerah, RS Darurat Covid, dan Puskesmas Rawat Inap yang ada di Kabupaten Sleman.