Tanggung Jawab Negara, Warga Sebut Sudah Seharusnya Vaksin COVID-19 Gratis Vaksin COVID-19 buatan Sinovac dibawa menuju Bio Farma di Kota Bandung, Senin dini hari, 7 Desember 2020. (ANTARA/BPMI Setpres/Muchlis Jr/pri.)

MerahPutih.com - Masyarakat gembira akhirnya vaksin COVID-19 digratiskan oleh Presiden Jokowi. Mengingat vaksin ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi penularan virus corona di Indonesia.

Vaksin gratis bisa mempercepat pengendalian COVID-19 karena warga nantinya pasti mau berbondong-bondong disuntik.

Seorang warga Kelurahan Meruya, Kembangan Jakarta Barat, Agung (27) mengatakan, memang sudah seharusnya obat kebal virus corona itu disuntikkan ke warga secara cuma-cuma. Warga pasti akan antusias melaksanakan vaksin bila nantinya ada kegiatan penyuntikan.

Baca Juga:

Lama Antibodi Vaksin COVID-19 Sinovac-Bandung Baru Diketahui April 2021

"Gue seneng sih vaksin gratis dan memang sudah seharusnya gratis," ujar Agung kepada Merahputih.com, Jumat (18/12).

Terlebih ia juga beranggapan, vaksin merupakan tanggung jawab pemerintah kepada rakyat. Alasannya, anggaran yang dibelikan negara ialah uang rakyat dari pembayaran pajak.

Terlebih saat ini, banyak postur anggaran lain dialihkan untuk penanganan COVID-19, yang salah satunya duit untuk belanja vaksin.

"Menurut gue vaksin COVID-19 itu merupakan tanggung jawab negara pada rakyatnya, jadi harus gratis," ungkapnya.

Kedatangan vaksin 1.2 juta dosis Vaksin COVID-19 dari Sinovac, China. (Dok Humas Bio Farma)
Kedatangan vaksin 1.2 juta dosis Vaksin COVID-19 dari Sinovac, China. (Dok Humas Bio Farma)

Agung pun berpesan pada pemerintah agar kualitas vaksin yang diberikan ke masyarakat harus sama, tidak memedulikan latar belakang apa. Mau itu pejabat, tenaga kesehatan, atau warga harus sama tak boleh berbeda.

Agung berharap, vaksin yang akan disuntikkan ke rakyat harus diperiksa ulang dan dipastikan keamanannya. Jangan sampai nantinya mempunyai risiko berbahaya bagi tubuh.

"Semoga vaksin aman dan bisa didistribusikan cepat ke seluruh Indonesia deh," tegasnya.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Empat Orang Alami Kelumpuhan Wajah Setelah Disuntik Vaksin Corona

Hal sependapat juga diungkapkan oleh Tia (25). Ia mengaku senang pemerintah memberikan harga gratis untuk vaksin. Sehingga nantinya rakyat tidak mengeluarkan uang seperser pun. Mengingat saat ini perekonomian warga sedang melemah.

"Ya seneng lah. Jadi nanti kagak keluarin duit. Gue sih denger-denger kemarin sampai jutaan kan, (tapi) alhamdulilah gratis," paparnya.

Hanya saja, Tia berpesan ke pemerintah untuk mendistribusikan vaksin COVID-19 secara merata. Jangan sampai ada warga Indonesia yang luput dari penyuntikan.

"Paling penting nantinya pemberian vaksin harus rata. Jangan (hanya) di kota yang zona merah, tapi harus semua warga," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Pemerintah Diharapkan Segera Vaksinasi COVID-19 Agar Perekonomian Kembali Pulih

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Akui Warga Miskin di Jakarta Meningkat Akibat COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Akui Warga Miskin di Jakarta Meningkat Akibat COVID-19

Puncak PHK besar-besaran terjadi pada Agustus 2020

Polda Metro Targetkan Seluruh Warga Jakarta Sudah Divaksin 17 Agustus
Indonesia
Polda Metro Targetkan Seluruh Warga Jakarta Sudah Divaksin 17 Agustus

Dalam pelaksanaannya, tidak ada unsur struktural yang terlibat

Ketua DPR: Tahun Pertama Jokowi-Ma’ruf, Indonesia Hadapi Banyak Tantangan
Indonesia
Ketua DPR: Tahun Pertama Jokowi-Ma’ruf, Indonesia Hadapi Banyak Tantangan

Ketua DPR RI Puan Maharani menilai Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin menghadapi banyak tantangan pada satu tahun awal pemerintahannya.

Pemerintah Kembali Vaksinasi Pedagang, DPRD Minta Penerima Tidak Terlena
Indonesia
Pemerintah Kembali Vaksinasi Pedagang, DPRD Minta Penerima Tidak Terlena

Tim vaksinator COVID-19 kembali melakukan vaksinasi terhadap pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Informasi COVID-19 Seperti Flu Biasa Dinilai Menyesatkan
Indonesia
Informasi COVID-19 Seperti Flu Biasa Dinilai Menyesatkan

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengklarifikasi konten video pernyataan dari Aliansi Dokter Dunia tentang COVID-19.

Jenguk Pasien COVID-19, Kapolri: Kalau Obat Habis Lapor Babinsa
Indonesia
Jenguk Pasien COVID-19, Kapolri: Kalau Obat Habis Lapor Babinsa

Listyo menambahkan, apabila pasien isoman kehabisan atau kekurangan obat untuk segera melapor ke Babinsa agar kembali dikirimkan paket obat yang sudah disiapkan oleh Pemerintah.

[Hoaks atau Fakta]: Komunitas IDI keluarkan Pernyataan COVID-19 Hanya Sandiwara
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Komunitas IDI keluarkan Pernyataan COVID-19 Hanya Sandiwara

Klaim bahwa Swedia, Chechnya, dan Tajikistan sama sekali tidak memiliki kasus COVID-19 juga tidak benar. Terhitung hingga 23 Juni 2021, Swedia telah melaporkan 1.084.636 kasus COVID-19, Chechnya telah melaporkan 12.553 kasus, dan Tajikistan telah melaporkan 13.731 kasus.

Usai Demo UU Cipta Kerja, PKL Malioboro Meliburkan Diri
Indonesia
Usai Demo UU Cipta Kerja, PKL Malioboro Meliburkan Diri

Sehari usai demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, sebagian besar PKL dan pedagang toko di sepanjang kawasan Malioboro tutup.

[HOAKS atau FAKTA]: Bank BRI Bagi-bagi Uang Rp35 Juta Melalui SMS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank BRI Bagi-bagi Uang Rp35 Juta Melalui SMS

Beredar SMS yang menyatakan penerima SMS akan mendapatkan cek sebesar Rp35.000.000 dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Detik-Detik Baku Tembak Berujung Kematian Enam Pengawal Rizieq Versi Polisi
Indonesia
Detik-Detik Baku Tembak Berujung Kematian Enam Pengawal Rizieq Versi Polisi

TKP 3 sendiri berada di rest area KM 50 Tol Jakarta-Cikampek