Tanggapi Sikap Demokrat, Kubu Jokowi: Secara Tidak Langsung Dukungan Sudah Diberi ke Jokowi Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto

MerahPutih.Com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto ikut mengomentari sikap Partai Demokrat yang membebaskan kadernya memilih calon presiden di Pilpres mendatang.

Menurut Hasto, sikap Demokrat secara tidak langsung telah memberikan dukungan kepada Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kami beri apresiasi mengingat pak SBY di dalam mengambil keputusan ada pertimbangan yang matang. Dan ini juga menunjukan dukungan ke Jokowi-Ma'ruf secara tidak langsung sebenarnya telah diberikan," ujar Hasto di Posko Cemara, Rabu (14/11).

Hasto menuturkan, sikap Partai Demokrat juga mengisyaratkan bahwa dukungan yang sebelumnya secara formal diberikan kepada Prabowo-Sandi pelan-pelan mulai berubah.

"Pernyataan secara resmi untuk memberi kebebasan juga menunjukan bahwa dukungan kepada pak Prabowo yang secara formal diberikan pada saat pendaftaran di KPU ternyata sekarang mengalami perubahan," tukasnya.

Edhie Baskoro Yudhoyono bersama SBY dan Ibu Ani
SBY, Ibu Ani, Ibas Yudhoyono sedang melihat-lihat batu akik di Pacitan (12/3). (Twitter/Edhie Baskoro)

Terkait dinamika politik terkini, tambah Sekjen PDIP itu menunjukan realitas politik, dimana hasil survei membuktikan dukungan rakyat kepada Jokowi semakin luas.

"Ini juga berangkat dari realitas berdasarkan hasil survei dan juga dukungan kepala daerah lintas koalisi indonesia kerja juga menunjukan kepemimpinan Pak Jokowi-Maruf dapat diterima secara luas," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyatakan, partainya tidak bisa memberikan sanksi kepada kadernya yang memilih paslon nomor 01 Jokowi-Maruf, meskipun sebenarnya secara de jure Demokrat berkoalisi dengan Paslon nomor 02 Prabowo Sandi.

"Sekarang kita tidak bisa memberikan punishment (hukuman). Kita hanya bisa menyerukan, tapi kalau memberikan punishment tidak bisa," kata Ibas, beberapa waktu lalu.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Diduga Beri Kesaksian Palsu, KPK Ultimatum Para Petinggi Lippo Group

Kredit : fadhli


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH