Tanggapi Prabowo, PDIP: Mari Belajar dari Kematangan Rakyat Dalam Berpolitik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (MP/Budi Lentera)

Merahputih.com - Capres Prabowo Subianto terus menggaungkan narasi kecurangan di Pemilu 2019. Teranyar, ia menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan KPU.

Prabowo menganggap telah terjadi kecurangan selama penyelenggaraan pemilu. Mulai masa kampanye hingga proses rekapitulasi hasil perolehan suara yang saat ini masih berjalan.

Terkait dengan hal tersebut, Sekertaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menilai, klaim sepihak serta narasi kecurangan yang dibangun pihak-pihak yang kecewa, hanyalah sebagai dinamika politik yang terus dimainkan bagi yang kalah. Hal ini juga biasa terjadi di pilkada.

”Secara teknis dalam pemilu berlaku dalil dari Afrika, semakin kompleks pelaksanaan Pemilu, semakin mudah dimanipulasi. Pemilu presiden jauh lebih sederhana daripada pemilu legislatif,” jelas Hasto dalam keterangannya, Kamis (16/5).

BACA JUGA: TKN Sindir Prabowo, Jangan Tanggung Sekalian Tolak Hasil Pileg!

Hasto menambahkan, apa yang ditampilkan rakyat dengan partisipasi pilpres yang begitu besar, 81.78%, dan hasil survey dimana lebih 92% responden menerima hasil pemilu meski jagonya kalah, menunjukkan tingginya kesadaran politik rakyat dibanding elit politiknya.

“Mari belajar dari kematangan rakyat di dalam berpolitik. Rakyat terbukti menjadi benteng bagi pemilu jurdil,” imbuh Hasto.

"Dengan demikian, dalam praktek, maka kemungkinan manipulasi dalam pemilu presiden jauh lebih sulit daripada pemilu legislatif. Apalagi dengan jumlah pemilih yang hadir ke TPS mencapai lebih dari 155 juta," lanjut dia.

Prabowo-Sandi bersama para petinggi BPN dan politisi partai pendukung
Prabowo-Sandi bersama petinggi BPN dan politisi partai pendukung dalam simposium kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Sahid, Jakarta (Divisi Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi)

Ditambah pula, kata Hasto, Pilpres 2019 didukung legitimasi yang kuat dari masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan tingginya partisipasi pemilih yakni sebesar 81,78 persen.

Ia pun menyayangkan sikap Prabowo yang menolak hasil Pilpres 2019 namun tak mau membawanya ke Mahkamah Konstitusi (MK). (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH