Tanggapi "Ekonomi Kebodohan" Prabowo, Hasto: Rakyat Paham Siapa yang Menderita Gejala Kebodohan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (MP/Budi Lentera)

MerahPutih.Com - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto merespon keras tuduhan Capres nomor 02 Prabowo Subianto yang menyebut rezim ini mempraktekkan ekonomi kebodohan.

Dalam Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kamis (11/10) kemarin, Prabowo menyebut sistem perekonomian saat ini sebagai ekonomi kebodohan. "Ini menurut saya bukan ekonomi neolib lagi, ini lebih parah dari neolib. Ini menurut saya ekonomi kebodohan. The economics of stupidity. Ini yang terjadi," kata Prabowo.

Menurut Prabowo yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

"Rakyat melihatlah mana yang sebenarnya berbicara hal-hal yang positif membangun negeri ini dengan kerja keras dengan tetesan keringat, mana yang retorika," kata Hasto di Posko Cemara, Jumat (12/10).

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto berbicara di Rakernas LDII (Foto: Twitter @ldii_news)

Hasto mengingatkan sebagai seorang pemimpin seharusnya Prabowo berhati-hati dalam berucap, memilih diksi pun demikian. Sebab rakyat yang justru akan bertindak sendiri.

"Rakyat juga akhirnya melihat siapa yang sebenarnya menderita gejala kebodohan itu ketika tidak bisa membedakan antara penganiayaan dan operasi plastik, rakyat paham siapa yang sebenarnya menderita gejala kebodohan," ucap Sekjen PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya, di hadapan peserta Rakernas LDII, Prabowo mengkritik kondisi ekonomi bangsa terkini. Pertama soal utang luar negeri yang disebut terus membengkak. Anehnya, elit politik menanggapi baik-baik saja.

Kemudian, soal SDA yang melimpah tetapi rakyat tidak menikmati kekayaan negerinya sendiri karena sudah dibawa ke luar negeri.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: UGM Larang Seminar Kebangsaan di Kampus, Begini Tanggapan Ferry Mursyidan

Kredit : fadhli


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH