Tanggapan TKN Terkait Ancaman Prabowo Mundur dari Pilpres, Karding: Gertak Sambal Cuma Strategi Prabowo Subianto. (Facebook/Prabowo Subianto)

MerahPutih.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding menyesalkan ancaman kubu Prabowo yang ingin mundur dari kontestasi Pilpres 2019 jika dicurangi.

Karding mengatakan, pernyataan seperti ini jelas merupakan strategi untuk mendelegitimasi penyelenggara pemilu. Dalam hal ini KPU dan Bawaslu bahkan pemerintah.

"Menurut saya ini strategi. Gertak sambal. Sekali lagi ini berbahaya bagi delegitimasi terhadap KPU sekaligus juga delegitimasi terhadap pemerintahan," kata Karding di Jakarta, Senin (14/1).

Kubu Prabowo, tutur dia, hendak membangun dan menggiring opini seolah-olah pemilu curang dan kecurangan itu dilakukan oleh pemerintah atau kubu petahana.

"Mereka mencoba membangun frame, menggiring opini bahwa pemilu kali ini akan berjalan curang dan kecurangan itu dilakukan oleh pemerintah pak Jokowi," ujarnya.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding. (Foto:merahputih.com/Fadli)
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Abdul Kadir Karding. (Foto:merahputih.com/Fadli)

Politisi PKB mengatakan, strategi semacam ini tentunya sangat berbahaya jika dipercaya oleh rakyat. TPS, kata Karding, akan sepi karena pemilih enggan datang mencoblos.

"Kalau berita ini masif dan dipercaya oleh masyarakat, maka bisa jadi orang tidak akan datang ke TPS untuk memilih atau sebagian orang tidak akan memilih. Karena dibangun ketakutan-ketakutan yang ada dalam dirinya," katanya.

Meski demikian, kubu Jokowi tidak mempermasalahkan jika Prabowo - Sandi benar-benar mengundurkan diri dari kontestasi Pilpres 2019.

"Ya, kalau mundur silakan mundur. Cuma harus diingat, mundur itu kena denda, yang kedua pidana, yang ketiga sangat menguntungkan pak Jokowi karena tidak ada lawan. Jadi, sebaiknya bicara yang positif-positif," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Djoko Santoso menyatakan, Prabowo Subianto akan mengundurkan diri jika terdapat potensi kecurangan dalam Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Djoko Santoso dalam pidatonya saat menghadiri acara #Bising (Bincang Asik dan Penting) oleh Gerakan Milenial Indonesia (GMI) di Kota Malang, Minggu (13/1). (Fdi)


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH