Tanggapan Polisi soal Panggilan Komnas HAM soal Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di KPI Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardana (kiri) dan Waka Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto (tengah) saat memberikan keterangan pers Kamis malam (2/9/2021). ANT/

MerahPutih.com - Komnas HAM bakal memanggil pihak Kepolisian terkait dugaan kasus pelecehan seksual terhadap pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) oleh rekan kerja.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Wisnu Wardana tidak memberikan jawaban tegas. Dia hanya menyampaikan pihaknya masih fokus mendalami kasus tersebut.

Baca Juga

Polisi Sebut Korban Pelecehan Seksual dan Perundungan di KPI Alami Trauma

"Hal tersebut kita perdalam dulu masalah pemanggilan ke lain-lain," ujar Kompol Wisnu Wardana kepada wartawan, Jumat (3/9).

Wisnu menjelaskan, polisi masih mengumpulkan barang bukti untuk membuat kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual ini menjadi lebih terang. Selain itu, pihaknya bakal memanggil para terduga pelaku hingga saksi-saksi lain, termasuk psikolog korban.

"Nanti semua kita panggil dari pihak terlapor. Besok kita rencananya panggil saksi-saksi yang lain untuk menguatkan, ada psikolog yang sudah dia konsultasi sebelumnya," paparnya.

Kantor Komisi Nasional Hak Asasi (Komnas HAM). ANTARA/Muhammad Zulfikar
Kantor Komisi Nasional Hak Asasi (Komnas HAM). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Sebelumnya, Komnas HAM mengatakan pihaknya bakal memanggil polisi terkait kasus pelecehan seksual di kantor KPI Pusat. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyebut nantinya kepolisian dari Polsek Gambir akan dimintai keterangan.

"Iya, kalau dari kepolisian, kira-kira kami akan minta keterangan dari Polsek Gambir, terus kemudian atasannya seperti apa," kata Beka kepada wartawan di kantor Komnas HAM, Kamis (2/9).

Beka mengatakan kasus ini harus jelas dulu peristiwanya seperti apa. Untuk itu, keterangan korban dan beberapa pihak lainnya sangatlah penting untuk mengusut kasus ini.

"Ini harus jelas konstruksi pemeriksaannya terlebih dahulu, jadi harus jelas konstruksi peristiwanya terlebih dahulu," ucap Beka.

"Supaya tidak ada kesimpulan di awal yang justru jadi kontraproduktif dengan kehadiran yang diterima oleh korban," sambungnya.

Polres Metro Jakarta Pusat telah mengancam dengan pasal berlapis jika terduga pelaku terbukti melakukan kekerasan seksual dan perundungan seperti yang dilaporkan MSA.

Mereka diancam pasal berlapis dugaan pidana Pasal 289 dan 281 KUHP jo 33 tentang perbuatan cabul dan atau kejahatan terhadap kesopanan disertai ancaman atau dengan kekerasan. (Knu)

Baca Juga

Polisi Duga Pelecehan Seksual dan Perundungan Pegawai KPI Pusat Terjadi Oktober 2015

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Terduga Teroris Pasar Rebo Berperan Siapkan Tempat Uji Coba Bom
Indonesia
Terduga Teroris Pasar Rebo Berperan Siapkan Tempat Uji Coba Bom

Densus 88 menggeledah terduga teroris W di kediamannya, Pasar Rebo, Jakarta Timur. W saat ini sudah ditangkap.

Partisipasi Pemilih di Pilkada Diklaim Kalahkan Pilpres AS
Indonesia
Partisipasi Pemilih di Pilkada Diklaim Kalahkan Pilpres AS

Sayangnya tingkat partisipasi pemilih ini belum mencapai target partisipasi pemilih yang ditetapkan oleh KPU RI.

Amnesty Tegaskan Ancaman Bui karena Tolak Divaksin Pelanggaran HAM
Indonesia
Amnesty Tegaskan Ancaman Bui karena Tolak Divaksin Pelanggaran HAM

Manfaat ilmiah dari vaksin harus dijelaskan dan disebarkan dengan cara yang dapat dimengerti oleh semua orang

Asah Skill Kejahatan Siber, Kasi Intel Kejari Halsel Ambil Sertifikasi CHFI
Indonesia
Asah Skill Kejahatan Siber, Kasi Intel Kejari Halsel Ambil Sertifikasi CHFI

"Modus operandi pelaku tindak pidana setiap harinya semakin beragam dengan teknologi canggih. Untuk itu, saya perlu mengambil sertifikasi CHFI sebagai bekal menghadapi tantangan global," kata Fardana

 OTT Wali Kota Cimahi, KPK Sita Dokumen Keuangan Rumah Sakit
Indonesia
OTT Wali Kota Cimahi, KPK Sita Dokumen Keuangan Rumah Sakit

Informasi lebih rinci mengenai OTT ini akan disampaikan dalam konferensi pers pada hari ini, Sabtu (28/11).

Anggota Kelompok Bersenjata Papua Osimin Wenda Ditangkap, Berikut Catatan Kriminalnya
Indonesia
Anggota Kelompok Bersenjata Papua Osimin Wenda Ditangkap, Berikut Catatan Kriminalnya

Anggota kelompok bersenjata Osimin Wenda alias Usimin Telenggen (30 tahun), ditangkap di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Kamis (22/7).

Wagub DKI Patuhi Instruksi Mendagri
Indonesia
Wagub DKI Patuhi Instruksi Mendagri

"Pokoknya kami patuh pada aturan dan ketentuan," papar Riza

Peserta Tes SKD CPNS 'Dikawal' Pink Soldier Ala Squid Game
Indonesia
Peserta Tes SKD CPNS 'Dikawal' Pink Soldier Ala Squid Game

Kami ingin membuat peserta lebih rileks dan bahagia

Anies Keluarkan Kepgub Ganjil Genap Jalan Menuju Tempat Wisata
Indonesia
Anies Keluarkan Kepgub Ganjil Genap Jalan Menuju Tempat Wisata

Untuk masuk ke lokasi wisata, pengunjung dan pegawai wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi

Manganang Tak Pernah Haid, Dokter RSPAD: Memang Tidak Punya Rahim
Indonesia
Manganang Tak Pernah Haid, Dokter RSPAD: Memang Tidak Punya Rahim

Prostat itu hanya dimiliki oleh laki-laki