Tanggapan Kemenlu Soal Nasib Miris 30 Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah dalam pengarahan kepada pers di Jakarta, Kamis (18/7). (ANTARA/Yashinta Difa)

MerahPutih.Com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akhirnya buka suara menanggapi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi yang mengalami nasib memprihatinkan di tengah pagebluk COVID-19.

Diketahui sebanyak 30 PMI yang bekerja di restoran Al-safy di Taif, tidak mendapatkan gaji dan terancam di Putus Hubungan Kerja (PHK) dari tempat mereka bekerja.

Baca Juga:

Arab Saudi Minta Indonesia Hormati Hukuman Mati TKI

"Saya juga baru diinfokan dan Kemlu sudah memintakan KBRI di Riyadh untuk mencari informasi yang lebih lengkap," kata Jubir Kemenlu Teuku Faizasyah saat dikonfirmasi, Rabu (20/5).

Menlu Retno Marsudi bersama para TKI di Jakarta
Menlu Retno Marsudi saat acara pertemuan 1000 TKI dan Diaspora Indonesia di Jakarta. (ANTARA FOTO/Fanny Kusumawardhani)

Perwakilan PMI di Jeddah Rinto Purbaya meminta kepada pemerintah untuk segera memulangkan mereka ke Indonesia. Pasalnya, restoran Al-safy ditutup karena Kerajaan Arab Saudi kembali melakukan karantina wilayah.

"Keputusan dari bos pengguna restaurant Al-safy belum direalisasikan. Keputusan itu bahwa gaji kita akan dibayarkan sesuai peraturan kerajaan, tapi sampai saat ini belum ada keputusan formal langsung dari bos," ujarnya.

Perusahaan Al-Safy hanya mensupport sembako seminggu sekali untuk 30 orang PMI dan itu pun terbagi bagi. Contoh minggu ini sayuran, minggu depan beras, jadi kita 30 orang TKI ini bingung karena tidak sekaligus, sampai saat ini masih seperti ini pendistribusian sembako oleh perusahaan.

"Perusahaan pernah berjanji gaji periode Maret 2020 akan di berikan tgl 23 April 2020 tapi mereka (bos) ingkar," katanya.

Menurut Rinto, hingga saat ini para pekerja sudah bersabar menunggu pembayaran gaji dan status mereka untuk ke depannya.

"Beli sikat gigi saja susah, tidak dapat makan yang sepantasnya, tidak digaji, didiskriminasi sebab ada sebagaian pegawai restaurant Al-Safy sudah di berikan gaji dan hanya pekerja Indonesia saja yang belum diberikan gaji," sambung Rinto.

Baca Juga:

KBRI Diserang, Pemerintah Stop Impor TKI Ke Arab Saudi

Ketika disinggung mengenai hal tersebut, Faizasyah mengaku belum dapat memastikan apakah pihaknya akan memulangkan para PMI ke Tanah Air. Ia berujar Kemenlu ingin mengetahui duduk perkara yang menimpa para PMI di Arab Saudi tersebut.

"Untuk itulah kedubes di saudi kita kontak untuk mencari tahu duduk perkaranya. informasi tersebut yang akan dijadikan dasar keputusan," ujar Faizasyah.(Pon)

Baca Juga:

Nasib Enam TKI Indramayu di Arab Terus Diperjuangkan

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH