Tanggapan Kedubes Rusia Soal Pidato Jokowi 'Propaganda Rusia' Presiden Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin (@RusEmbJakarta)

Merahputih.com - Kedutaan Besar Rusia di Indonesia akhirnya angkat bicara menanggapi pidato calon presiden petahana Joko Widodo yang menyebut pemakai konsultan asing dalam berpolitik cenderung tidak memikirkan dampaknya bagi rakyat, salah satunya yaitu dengan 'propaganda Rusia'.

Lewat akun twitter resminya, @RusEmbJakarta, Kedubes Rusia di Indonesia menegaskan pemerintahnya tidak mencampuri pemilu di Indonesia.

"Berkaitan dengan beberapa publikasi di media massa tentang seakan-akan penggunaan “propaganda Rusia” oleh kekuatan-kekuatan politik tertentu di Indonesia, kami ingin menyampaikan sebagai berikut," tulis Kedubes Rusia.

"Sebagaimana diketahui istilah “propaganda Rusia” direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas," sambungnya.

"Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami," cuit Kedubes Rusia.

Uniknya, menutup rangkaian tweet klarifikasi soal 'Propaganda Rusia', akun resmi Kedubes itu melakukan Pinned Tweet dengan mengunggah foto Presiden Vladimir Putin bersama dengan Presiden Joko Widodo. Momen itu terjadi saat Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Rusia di Singapura, November 2018 lalu.

Dalam pidato capres nomor urut 01 di Pabrik Gula Colomadu, Solo, Jokowi menyebutkan bahwa teori propaganda Rusia dilakukan dengan menyemburkan dusta atau hoaks sebanyak-banyaknya untuk membuat masyarakat ragu.

Sebelumnya, tuduhan adanya keterlibatan pihak Rusia dalam salah satu tim kampanye capres muncul saat capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan pada 14 Januari 2018.

Saat itu, muncul video viral Prabowo berjalan dengan pria asing yang diduga konsultan politik Amerika Serikat Rob Allyn, wakil duta besar Rusia untuk Indonesia, hingga pengusaha Rusia Ariel Israilov.

Kedubes Rusia juga telah membantah pria tersebut wakil duta besar mereka di Indonesia. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH