Tanggapan IAIN Tulungagung Terkait Mahasiswinya yang Diduga Terlibat ISIS IAIN Tulungagung, kampus asal Irma Novianingsih (Foto: iaintulungagung.ac.id)

MerahPutih.Com - Seorang perempuan asal Tulungagung diduga terlibat dalam jaringan ISIS. Perempuan bernama Irma Novianingsih itu termasuk salah satu dari delapan WNI yang dideportasi dari Suriah dengan menggunakan pesawat Turkish Airlines TK-056 pada Jumat (25/5).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Irma Novianingsih (24) tercatat sebagai salah satu mahasiswi IAIN Tulungagung. Hal itu diakui pihak kampus melalui Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga M.Abdul Aziz.

"Saudari Irma Novianingsih ini memang pernah kuliah di sini. Di IAIN Tulungagung. Namun menurut catatan akademik, yang bersangkutan sudah setahun ini tidak aktif tanpa memberi keterangan," kata M. Abdul Aziz.

Pembantu Rektor III IAIN Tulungagung Abad Badruzzaman
Pembantu Rektor III IAIN Tulungagung Abad Badruzzaman (Foto: Ist)

Klarifikasi dari pihak rektorat IAIN Tulungagung kembali dipertegas dalam keterangan Pembantu Rektor III Abad Badruzzman di Tulungagung, Senin (28/5). IAIN Tulungagung menyatakan nama Irma Novianingsih, satu dari delapan WNI deportan Suriah bukan lagi berstatus mahasiswa IAIN Tulungagung meski identitas yang sama pernah menjalani perkuliahan hingga semester VI.

"Irma sudah tidak aktif sejak awal semester VII pada tahun ajaran 2017 hingga sekarang. Statusnya dengan demikian nonaktif atau DO," kata Pembantu Rektor III IAIN Tulungagung Abad Badruzzaman.

Ia membenarkan nama deportan Suriah yang diduga terkait jaringan ISIS, Irma Novianingsih adalah sama persis dengan identitas Irma Novianingsih yang tercatat di buku induk mahasiswa IAIN Tulungagung.

Namun pihak kampus belum berani membuat kesimpulan bahwa dua identitas tersebut adalah orang yang sama. Artinya deportan atas nama Irma Novianingsih merupakan WNI asal Tulungagung yang pernah menjalani perkuliahan di IAIN Tulungagung.

Kampus IAIN Tulungagung
Kampus IAIN Tulungagung (Foto: iaintulungagung.ac.id)

"Kami belum akan menyimpulkan bahwa nama tersebut (Irma Novianingsih) pasti mahasiswa IAIN Tulungagung. Namun jika mengacu data dari intel, semua identik dengan database kami," kata Abad Badruzzaman sebagaimana dilansir Antara.

Data pendukung dimaksud Abad adalah kesesuaian antara nama, alamat, tempat tanggal lahir hingga riwayat sekolah sebelum kuliah Irma Novianingsih.

Gadis kelahiran 23 November 1994 itu tercatat masuk di IAIN Tulungagung pada 2014 dengan mengambil bidang ilmu (jurusan) Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Awal perkuliahan Irma menjalaninya dengan normal. Semester 1 Irma mengambil 11 mata kuliah dengan total 22 SKS. Konsistensi Irma berlanjut hingga semester V. Namun memasuki semester genap di tahun ketiga ia menjalani perkuliahan, Irma mulai sering membolos.

Foto Irma Novianingsih
Ibunda Irma Novianingsih menunjukan foto anaknya kepada awak media (ANTARA JATIM)

Dari total 10 mata kuliah yang diambil Irma pada semester VI, hanya tiga mata kuliah yang dijalaninya. Itupun tidak maksimal.

"Semester ganjil (VII) pada 2017 Irma sudah tidak pernah mengikuti perkuliahan lagi hingga sekarang," kata Abad.

Status Irma Novianingsih saat ini disebut Abad dan Pembantu Rektor I IAIN Tulungagung M Abdul Aziz telah "drop out" (DO) otomatis. Hal itu dikarenakan Irma tidak pernah melakukan registrasi perkuliahan sejak 2017 hingga sekarang.

Juni 2018 nanti, Irma genap dua tahun nonaktif. "Mahasiswa yang dua semester berturut tidak melakukan her registrasi tanpa keterangan, maka secara sistem dia dinyatakan DO," kata Aziz.

Irma Novianingsih kini masih ditahan di ruang karantina Rutan Bambu Apus, Jakarta Timur.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar
Kapolres Tulungagung AKBP Tofik benarkan mahasiswi IAIN Tulungagung terlibat ISIS (Foto: humaspoldajatim)

Bungsu dua bersaudara asal Desa Dukuh, Kecamatan Gondang itu berada dalam pengawasan dan pemeriksaan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Namun untuk memastikan status dan keterkaitan Irma dan tujuh WNI lain itu dengan jaringan ISIS, Densus 88 Antiteror dan BNPT sampai saat ini masih intensif melakukan pendalaman.

Dalam pernyataan kepada awak media Minggu (27/5) kemarin, Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar menyatakan pihaknya akan mengawasi deportan Suriah yang berasal dari wilayahnya.

"Sudah barang tentu kami dari satuan wilayah akan memonitor terus dan bekerjasama dengan satuan atas agar bisa terus mengawasi, memantau dan menginformasikan kepada masyarakat bahwa situasi terkait adanya warga Tulungagung yang dideportasi, masih dalam kondisi terkendali," kata Tofik Sukendar.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Terlibat ISIS, Seorang Mahasiswi Asal Tulungagung Dideportasi dari Suriah


Tags Artikel Ini

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH