Tanggapan Ganjar Pranowo Dituding Terima Uang Panas e-KTP Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkeras tidak pernah menerima aliran dana korupsi pengadaan proyek e-KTP.

Bantahan itu, menyikapi tudingan Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazarudin sewaktu bersaksi dalam kasus yang sama dengan terdakwa dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto pada April lalu.

Saat bersaksi, Nazarudin mengakui Ganjar memang menolak diberikan uang sebesar US$ 150 dolar. Namun, hal itu lantaran Ganjar meminta uang sebesar US$ 500 dolar atau setara dengan jatah yang diterima Ketua Komisi II.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menegaskan, bahwa apa yang disampaikan Nazarudin saat itu merupakan sebuah kebohongan.

"Itu Bohong," tegas Ganjar usai bersaksi untuk terdakwa kasus korupsi e-KTP Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, ‎Jakarta Pusat, Jumat (13/10).

Menurut Ganjar, mantan Anggota Komisi II DPR Miryam S. Haryani juga menyebut dirinya tidak pernah menerima uang panas dalam proyek yang merugikan negara hingga Rp 2.3 triliun itu.

Pernyataan Miryam, disampaikan saat Ganjar dikonfrontasi dengan mantan Bendahara Umum Partai Hanura itu saat keduanya diperiksa sebagai saksi dalam perkara korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

‎"Orang boleh ngarang cerita, tapi kalau anda melihat dari konfrontasi saya waktu itu dengan Miryam S. Haryani, Miryam yang membagi duit saja dia mengatakan tidak (Ganjar terima uang)," pungkasnya. (Pon)

Baca juga berita terkait kasus e-KTP dalam artikel berikut: Ganjar Pranowo Bantah Tawar-menawar Jatah e-KTP

Kredit : ponco


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH