Tanggapan Anies Terkait Pembatalan Pengajuan Dua Cawagub oleh PKS dan Gerindra Gubernur Anies saat meninjau pasien DBD di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi santai soal pembatalan penyodoran dua nama calon Wakil Gubernur (cawagub) DKI Jakarta yang telah disaring oleh tim panelis gabungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra.

Anies menuturkan bahwa dirinya tak bisa melakukan protes terhadap hal tersebut dikarenakan penyerahan dua calon DKI 2 merupakan hak dari partai pengusung.

"Iya jadi begini, setuju tidak setuju, suka tidak suka, undang-undangnya mengatakan bahwa kewenangan mengajukan nama Gubernur dan wakil gubernur untuk proses penggantian itu ada pada partai pengusung, itu aturan perundangannya," ujar Anies di Monas, Jakarta Pusat, Senin (11/2).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menuturkan dirinya tak mempermasalahkan kapanpun partai yang mengusung dirinya di tahun 2017 lalu menyodorkan dua nama cawagub kepada dirinya. Yang pasti, lanjut dia, dirinya sangat menyambut kabar baik tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: MP/Asropih)

"Karena itulah perintah undang-undang, jadi saya siap untuk menjalankan apa yang menjadi perintah undang-undang dan mudah-mudahan kesepakatan antar partai bisa tuntas," tuturnya

Diketahui, Humas DPW PKS DKI Jakarta Zakaria Maulana Alif mengatakan, dua nama cawagub yang diusulkan oleh tim panelis itu belum bisa diumumkan ke publik dan diserahkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sebab, menurut dia, belum ada kesepakatan antara pimpinan tertinggi PKS dan Gerindra.

Tak hanya itu, Zakaria juga mengungkapkan, alasan tertundanya sodorkan dua nama ke Gubernur Anies lantaran Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M. Taufik tengah berada di luar kota. Sehingga pengumuman tersebut urung dilakukan.

"Ga mungkin (dua nama cawagub diserahkan ke Anies). Intinya pertemuan pimpinan partai politik belum ada dan belum ada tandatangan untuk menyampaikan surat 2 cawagub ini ke gubernur DKI Jakarta. Alasannya, pak taufik di luar kota," jelasnya. (Asp)

Kredit : asropih


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH