Tanggal 5 Oktober, Gubernur Bali Berdoa di Pura Besakih Pura Besakih, di kaki Gunung Agung (ANTARA FOTO/Nyoman Budhianta)

MerahPutih.Com - Status Gunung Agung berdasarkan keterangan resmi BNPB sampai saat ini masih awas. Artinya sejumlah lokasi yang berada radius 12 kilometer dari Gunung Agung tetap menjadi zona merah alias bahaya.

Meski dalam status awas, Gubenur Bali Made Mangku Pastika berencana ke Pura Besakih guna menggelar ritual Piodalan Purnama Kapan, Kamis (5/10) esok.

"Mudah-mudahan dengan doa tulus dan suci, pikiran yang baik, Gubernur ikut ke sana, mendoakan supaya rakyat kita tetap aman, sejahtera," kata Pastika usai menggelar pertemuan dengan konsul jenderal negara sahabat di Denpasar, Rabu (4/10).

Kehadirannya di situ, meskipun di tengah Gunung Agung berstatus Awas karena posisi gubernur secara niskala (bersifat rohani), secara adat dan budaya di Bali sebagai "panglingsir" atau orang yang dituakan di seluruh Bali.

"Gubernur itu kalau di Bali panglingsir, murdaning jagat Bali (orang dengan posisi tertinggi). Beda degan di tempat lain," ucap Mangku Pastika.

Kedatangannya ke Pura Besakih yang sebenarnya masuk dalam Kawasan Rawan Bencana 3 (karena radiusnya kurang dari 12 kilometer dari puncak gunung), bukan berarti dia mengesampingkan hitung-hitungan ilmiah dari ahli vulkanologi.

"Jadi saya pagi-pagi pantau dulu gunungnya, iya dong. Kalau sudah grudug-grudug mau meletus pergi ke situ, namanya nekat," ujar Pastika.

Pastika pun berseloroh bahwa dirinya orang biasa-biasa saja dan tidak akan bersikeras datang jika Gunung Agung sudah erupsi. "Kalau sudah meletus, masak kami nekat ke situ. Kami kan bukan orang sakti juga, biasa-biasa aja," ucapnya.

Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bali sebelumnya juga mengeluarkan seruan supaya masyarakat Bali dari berbagai agama melaksanakan doa bersama pada 5 Oktober 2017 tepat pukul 12.00 Wita untuk memohonkan supaya Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, tidak jadi meletus.

"Mudah-mudahan dengan doa yang tulus dari orang yang tulus dari seluruh umat beragama, apa yang kita mohonkan mudah-mudahan terkabul," ujar Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet.

Menurut dia, Gunung Agung sekalipun nantinya jadi meletus, hendaklah bukan dianggap sebagai bencana. Namun menjadi pembelajaran. Misalnya dari sisi tata ruang ke depannya terkait jalur-jalur lahar supaya tidak kembali menjadi permukiman penduduk.

"Lewat doa ini, kita semua berharap agar Bali tetap aman, damai, rahayu dan semakin makmur, sekalipun jadi meletus ataupun tidak," katanya.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH