Tangan Lima Tersangka Pengeroyok Lansia Diborgol, Polisi Jelaskan Perannya Polisi menetapkan lagi sejumlah orang sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan lansia bernama Wiyanto Halim (89) meninggal dunia (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Polisi menetapkan lagi sejumlah orang sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan yang mengakibatkan lansia bernama Wiyanto Halim (89) meninggal dunia.

Aksi pengeroyokan itu terjadi di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (23/1) dini hari.

"Polres Jakarta Timur sudah menetapkan lima orang tersangka terkait kasus pengeroyokan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Timur, Selasa (25/1).

Baca Juga

4 Orang Jadi Tersangka Pengeroyokan Lansia di Jakarta Timur

Saat dirilis, para tersangka yang mengenakan baju tahanan biru ini hanya bisa tertunduk lesu. Tangan mereka juga diborgol.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa baju, helm, satu unit Toyota Rush milik korban yang mengalami kerusakan akibat pengeroyokan.

Adapun mengenai kasus pengeroyokan ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP ayat 1 dan 2 juncto Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumannya diatas 5 tahun.

Zulpan menerangkan para tersangka memiliki peranan yang berbeda dalam aksi pengeroyokan tersebut. Pelaku pertama berinisial TB yang menendang mobil dan korban dengan menggunakan kaki kanan dan menendang perut.

"Kemudian JI berperan menendang menggunakan kaki kanan ke tubuh korban," kata Zulpan.

Jenazah korban pria lanjut usia (lansia) berinisial WH (89) yang menjadi korban pengeroyokan hingga tewas di Pulogadung, Jakarta Timur, disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022). (ANTARA/Abdu Faisal)
Jenazah korban pria lanjut usia (lansia) berinisial WH (89) yang menjadi korban pengeroyokan hingga tewas di Pulogadung, Jakarta Timur, disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022). (ANTARA/Abdu Faisal)

Ketiga, tersangka berinisial RYN yang menendang mobil dan menarik paksa korban dengan tangannya hingga keluar dari mobil, serta memukul ke kepala korban dengan tangan kosong.

Keempat ada tersangka MA, yakni berperan menginjak kaca bagian depan hingga pecah.

"Sementara tersangka kelima MJ menendang kepala korban dan mobil yang ini juga disaksikan oleh saksi," jelas Zulpan.

Menurut mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan ini, penetapan tersangka kasus pengeroyokan ini tidak hanya berhenti pada lima orang saja.

Sebab, dalam barang bukti rekaman CCTV yang diamankan polisi terlihat cukup banyak massa yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.

"Penyidik sampai saat ini masih mendata dan mengejar, karena sudah ada data identifikasi kepemilikan kendaraan pelaku yang ikut dalam rombongan," tutup Zulpan yang memakai masker hitam ini.

Baca Juga

Jaksa Keluarkan SKP2, Tersangka Penganiayaan Pedagang di Sumut Minta Maaf

Sebelumnya, Wiyanto Halim meregang nyawa setelah dihakimi massa di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Korban dituduh mencuri mobil yang dikendarainya. Insiden ini sempat viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan berdasarkan laporan yang diterima ternyata sang pengemudi bukan seorang pencuri.

Menurut dia, korban merupakan pemilik dari mobil tersebut. Pihak keluarga Wiyanto mendesak polisi menangkap dan memproses hukum semua pelaku. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Survei PRC: Masyarakat Lebih Percaya Polri Dibandingkan KPK
Indonesia
Survei PRC: Masyarakat Lebih Percaya Polri Dibandingkan KPK

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diklaim lebih tinggi. Khususnya dari delapan lembaga tinggi negara lainnya.

Ada 182 Kegiatan G20 di Indonesia, Bandara-Bandara Parkir Alternatif Siaga
Indonesia
Ada 182 Kegiatan G20 di Indonesia, Bandara-Bandara Parkir Alternatif Siaga

Pemerintah juga fokus pada peningkatan layanan di Bandara Internasional Soekarno Hatta mulai tahapan pengecekan kesehatan, imigrasi, custom clearance, dan pengantaran delegasi menuju akomodasi masing-masing.

Gus Yahya Yakin Kasus Desa Wadas Bisa Diselesaikan
Indonesia
Gus Yahya Yakin Kasus Desa Wadas Bisa Diselesaikan

"Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik; dan kalau saya pribadi sangat yakin bahwa ini bisa diselesaikan," kata Gus Yahya.

BMKG Perkirakan Tiga Wilayah DKI Hujan dengan Intensitas Sedang
Indonesia
BMKG Perkirakan Tiga Wilayah DKI Hujan dengan Intensitas Sedang

Tercatat juga suhu rata-rata per wilayah mencapai 24-31 persen

Kepulauan Meranti Gelar Pembelajaran Tatap Muka SD sampai SMA/SMK
Indonesia
Kepulauan Meranti Gelar Pembelajaran Tatap Muka SD sampai SMA/SMK

Penerapan proses belajar mengajar dengan tatap muka di daerah ini mengacu pada peraturan 4 kementerian.

PSI Desak Anies Jelaskan Pemborosan Rp 3,3 Miliar Pengadaan Tanah Makam COVID-19
Indonesia
PSI Desak Anies Jelaskan Pemborosan Rp 3,3 Miliar Pengadaan Tanah Makam COVID-19

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun menemukan pengadaan tersebut lebih mahal Rp 3,33 miliar. Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI pun meminta Gubernur Anies Baswedan untuk menjelaskan persoalan ini kepada masyarakat.

Pupuk Indonesia Telah Salurkan Bantuan 286 Ton Oksigen
Indonesia
Pupuk Indonesia Telah Salurkan Bantuan 286 Ton Oksigen

Penyaluran bantuan oksigen dimulai pada bulan Juli 2021 untuk perawatan pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit di Provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Kota Bandung, dan Balikpapan

Perjuangan Karyawan untuk Dapatkan Haknya Setelah Dirumahkan Sepihak
Indonesia
Perjuangan Karyawan untuk Dapatkan Haknya Setelah Dirumahkan Sepihak

Ia menambahkan, tuntutan kepada PT ATI adalah meminta gaji dibayarkan, uang pesangon dibayarkan, penghargaan masa kerja dan penggantian hak.

Tiga Saksi Ahli Diperiksa Soal Kasus yang Seret Nama Jerinx
Indonesia
Tiga Saksi Ahli Diperiksa Soal Kasus yang Seret Nama Jerinx

Mudah-mudahan hari Jumat atau Sabtu kita akan gelar perkara lagi

Alasan Satu dari Delapan Eks Pegawai KPK Ogah Jadi ASN di Polri
Indonesia
Alasan Satu dari Delapan Eks Pegawai KPK Ogah Jadi ASN di Polri

Rasamala menilai, kesempatan tersebut dapat menjadi upaya rehabilitasi nama baik 57 mantan pegawai KPK