Tanda-Tanda Kamu Berada di Keluarga yang Beracun Berada di lingkungan toxic family menghambat perkembangan potensimu. (Foto pixabay.com_lukaszdylka)

TOXIC memang kata yang terdengar terlalu negatif untuk digunakan kepada anggota keluarga sendiri. Namun definisi toxic sendiri adalah apa pun yang membahayakan kesehatanmu. Orang yang terus menyebarkan getaran negatif bisa saja merupakan salah satu anggota keluargamu.

Toxic family tentunya bisa membuat kamu stres. Drama, manipulasi, kecemburuan, kedenkian, serta berbagai sifat negatif mereka dapat merujuk kepada keletihan fisik maupun mental kamu. Demi menjaga kesehatan mental kamu, yuk kenali tanda-tanda jika kamu berada dalam toxic family!

1. Mengalami kesulitan mempercayai anggota keluargamu

family
Kepercayaan menjadi kunci ikatan keluarga yang harmonis. (foto: pixabay/free_photos)

Kepercayaan merupakan sesuatu yang sangat wajar terjadi di keluarga. Seharusnya keluarga menjadi tempat dimana kepercayaan bisa kamu rasakan secara penuh.

Keluarga seharusnya menjadi orang-orang yang memberikanmu kasih sayang dan kepedulian paling banyak ketimbang orang lain, namun jika keluargamu menyakiti kamu serta menghambatmu untuk berkembang, maka tentu saja itu akan berpengaruh kepada tingkat kepercayaan yang kamu berikan kepada mereka.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Brown University terhadap keluarga yang memiliki hubungan disfungsional, anak yang dibesarkan di keluarga yang beracun memiliki kesulitan mempercayai keluarganya.

2. Kamu merasa kamu terus dianggap sebagai anak kecil dan terlalu dikekang

family
Meskipun sudah dewasa, kamu selalu diatu-atur.(foto: pixabay/publicdomainpictures)

Hubungan yang beracun serta orangtua yang beracun biasanya melibatkan orangtua yang menghambat potensi anak sebagai sosok orang dewasa. Mereka akan mengkontrol seluruh hidupmu dan kerap membuat anak merasa bersalah jika melakukan sesuatu diluar kehendak mereka. Ini tentunya bisa membuat anak tidak bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya karena terhambat dalam menginginkan ide-ide orangtua yang ingin mereka capai.

3. Kamu takut akan manipulasi dari keluarga

family
Merasakan ketakutan dimanipulasi keluarga. (foto: pixabay/tskride)

Hubungan keluarga yang beracun biasanya dihasilkan karena adanya satu atau lebih anggota keluarga yang menggunakan manipulasi baik secara emosional, fisik, serta kebutuhan finansial. Mereka akan mengancam dengan tidak memberikan uang, memukul, atau menyakiti anggota keluarga lain dengan berbagai cara.

Manipulasi dalam hubungan keluarga bisa mempengaruhi kejiwaan seseorang dan dibutuhkan perhatian khusus untuk mencegah masalah kepercayaan pada masa depan anak.

4. Mereka mengontrol semua masalah dalam keluarga

family
Segala urusan keluarga ditentukan sesuai kehendaknya. (foto: pixabay/bessi)

Biasanya mereka yang memegang kuasa untuk memilah mana yang penting atau mana yang tidak penting dalam keluarga. Mereka menjadi sosok yang menentukan segala hal, sehingga kekuasaan berada di tangan mereka, meskipun kadang ini menyangkut masalah pribadi kamu. Jika ini terjadi, maka kamu telah berada di hubungan keluarga yang beracun.(shn)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH