Tanda Mengalami Kehamilan Berisiko Tinggi, Yuk Dicek! Ada beberapa faktor penyebab kehamilan berisiko tinggi. (Foto: Pixabay)

MENGETAHUI berbadan dua sungguh menyenangkan. Walaupun begitu, tekanan fisik dan mental juga kerap menyerang perempuan mengandung. Di masa lalu, tekanan tersebut berdampak pada tingginya angka kematian ibu hamil.

Akan tetapi, kemajuan ilmu kedokteran telah meningkatkan harapan hidup ibu hamil. Kini orang lebih peduli pada keamanan dan kenyamanan ibu serta anak. Faktor-faktor berisiko tinggi untuk janin juga telah dikenali. Berikut hal-hal berisiko tinggi bagi kehamilan yang wajib diketahui.

1. Obesitas

Obesitas
Obesitas berisiko pada kehamilan. (Foto: Pixabay)

Wanita dengan BMI (Body Mass Index) di atas 30 masuk kategori obesitas dan memiliki kehamilan jauh lebih berisiko. Dalam beberapa kasus, wanita obesitas melahirkan anak dengan kelainan janin. Tidak hanya berbahaya bagi anak, obesitas juga dapat membahayakan sang ibu.

Sejumlah risiko berbahaya seperti hipertensi, diabetes atau preeklamsia cenderung dialami ibu obesitas daripada ramping. Agar kehamilan terbebas dari risiko, pastikan tubuh kita tidak mengalami obesitas.

2. Kondisi kesehatan sebelum kehamilan

HIV
Ibu dengan AIDS berbahaya bagi janin. (Foto: Pixabay)

Kondisi kesehatan sebelum kehamilan berpengaruh pada kondisi janin. Penyakit menular seksual seperti AIDS yang menyerang si ibu sebelum kehamilan akan berisiko tinggi pada janin.

Selain penyakit menular seksual, beberapa riwayat penyakit seperti tekanan darah tinggi, thyroid, diabetes, epilepsi, penyakit ginjal dan jantung dapat memengaruhi kondisi bayi dalam kandungan.

3. Konsumsi obat dan alkohol

Alkohol
Ibu hamil sebaiknya tidak terpapar rokok. (Foto: Pixabay)

Selama masa kehamilan, seorang ibu dilarang merokok, mengonsumsi obat-obatan serta alkohol. Jika hal tersebut tetap dilakukan, akan berisiko tinggi pada janin. Menurut laporan World Health Organization, merokok selama hamil dapat meningkatkan risiko kematian 50% lebih tinggi.

Merokok selama hamil juga berdampak pada kemampuan motorik anak. Ibu hamil tidak disarankan memiliki kontak langsung dengan perokok atau menjadi perokok pasif.

4. Kehamilan ganda

Hamil

Hamil anak kembar memicu diabetes. (Foto: Pixabay)

Ibu mengandung anak kembar berisiko mengalami preeklamsia dan diabetes gestasional selama hamil. Semakin banyak jumlah bayi yang dikandung di dalam satu masa kehamilan, kian tinggi risiko yang dihadapi. Dibutuhkan perawatan ekstra untuk mencegah risiko-risiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil anak kembar. Ibu dengan anak kembar disarankan istirahat lebih lama.

5. Tidak sesuai usia

Usia
Usia memengaruhi kesehatan ibu hamil. (Foto: Pixabay)

Tubuh perempuan dirancang untuk memproduksi keturunan di usia tertentu. Melanggar ketentuan tersebut dengan hamil sebelum atau sesudah usia ideal menjadikan kehamilan berisiko tinggi. Seorang perempuan dinyatakan siap mengandung di usia 20 tahunan.

Dengan demikian, perempuan tidak dianjurkan hamil sebelum mencapai usia tersebut. Tidak disarankan pula hamil setelah mereka mencapai usia 35 tahun ke atas. Jika perempuan hamil di usia tersebut, kehamilannya masuk kategori berisiko tinggi.

6. Stres tinggi

Kehamilan berisiko tinggi tidak hanya meliputi faktor fisik, tetapi juga mental. Ibu hamil dengan stres selama kehamilan, baik karena pekerjaan atau keluarga akan berimplikasi langsung pada janinnya. Jika kamu mengalami stres saat hamil, temui dokter untuk menghindari risiko tinggi selama kehamilan.

Demikian sejumlah faktor yang menyebabkan resiko tinggi pada kehamilan. Dengan mengetahui tanda-tandanya, kamu dapat mencegahnya. Kamu juga bisa melakukan perawatan ekstra jika masuk salah satu kategori kehamilan berisiko. (Avia)

Kredit : iftinavia


Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH