Tambah Tersangka, Hasutan di Grup WhatsApp Jadi Pemicu Pembubaran Midodareni Para tersangka kasus intoreransi di Solo. (Foto: Ismail/Jawa Tengah).

MerahPutih.com - Polresta Surakarta, Jawa Tengah kembali menangkap dua pelaku intoleran baru yang membubarkan paksa acara midodareni atau pernikahan di rumah Almarhum Assegaf bin Jufri di Kota Solo, Sabtu (8/8).

"Pesan yang berisi hasutan tersebut tersebar di grup WhatsApp dan memicu para pelaku datang ke lokasi acara midodareni di rumah Habib Umar di Kampung Mertodranan dan berbuat anarkis," ujar Kapolresta Surakarta Kombes Ade Sapri Simanjuntak dalam konferensi pers di Mapolresta Surakarta, Kamis (20/8).

Mantan Kapolres Karanganyar ini mengaku, sudah mengantongi sejumlah nama setelah berhasil menangkap 2 tersangka baru berinisial S alias J dan NH alias H ditangkap Kamis dinihari. Dari kedua tersangka ini mendapatkan nama-nama baru yang sudah berhasil diidentifikasi.

Baca Juga:

Langgar Protokol Kesehatan, 90 Ribu Warga Jakarta Disanksi Kerja Sosial

"Pilihannya cuma dua, menyerahkan diri atau kita cari, kita tangkap. Sampai kapanpun itu buru sampai ketemu,” tandasnya.

Ade menambahkan, para pelaku merupakan gabungan dari beberapa kelompok masaa. Pihaknya juga telah mengidentifkasi beberapa grup WA. Dari 6 tersangka yang sudah diumumkan sebelumnya, salah satunya merupakan otak pelaku dari peristiwa.

“Dari 6 tersangka sebelumnya yang sudah kita rilis, tersangka BD (admin WhatsApp grup) yang diduga merupakan otak pelaku ditangkap saat bersembunyi di Pacitan, Jawa Timur," papar dia.

Kapolresta Solo
Kapolresta Surakarta Kombes Ade Sapri Simanjuntak

Saat ini polisi mengamankan 12 pelaku, 8 diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka dikenakan pasal 160 KUHP dan atau pasal 335 KUHP.

"Mereka ikut bersama tersangka lainnya yang sudah ditangkap sebelumnya datang ke TKP melakukan tindakan melawan hukum," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Polisi Periksa Antasari Azhar Terkait Kasus Djoko Tjandra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bakal Lawan Ponakan Prabowo, Putri Ma'ruf Amin Disarankan Bangun Koalisi Besar
Indonesia
Bakal Lawan Ponakan Prabowo, Putri Ma'ruf Amin Disarankan Bangun Koalisi Besar

Rahayu atau yang akrab disapa Sarah merupakan keponakan dari Ketum Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

KSP Sebut Pelemahan KPK Tuduhan Menyesatkan
Indonesia
KSP Sebut Pelemahan KPK Tuduhan Menyesatkan

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) akan menyurati Presiden Joko Widodo agar turun tangan untuk menghentikan pelemahan KPK.

Jaksa Pinangki Hadapi Sidang Putusan Perkara Suap Fatwa MA Djoko Tjandra
Indonesia
Jaksa Pinangki Hadapi Sidang Putusan Perkara Suap Fatwa MA Djoko Tjandra

Pinangki bakal divonis atas perkara dugaan suap terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra.

Bayar Rp85 Ribu, Tes Cepat COVID-19 Bisa Dilakukan di Stasiun
Indonesia
Bayar Rp85 Ribu, Tes Cepat COVID-19 Bisa Dilakukan di Stasiun

Penyediaan layanan rapid test di stasiun merupakan bentuk peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

Ini Kata Gulkarmat atas Temuan BPK Soal Kelebihan Bayar Rp6,5 M
Indonesia
Ini Kata Gulkarmat atas Temuan BPK Soal Kelebihan Bayar Rp6,5 M

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI mengklaim telah memulangkan uang lebih dari pembelian alat pemadam kebakaran (damkar).

 Bareskrim Polri Bongkar Puluhan Kilogram Sabu dan Ribuan Ekstasi Berkedok Teh Tiongkok
Indonesia
Polisi Minta Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Datang ke RS Polri
Indonesia
Polisi Minta Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Datang ke RS Polri

Yusri menyebut pihaknya membutuhkan keterangan dari keluarga penumpang

Empat Cara Anies Atasi COVID-19 Berbasis PPKM Mikro
Indonesia
Empat Cara Anies Atasi COVID-19 Berbasis PPKM Mikro

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja memperpanjang PSBB hingga 22 Februari yang beriringan dengan PPKM mikro.

Diduga Asyik Dugem, Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar Dicopot
Indonesia
Diduga Asyik Dugem, Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar Dicopot

Polda Sumatera Utara mencopot Kasatnarkoba Polres Pematangsiantar, AKP David Sinaga imbas video viral mirip dirinya yang tengah asyik dugem di tempat hiburan malam

ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran Terancam Dipecat
Indonesia
ASN DKI yang Nekat Mudik Lebaran Terancam Dipecat

"Sebagaimana sudah disampaikan tidak diperkenankan mudik bagi asn akan mendapatkan sanski," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria